Rasha Dan Goman

Rasha Dan Goman
Tujuh


__ADS_3

"Malam ini kita ketemuan ya di tempat biasa." Pesan yang dibaca Rasha membuatnya berdebar\-debar bagaimana tidak laki\-laki yang diharapkannya mengajaknya bertemu.


Pagi yang cerah membuat orang-orang beraktivitas dengan lancar, ditambah lagi bila kita sedang jatuh cinta. Goman dan Rasha beraktivitas seperti biasa, Goman yang bekerja dan Rasha yang bermalas-malasan di apartemennya. Hanya sedikit berbeda dari hari biasanya karena adanya pertemuan yang harus segera terlaksana.


" Edelweis aku pulang dua Minggu lagi, ingat ya kamu harus beresin kamar aku awas aja kalo berantakan. Oh iya kamu mau aku beli oleh-oleh apa? Coba aja kamu ikut aku liburan tapi tenang aja liburanku kali ini gak banyak ngehabisin uang kok malah aku sering dapat traktiran dari kenalanku. Dia cantik, dia blasteran Amerika Indo loh kalau kamu liatnya pasti suka. Namanya Lucya dia cucu dari salah satu perusahaan besar di Amerika loh, kamu pasti suka lah pokoknya katanya dia pengen pulang lagi ke Indo gak apa-apakan kalau dia nginap di tempat kita. Ya udah deh aku mau jalan-jalan dulu enak banget disini bye Edelweis ku."


Rasha yang membaca pesan itu langsung berdecak sebal, "enak kali kamu ya Mancung udah aku kasih kamu liburan ke Amerika sebulan lagi gak nanggung-nanggung malah jumpa cewek lagi, beresin kamar apanya kek gak ada housekeeping aja percuma dong aku kaya." Rasha mengoceh sendiri di atas tempat tidurnya. Dia tidak ada niat sekalipun membalas pesan dari Mancung karena terlalu sebal dengannya.


"Kira-kira kenapa ya Goman mau ketemu sama aku?" Khayalan demi khayalan timbul di pikiran Rasha ia sampai senyum dan guling-guling di atas kasurnya.


Suasana di kantor utama terlihat seperti biasanya karyawan masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing, seperti biasanya karyawan masih bersemangat di waktu pagi dan akan membosankan di waktu siang berharap segera sore dan langsung pulang. Bukannya aturan-aturan di kantor yang membuat mereka tampak malas hanya saja mereka juga manusia yang akan merasakan kejenuhan. Tetapi berbeda dengan Pak Amek dialah orang yang selalu bersemangat kapan saja walaupun dia jomblo sejati dia tetap menjadi panutan yang baik untuk bawahannya.


"Goman nanti malam kita makan bareng yuk ajak semua staff gudang." Pak Amek yang sedang melihat bawahannya berkerja akhirnya buka mulut saat melihat Goman mengangkat barang.


"Anu pak..." Gimana ya pikir Goman aku sudah ada janjian lagi sama Rasha." Memangnya bapak mau traktir kami semua ya?" Pertanyaan Goman membuat para staff gudang lainnya menoleh berharap benar kalau Pak Amek mau mentraktir mereka.


"Eh gak jadi deh soalnya saya ada janji lain saya lupa." Pak Amek yang melihat wajah bawahannya yang memelas itu terlihat begitu mengerikan bagaimana tidak kalau ia mentraktir bawahannya maka setengah gaji satu bulannya akan terbuang sia-sia. " Bukan itu maksudku Goman dasar kamu." Gumam Pak Amek sebal padahal ia ingin ia dan bawahannya makin kompak.


Goman yang mendengar gumaman Pak Amek tertawa kecil " apa pak saya gak dengar, bapak jadi mau traktir kami." Dengan wajah polosnya ia memandang Pak Amek dan staff yang lainnya memandang harap ke wajah Pak Amek.


"Gak.. gak jadi." Pak Amek kelabakan langsung meninggalkan mereka Goman yang melihat itu tertawa kecil ia senang sekali karena malam ini ia jadi bertemu Rasha.


Malampun tiba Rasha baru tiba berdiri di taman celingukan mencari dimana Goman ia sengaja datang ke taman dengan ojek online ia tidak mau jika Goman tahu dimana ia tinggal sebenarnya, apalagi tahu kalau dia pemilik perusahaan tempat ia bekerja.


"Hai udah dari tadi ya?" Goman menepuk pelan pundak Rasha membuat Rasha terkejut.

__ADS_1


"Eh.. gak kok aku baru aja nyampe." Rasha malu-malu kucing dibuatnya, ia melihat Goman sangat tampan malam ini bagaimana tidak ia menggunakan jaket kulit hitam dan celana jeans pendek ia suka sekali melihat pria dengan celana jeans pendek. Sedangkan ia memakai baju kaos hijau stabilo dan celana joget hitam, ia memang tidak suka berlebihan dalam penampilan.


"Yuk duduk dulu kita di kursi itu." Sambil menunjuk kursi taman yang di duduknya kemarin saat makan es krim bersama.


"Ayuk." Rasha yang berjalan duluan sedangkan Goman dibelakang mengikuti langkah Rasha, Rasha yang di depan tersenyum dan menggeliat malu begitu pula dengan Goman yang di belakang ia yang melihat Rasha dari belakang hanya tersenyum-senyum bagaimana tidak ia melihat tingkah Rasha yang membuatnya ingin memeluk Rasha dari belakang.


Saat hendak duduk di kursi taman tiba-tiba gerimis mereka memandang langit malam yang gelap dan akhirnya saling pandang sejenak kemudian tertawa cukup keras saling berhadapan, Goman meraih tangan Rasha dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.


"Gerimisnya tiba-tiba ya." Rasha yang sudah di dalam mobil melihat Goman yang mau masuk mobil berkata sambil tersenyum hambar. Padahal ia mengumpat dalam hati, lagi pengen greget-gregetnya malah gak jadi deh.


"Hahaha iya nih cuaca gak mendukung." Goman yang sudah duduk memandang wajah Rasha sambil tersenyum manis ia melihat ada butiran air di wajah Rasha "ada butiran air di wajah mu tuh." Rasha yang kaget karena wajahnya di perhatikan Goman langsung mengangkat kaosnya untuk mengelap wajah tapi ia lupa dengan kelakuannya waktu itu ia menunjukkan perutnya tanpa sengaja ke Goman wajahnya langsung memerah.


"Kok pakai baju sih nih ada tisu." Sambil menunjuk tisu yang ada di depan Rasha, Rasha yang melihatnya tersenyum hambar malu rasanya ingin segera keluar dari mobil dan tidak ingin menemui Goman lagi tapi tetap saja itu hanya pikiran negatifnya saja.


"Makasih ya." Rasha mengambil tisu itu dan segera menutupi wajahnya.


Ajakan Goman membuat Rasha berpikir panjang apa karena dia melihat perutku tadi makanya ia mengajakku makan, ahh tidak-tidak pasti dia memang lapar tapi bagaimana kalau memang ia Goman akan membuatnya semakin malu.


"Jadi kita mau makan apa?" Lanjut Goman kemudian Rasha langsung melepaskan tisu yang menutupi wajahnya dan tersenyum terpaksa.


"Makan mie ayam." Mulut Rasha tidak dapat berkompromi dengan pikirannya, pikirannya ingin makan di restoran tapi mulutnya malah ingin melahap kehendak perutnya. "Mie ayam bakso." Katanya tiba-tiba lagi, Rasha benar-benar malu dengan tingkahnya. Jiwa anak jalanannya masih bersemayam di dalam dirinya.


"Oke." Hanya itu yang dapat di katakan Goman dan pastinya ia tertawa melihat tingkah Rasha yang lucu itu.


Mobil sudah terparkir di sebelah kedai mie ayam di sana tampak sepi padahal sudah memasuki musim hujan, Rasha dan Goman sudah keluar dari mobil dan memasuki kedai itu.

__ADS_1


"Tumben sepi padahal kan ini musim hujan dingin-dingin kan enak kalo makan mie ayam sama bakso." Oceh Rasha sambil duduk di meja yang paling pojok Goman mengikutinya saja dan mereka duduk berhadapan.


"Ya tergantung orangnya juga sih." Balas Goman yang sudah duduk di depannya.


"Maksudnya?" Rasha mengernyitkan dahinya dia tidak mengerti apa yang di maksud Goman, eh bukannya gak ngerti Rasha takut salah tanggap apa yang di maksud dengan Goman soalnya pikirannya hanya negatif saja.


"Gak apa-apa, eh orang yang jualan mana nih kok gak keliatan." Rasha yang tersadar belum memesan ikut celingukan mengikuti tingkah Goman yang mencari orang yang jualan.


Tiba-tiba nongol kepala seorang pria dari balik pintu membuat Rasha dan Goman kaget.


"Eh ada orang ya bentar ya saya pake baju dulu." Kata pria itu kemudian masuk kembali dan tak lama kemudian pria itu keluar dengan baju acak-acakan dan hanya menggunakan kain sarung. Rasha dan Goman menerka-nerka apa yang telah di kerjakan dengan pria itu, Goman tak ambil pusing ia hanya ingin mengambil pesanan segera. Sedangkan Rasha dia seperti mengetahui segalanya kenapa tidak hujan di luar makin deras entah ada apa di balik pintu itu di tambah lagi dengan keadaan pria yang sudah berdiri di depannya sambil tersengal-sengal.


"Mau pesan apa mbak sama mas?" Rasha yang berpikiran macam-macam akhirnya tersadar saat Goman memegang tangannya dan langsung menarik tangannya kembali karena terkejut.


"Saya pesan mie ayam bakso dan teh es ya mas." Jawab Rasha cepat Goman yang melihat tingkahnya tertawa kecil.


"Kalo saya bakso aja sama air putih." Goman menjawab sambil melihat Rasha yang masih memperhatikan pria itu, pria itu tersadar di lihat Rasha menjadi salah tingkah.


"Oke bentar ya mas mbak." Pria yang kebapakan itu berjalan untuk menyiapkan pesanan Rasha masih memperhatikannya terlihat jelas keringat yang banyak sudah membasahi baju pria tersebut.


"Sudah kuduga." Gumam Rasha sambil tertawa kecil menutup wajahnya.


"Ada apa kok ketawa?" Goman melihatnya tertawa begitu makin penasaran dengan Rasha.


"Eh gak ada lucu aja." Rasha langsung merubah mimik wajahnya dan tersenyum manis Goman yang melihatnya juga tersenyum.

__ADS_1


Malam makin larut Goman dan Rasha sudah kembali ke rumah masing-masing, Rasha sangat bersyukur dia tadi pulang sendiri karena Goman pulang tergesa-gesa dia tidak mau Goman mengetahui dimana ia tinggal walauy untuk sementara waktu saja. Dia juga penasaran kenapa Goman begitu panik tadi ia pun tak sempat bertanya apa yang telah terjadi setelah menerima telepon ia langsung pamit pulang.


__ADS_2