Rasha Dan Goman

Rasha Dan Goman
Empat


__ADS_3

Hujan pagi kali ini sangat deras,aku sangat enggan untuk bangun jangankan beranjak dari tempat tidur membuka kelopak mata saja aku malas. Aku tidak mendengar alarm yang ku pasang berarti belum jam 7,aku menyetel alarm agar aku terbiasa bangun pagi mulai sekarang soalnya dari dulu aku jarang tidur. Saat aku melanjutkan untuk tidur lagi tiba-tiba handpohonku berbunyi ada notifikasi di emailku aku langsung membuka mata soalnya hari ini para Manager di perusahaan-perusahaan ku akan membahas data keuangan perbulan mereka dan mereka menginginkan aku mengikuti rapat kali ini. Sebagai pemilik dari Edelweis Group Rasha tetap saja harus turun tangan untuk memastikan keadaan perusahannya walaupun ia harus berangkat ke luar kota, Edelweis Group sangat terkenal di Pulau Jawa dan kantor pusatnya pun di tengah ibukota,Rasha berencana menambah perusahaannya di Sumatera tetapi masih dalam perencanaan.


Aku menuju kamar mandi jangan harap aku mandi saat hujan deras begini aku hanya membasuh muka dan menyikat gigi, lalu kembali berbaring di kasur empuk dan meraih handphoneku kembali. Betapa kagetnya ternyata hari menunjukkan pukul 10:48 aku langsung bergegas mengganti baju, menggapai jacket hitam dan bergegas tak lupa memakai parfum agar wangi jelas saja aku tidak mandi.


Di dalam mobil Manajer Joan menelponku handphone ku berdering sebenarnya aku malas untuk mengangkat soalnya aku tahu kalau Joan menaruh hati kepada ku, Joan ini blasteran ayahnya dari Jerman ibunya Indonesia tapi aku tidak terpikat sama sekali walaupun ia di kategorikan tampan tapi kelihatannya sifatnya agak kasar.


"Selamat pagi Bu Rasha, how are you?" Rasha mengangkat telepon darinya, Rasha yang mendengar itu rasanya malas sekali tetapi apa boleh buat ialah yang menjadikan Joan sebagai Manajer di perusahaannya yaitu di kantor pusat sama dengan tempat Goman bekerja.


"Ya selamat pagi, ada apa Jo? Tanyanya datar, Rasha orangnya tegas ia berpendirian dan ia tak mudah diperdaya tetapi ia akan lemah dengan cinta. Siapapun itu aku juga yakin kalau kau menemukan cintamu kau akan berusaha untuknya.


"Cuma mau ngingetin aja soalnya jam 11 ini kita ada rapat bulanan." Jawab Joan halus, walaupun ia pernah menyatakan cinta ke Rasha dan Rasha menolaknya ia tetap saja menyukai Rasha.


" Iya, aku lagi dalam perjalanan. Aku lagi nyetir bye." Rasha mematikan handphonenya, ia tidak menanggap apa yang di pikirkan Jo ia hanya berpikir bagaimana nanti jika bertemu dengan Goman.


Sesampainya di kantor ia langsung memarkirkan mobilnya dan mengambil payung di mobil, tetapi ia tidak membawa payung itulah kebiasaannya. Ia tidak dapat keluar karena hujan sangat deras, ia ingin menelpon Jo untuk minta bantuan tapi ia tidak ingin Jo jadi makin terbawa perasaan kepadanya.

__ADS_1


"Ihh.. tuh kan dasar aku lupa lagi." Kesal Rasha ia teringat saat pergi tadi ia di antar sama penjaga keamanan Apartemennya dia menyesal tidak meminjam payung itu.


Tok tok tok bunyi pintu mobilnya ia langsung menurunkan pintu kaca mobil.


" Maaf Bu,saya mau kasih payung soalnya saya lihat ibu tadi datang tapi gak keluar takutnya ibu gak ada payung jadi saya mau anterin payung." Kata salah satu Security di kantornya itu.


" Makasih banyak ya Pak Edi, iya saya lupa Bawak payung." Ia langsung mengambil payung yang di beri pak Edi lewat kaca pintu mobil.


" Maaf ya Bu." Katanya takut di marahi karena kurang sopan.


Ia keluar dari mobil, Pak Edi sudah kembali ke Pos karena akan melanjutkan kerja.


Sampai di lobby ia meletakkan payung di tempatnya, saat ia masuk ia melihat Goman sedang membawa kardus. Ia coba menutupi wajahnya tapi tindakannya meleset Goman yang melihat gadis indahnya langsung berlari menuju Rasha tak lupa ia tetap membawa kardus itu.


"Wah coba lihat siapa ini, gadis indahku sudah datang." Mendengar perkataan Goman membuat Rasha tersipu malu.

__ADS_1


"Ih apaan sih bikin malu aja kamu entar kalo ada yang denger gimana." Rasha menjawab sambil melihat kiri kanan takut ada yang mendengar mereka.


Goman meletakkan kardus yang dibawanya itu ke lantai.


"Coba aku liat," sambil memegang tangan Rasha ia mulai berani menyentuhnya."tangan kamu kok dingin sekali." Goman menggosok kedua tangannya untuk menghangatkan tangan Rasha.


"Ih lebay banget sih kamu." Kelakuan Goman membuat Rasha makin tersipu malu kemudian Goman melepaskan tangannya dari tangan Rasha.


"Kok lebay sih, kamukan kedinginan."


Setelah mengucap itu Goman langsung memeluk Rasha dan tentu saja Rasha kaget bukan main dengan tingkah Goman kali ini tapi ia juga suka dengan perlakuan Goman."Katanya kamu kerja cuma hari libur kok hari ini juga masuk kerja sih?" tanya Goman yang masih memeluk Rasha.


"Anu ... Aku" tiba-tiba telepon Rasha berbunyi ia langsung melepas pelukan dari Goman ia melihat bahwa yang menelponnya adalah Jo ia mematikan telepon dan langsung melihat jam menunjukkan pukul 11:27 ia kaget melihat jamnya ia langsung melihat Goman dan berlari menuju ruangan rapat. Baru beberapa langkah ia terhenti dan berlari berbalik arah lagi dengan kencang ia berlari ke arah Goman ia ingin mencium pipi Goman karena senangnya tetapi siapa sangka Goman yang sadar itu menyambut memeluk Rasha dan langsung mencium bibirnya.


Saat itu rasanya seperti di taman kemarin, benar-benar rasanya terbang ke atas awan seakan mencapai titik keabadian. Sepasang mata melihat mereka, walaupun tempat mereka bertemu tampak sepi tapi tetap ada saja yang melihat tanpa mereka sadari walaupun kehangatan itu menjadi hasrat bagi mereka berdua. Tapi tetap saja kenapa harus di tempat publik kemarin di taman sekarang di kantor, apa ini sebuah pertunjukan adegan dewasa atau apa?

__ADS_1


Tanpa peduli apapun jika cinta telah melekat semut menggigit pun tak berasa, itu lah yang kami rasakan tanpa peduli siapapun apapun tanggapannya atau apapun komentar yang mereka terima tetap saja cinta tetap nomor satu.


__ADS_2