Rasha Dan Goman

Rasha Dan Goman
Tiga


__ADS_3

"Maksudnya pak, gaji saya kok jadi dua kali lipat. Kok bisa pak?" Tanya Goman penasaran dengan atasannya ini, tapi ia juga senang mendengarnya.


"Karena kamu itu disiplin, ulet, dan dapat di percaya. Katanya kemarin kamu ke kantor ya padahal hari libur, wah kamu rajin sekali."Puji atasannya terhadap Goman tetapi ia malah penasaran perasaan kemarin dia gak ketemu siapapun kecuali Rasha, Pak Security juga tak sempat melihat batang hidungnya.


"Tapi bapak tahu dari mana kalau semalam saya datang ke kantor?" Tanyanya penasaran.


"Sudahlah jangan bertanya lagi, kamu boleh keluar sekarang saya juga mau melanjutkan kerja.” Sanggah atasannya itu.


"Eh iya pak, terimakasih ya pak." Balas Goman lalu beranjak keluar dari ruangan atasannya itu dengan penasaran dan juga bahagia.


"Aneh sekali." Gumam Amek, kenapa boss besar meminta seperti itu ya? memangnya anak itu siapa? pikirannya penuh tanda tanya hingga boss mengirim surat resmi kepadanya untuk menaikkan gaji Goman. Tapi seperti apa ya wajah boss besar? Kenapa ia tidak pernah menunjukkan wajahnya ke para karyawannya, tidak adil sekali hanya Manager yang bisa melihat wajahnya kata mereka kalau boss besar itu perempuan, huh wajahnya setua apa ya? Banyak pertanyaan di dalam pikiran Amek jangan-jangan nenek-nenek dia pun tertawa keras memenuhi ruangan.


Rasha memang tidak pernah menunjukkan wajah aslinya ke para karyawannya di perusahaan itu dan perusahaan lainnya, ia masih belum mampu mengungkapkan jati dirinya ke khalayak ramai. Orang yang mengenalnya hanya Manager-manager yang ada di perusahaan-perusahaannya saja dan para Security, tetapi Rasha menyuruh mereka untuk tidak memberi tahu siapapun.


"Kemana ya Rasha kok aku gak liat sih dari pagi tadi?" Celingak-celinguk Goman berdiri sambil mencari wanita indahnya itu. "Apa dia memang bekerja saat libur aja, astaga jika benar pekerjaan apa itu bekerja hanya pada hari libur." Goman saat itu hanya ingin bertemu denganmya ia hanya ingin mengatakan jika doa Rasha terkabul,dia ingat saat Rasha mendoakan semoga ia mendapatkan rezeki yang banyak tapi ia sedikit sedih karena sepanjang hari di kantornya ia tidak melihat Rasha.


"Astaga bosan kali diriku ini." Rasha yang terbaring di kasurnya itu sambil mengacak rambutnya yang makin acak-acakan, ia sangat bosan dengan harinya yang sepi itu. Rasha hendak mandi karena sudah sore setelah sepanjang waktu ia mengutuk dirinya dengan berkurung di apartemen mewah miliknya itu, tiba-tiba handphonenya berbunyi tanda mendapatkan pesan tetapi Rasha tak menghiraukannya malah langsung menuju kamar mandi.


Setelah mengeringkan rambutnya ia tak bermake-up dan ia tak pernah melakukannya kecuali meeting sama para Managernya, kemudian ia kembali merebahkan dirinya ke kasur yang empuk miliknya. "Ah malasnya aku." Lirih Rasha kemudian ia meraih handphonenya berharap ada berita terbaru yang asyik di sosial media, saat melihat layar handphonenya ia langsung duduk di kasur tak menyangka dengan apa yang di lihatnya.


Rasha langsung ke meja riasnya itu, ia ingin tampil cantik ia memakai lipstik yang cukup merona malam itu. "Waw aku cantik juga ya," pujinya sendiri tapi ia tersadar tampil apa adanya pasti akan lebih baik lalu ia menghapus lipstik yang ada di bibirnya." Apapun itu aku ingin mendapatkan kekasih hanya dari ketulusan hatinya." Senyum Rasha dengan semangat berharap sesuatu yang baik akan terjadi

__ADS_1


"Rasha ini aku Goman, aku mau ketemu sama kamu sore ini di taman kita jumpa kemarin." Pesan itu membuat Rasha bersemangat.


Senja sore ini menemani kebersamaan kami Goman membelikan aku es krim rasa vanilla dia tahu aja kesukaan aku sedangkan ia membeli es krim rasa cokelat sepertinya ia sangat menyukai cokelat. Aku tersenyum melihatnya, andai dia menjadi lelaki ku akan ku jaga dia aku janji. Melihat Tasha tersenyum melihatnya yang sedang makan es krim ia pun langsung respect.


"Kamu itu manis kalau lagi senyum, melihatmu tersenyum aku serasa lagi makan es krim cokelat campur vanilla sangat manis." Kata Goman sambil menatap mata Tasha.


"Apaan sih kamu," balas Tasha menanggapi kata Goman "gak jelas amat sih kamu." Lanjutnya sambil memalingkan wajahnya.


"Idihh.. bilang aja kamu suka kan dengan ucapan aku." kata Goman sambil mencubit pipi Rasha


"Aww sakit tau Goman." Pipinya Rasha memerah di buatnya, "udah ah aku mau pulang aja." Tasha langsung berdiri dengan sigap Goman menarik tangannya hingga es krim yang ada di tangan Tasha terlepas melihat itu Goman juga membuang sisa es krim miliknya. Mereka duduk makin erat "tunggu jangan pergi dulu, aku takut kamu lupa jalan pulang." Kata Goman dengan wajah serius menatap Rasha iya yang mendengar itu tertawa geli "hahaha lupa jalan pulang, ada-ada aja kamu." Tawa itu membuat Goman terasa bahagia melihat wanita yang di sukai yang tertawa.


"Aku mau dengar kamu nyanyi." Kata Goman saat melihat Tasha mulai berhenti tertawa.


"Dari kamu ngomong aja kamu bisa, ayolah aku mau dengar" rengek Goman


Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan saat itu, Goman memintanya terlihat sangat ingin. Bibir yang perlahan terbuka itu ingin mengucapkan betapa aku menyukainya tapi aku tak sekuat itu. Kami saling menatap Goman mengamati bibirku mengharap lagu apa yang ingin aku nyanyikan, sedangkan aku rasanya ingin segera memilikinya akan aku lakukan apapun untuk itu.


Nikita Willy, Ku Tetap Menanti lagu itu yang kupikirkan.


" Meski dirimu bukan milikku

__ADS_1


Namun hatiku tetap untukmu


Berjuta pilihan disisi ku


Takkan bisa menggantikan mu


Walau badai menerpa cintaku takkan ku lepas


Berikan kesempatan untuk membuktikan ku mampu menjadi yang terbaik


Dan masih jadi yang terbaik


Ku akan menanti meski harus penantian panjang


Ku akan tetap setia menunggumu ku tahu kau hanya untukku


Biarkan waktu ku habis oleh penantian ini


Hingga kau percaya betapa besar cinta ku padamu


Ku tetap menanti."

__ADS_1


Aku mencintaimu sangat besar cintaku padamu, aku ingin sekali mengenal dirimu lebih jauh. Tapi baru kali ini aku tertarik pada lelaki, aku ingin cinta ini yang menuntunku mendapatkanmu. Tidak apakah aku begitu, apa kau juga begitu? Aku akan menantikannya aku percaya itu.


__ADS_2