Rasha Dan Goman

Rasha Dan Goman
Dua Puluh Empat


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 1 siang, karyawan di kantor yang sudah makan siang dan beristirahat kembali ke pekerjaan mereka masing-masing begitu pula dengan Minam yang sudah masuk ke ruangan kerjanya Silsi ia menunggu tugas apalagi yang akan di berikan Sekretaris itu kepadanya. Setelah menyelesaikan tugasnya yang hanya memantau dan berkeliling kantor melihat-lihat karyawan-karyawan di kantor pusat itu bekerja membuatnya harus lebih disiplin karena dilihat olehnya betapa bekerja kerasnya orang yang bekerja di Edelweis Group.


"Sayang aku masuk dulu ya, kamu balik aja ke ruangannya nanti kalau tiba-tiba boss datang bisa kena marah kita." Ucap Silsi di depan pintu ruang kerjanya itu, ruang kerjanya juga ruang kerja bossnya.


"Iya sayang, tapi kalau aku kangen aku nelpon kamu boleh gak?' Jawab Amek sambil memegang tangan putih Silsi.


"Iya iya, tapi nanti malam aku gak tidur di rumah kamu ya. Soalnya Rasha nyuruh aku ngajarin Minam nanti malam, soalnya Minam tidur di apartemen aku nanti." Jelas Silsi sambil menyambut memegang tangan Amek.


"Iya deh, aku pergi dulu ya. Semangat kerjanya." Amek kecewa karena tidak dapat bermalam dengan cintanya itu, tapi ia memahami apa yang di lakukan Silsi karena itu perintah dari boss.


"Oke." Sambil melepas genggaman tangan mereka.


"Oh iya tapi ingat ya." Suara Silsi cukup keras membuat Amek cukup serius mendengarnya.


"jangan kasih tau dengan siapa-siapa kalau boss kita itu Rasha." Bisik Silsi ke telinga Amek membuat Amek merinding karena hembusan nafas Silsi, mengetahui itu Silsi langsung mencium pipi Amek dan langsung masuk ke dalam ruangan meninggalkan Amek yang masih memerah.


"Ada apa Bu?" Tanya Minam yang melihat Silsi senyum-senyum sendiri saat masuk ke ruangan.


"Eh gak apa-apa." Silsi kaget ia tidak tahu jika Minam sudah ada di depannya. " Kamu udah mantau mereka tadi?" Tanya Silsi memfokuskan diri dan duduk di meja kerjanya.


"Udah Bu." Jawab Minam sopan.


"Jadi bagaimana dengan pantauanmu jelaskan ke saya?" Tanya Silsi yang menatap Minam serius membuat Minam tegang dan takut.


Minam mendengar itu membuat jantungnya berdetak kencang ia takut jika ada kesalahan penyebutannya nanti.


"Kenapa diam ayo jelaskan?" Tanya Silsi dengan serius lagi.


"Pemantauan saya hari ini dari karyawan atau staff biasa sampai ke manajer, dari karyawan saya melihat mereka bekerja dengan fokus dan disiplin mereka semua bekerja dengan baik dan telaten. Selanjutnya saya ke Manajer Joan, dia bekerja sangat teliti dan inisiatif. Saya juga mencatat semua pantauan saya di buku, jika Ibu mau membacanya saya sudah persiapkan." Minam menjelaskan dengan santai walaupun kakinya bergetar.

__ADS_1


Silsi yang memandang Minam dengan wajah datar membuat Minam makin bergetar ia takut jika apa yang dikatakannya salah.


"Oke, penjelasanmu cukup bagus saya yakin jika kamu bersungguh-sungguh belajar di sini kamu pasti akan di terima dengan baik disini." Kata Silsi dengan wajah yang seperti pemimpin.


"Terimakasih Bu saya akan belajar dengan sungguh-sungguh." Jawab Minam dengan senyum, tapi jantungnya masih berdegup kencang di hadapan Silsi.


"Bagus, malam ini kamu tidur di apartemen saya. Kamu harus belajar bersama saya agar kamu cepat mengetahui tentang semua Edelweis Group dan ini juga perintah dari Pemimpin Edelweis Group." Jelas Silsi.


"Iya Bu, tapi apakah ibu tidak keberatan jika saya tidur di apartemen ibu?" Tanya Minam ia takut jika menganggu Sekretaris itu.


"Tak masalah, kamu kuliah Senin sampai Kamis ajakan? Berarti Jum"at Sabtu Minggu kosong dong?" Tanya Silsi lagi.


"Iya Bu, saya juga mau sidang Skripsi setelah itu langsung wisuda."


"Kalau gitu selama kamu libur kampus, kamu wajib tidur di tempat saya sampai Boss sudah menerima kamu" Silsi sebenarnya keberatan dengan perintah Rasha tapi apalah daya perintah bossnya ia harus tetap mengikuti.


"Saya jelaskan ke kamu, kamu itu akan di kirim ke Sumatera karena Edelweis Group sedang membuat perusahaan yang lain disana. Boss mau kamu belajar bersungguh-sungguh tidak hanya dengan saya tapi dengan Manajer Joan juga nantinya, Perusahaan disana masih dibangun jadi kamu harus belajar dengan cepat sekarang soalnya kamu nanti akan jadi Wakil Manajer disana." Jelas Silsi membuat Minam tak percaya.


Minam masih bengong mendengar penjelasan Silsi, iya tak percaya dengan penjelasan Silsi tadi.


"Wakil Manajer!" Gumamnya, mendengar itu Silsi hanya tersenyum kecil.


"Iya, Wakil Manajer. Makanya saya harap kamu belajar bersungguh-sungguh, saya percaya kalau kamu bisa jadi kamu harus yakin dengan dirimu sendiri." Kata Silsi menyemangati Minam.


"Baik Bu saya akan belajar dengan sungguh-sungguh, tapi apakah saya boleh bertanya?" Silsi langsung menatap Minam tersenyum lalu mengangguk menandakan Minam boleh bertanya kepadanya.


"Siapa pemilik Edelweis Group ini Bu?" Minam bertanya dengan gugup ia takut jika Silsi marah.


Silsi tersenyum mendengar pertanyaan Minam "nanti kamu juga bakal tahu, kira-kira dua bulan lagi lah"

__ADS_1


Minam hanya mengangguk dan tersenyum mendengar jawaban itu, tapi ia masih penasaran dengan pemilik Edelweis Group yang memberikannya kepercayaan sebesar ini.


Flashback on


"Si kamu harus ngajarin Minam semua tentang Edelweis Group pokoknya jangan ada sampai yang tertinggal nanti juga Mancung akan belajar sama kamu, jadi mereka akan tidur di apartemen kamu tenang aja nanti aku bayar. Pokoknya ajarin mereka dengan baik setelah kamu aku bakal nyuruh Joan ngajarin mereka juga, soalnya aku bakal jadikan Mancung manajer dan Minam wakilnya di Sumatera nanti. Oke." Pesan dari Rasha sudah terbaca oleh Silsi, ia merasa kesal atas perintah atasannya itu tapi apa boleh buat itu perintah atasannya.


"Iya kak Rasha, tapi bos emangnya kamu udah yakin sama mereka di tambah lagi Mancung yang hanya bisa ngikutin kamu aja dari belakang." Balas Silsi.


"Udah gak apa-apa, aku malas juga kalau cari manajer baru buat Edelweis Group itung-itung biar Mancung mandiri juga."


"Oke boss, aku bakal ajarin mereka aman lah tuh. Tapi mulai kapan?"


"Kamu atur aja."


Flashback off


Matahari sudah mulai tenggelam Minam yang sudah bersiap-siap pergi ke rumah Silsi menghampiri abangnya yang ada di meja makan sambil bermain handphone.


"Bang." Duduk di samping abangnya.


"Iya." Jawab Goman yang melihat Minam membawa tas ransel. "Kamu mau kemana Kok Bawak ransel sil?" Tanya Goman penasaran.


"Aku mau tidur di apartemen Bu Silsi, antarin dong bang." Jawab Minam.


"Ngapain kamu tidur disana?" Tanya Goman yang makin penasaran.


"Aku disuruh belajar di sana bang biar makin cepat bisa belajarnya, makanya itu aku di suruh tidur di sana." Jawab Minam menatap abangnya yang wajahnya bingung.


"Kalau gitu oke deh Abang antar, tapi taukan alamatnya?" Minam mengangguk langsung melihatkan layar handphonenya ke arah Goman yang berisi alamat Silsi.

__ADS_1


__ADS_2