
Malam ini hujan lagi cukup deras di bandingkan pagi tadi, untunglah tidak mati lampu biasanya jika hujan lebat pasti akan mati lampu.
Tok tok tok terdengar suara pintu, jam menunjukkan pukul 7 malam Minam beranjak dari tempat duduknya sambil menonton TV untuk membukakan pintu iya yakin pasti abangnya yang pulang.
Pintu terbuka betapa kagetnya ia melihat Abangnya yang basah kuyup.
" Abang kamu kenapa kok basah kuyup sih, Abang gila ya main hujan malam-malam gini." Tanya adiknya kaget melihat Abangnya yang kuyup.
" Main apaan, tadi mobil Abang mogok makanya Abang pulang lama soalnya jalan kaki tadi sekitar setengah jam lah." Jelasnya
" Oh kirain main hujan tadi kan aku mau ikut juga." Jawab adiknya yang manis
" Dasar kamu ya, Abang kedinginan nih ambilin Abang handuk dong." Rengek Goman
" Iya bentar ya Abang ku." Minam berlari kecil mengambil handuk untuk abangnya.
Melihat tingkah adiknya itu Goman tertawa kecil " huh dasar anak kecil." Katanya pelan
Setelah mandi Goman menuju adiknya yang sedang menonton TV sambil ngemil.
" Kalo kamu ngemil terus nanti kamu gendut loh." Ujar Goman sambil duduk di samping adiknya.
" Ih abang cerewet amet sih." Mendengar itu Goman langsung mengambil makanan di tangan adiknya.
" Sini biar Abang aja yang makan," saat Goman hendak memasukkan makanan itu ke mulutnya langsung di sambar oleh adik perempuan yang rusuh itu.
__ADS_1
Goman menangkap tangan pencuri yang mengambil makanan yang tadi hampir mendarat di mulutnya, lalu dengan tangan adiknya itu ia menyuap masuk ke mulutnya ia merasa menang kala itu. Karena tangan adiknya sendiri yang menyuapnya, tiba-tiba mata Goman tertuju di pergelangan tangan adiknya itu.
" Minam gelang yang Abang kasih ke kamu kemana?" Mendengar itu Minam langsung melepaskan tangannya dari genggaman Abangnya.
" Tuh," iya menunjuk kemeja Goman yang melihat gelang yang putus itu langsung mengambilnya. " Maaf kak tadi di swalayan ada yang nabrak aku terus dia gapai tangan aku tuh bukannya tangan aku yang di raihnya malah gelang aku yah jadi gini deh." Jelas Minam tentang kejadian tadi. Ia berharap Abangnya tidak memarahinya karena gelangnya putus.
" Ya udahlah mainan gelangnya buat Abang aja nanti Abang belikan buat kamu yang baru." Goman langsung melepaskan gelang tali miliknya dan memasukkan mainan gelang itu ke gelangnya.
" Oke beliin yang baru ya bang." Minam tersenyum lebar dengan perkataan abangnya dia lega karena tidak di marahi.
" Dasar... Wanita gila, wanita yang mutusin gelang kamu ini pasti dia gila huh." Kesal Goman sambil memainkan mainan gelang itu. Sedangkan Minam yang mendengar itu menelan ludahnya.
Ohok... Ohok... Saat menikmati drama Korea dengan adegan sang pria hendak mencium si wanita tiba-tiba Rasha tersedak makanan ringan di tangannya itu terjatuh kebawah. Ia gelagapan meraih air di atas mejanya, kemudian meneguk habis air di gelas itu.
Ohok... Ohok...
"Makanya bang makan pelan-pelan." Minam tidak menatap abangnya matanya fokus ke TV tapi bibirnya tetap berucap.
Sedangkan abangnya sedang berjuang melawan sedakannya itu.
"Nyerocos aja kamu, bantuin Abang kek." Kesal Goman melihat adiknya itu.
"Lagian siapa suruh ngumpat orang, pasti tuh di umpat balik." Minam tetap menatap TV ia tahu kalau ia menatap wajah abangnya pasti ia makin kena marah.
"Huh dasar." balas abangnya kesal.
__ADS_1
Minam teringat tentang abangnya kemarin yang tidak jadi menceritakan kisah malam Minggu yang membuatnya senyum-senyum sendiri.
"Bang" panggilnya sambil menoleh pelan.
"hmm" jawab abangnya tapi matanya mengarah ke TV.
"Aku mau nanya nih, soal malam Minggu kemarin kok Abang jadi aneh gitu sih." Tanya Minam takut-takut.
"Aneh kenapa?" tanya Goman
"itu tuh, kelakuan Abang kayak Abang lagi jatuh cinta aja." Minam yang kala itu sedang siap-siap untuk kabur sekira abangnya marah.
"oh yang kemaren," mendengar itu Minam menjadi semakin penasaran tentang abangnya. Melihat adiknya memasang muka penasaran membuat Goman semakin jengkel " yang kemaren itu, huh kepo." Minam yang telah memasang kuping berdecak kesal mendengar jawaban abangnya.
"jadi gini Abang kemaren jumpa cewek umurnya itu lebih tua dari Abang setahun, dia cantik sih tapi sayang otaknya mesum udah gitu aja." Jelas Goman ke adiknya
"Astaga, beneran bang? kok bisa sih dia otak mesum." Minam penasaran ingin melihat wajahnya.
"Iya dia wanita gila dan berotak mesum." Kata Goman dengan suara menekan dan tersenyum lucu membayangkan wajah Rasha gadis indahnya itu.
Rasha yang disana kembali tersedak padahal ia sudah berhenti makan.
"ohok... ohok... dasar orang gilaaaaaaa." Jerit Rasha memenuhi apartemennya.
Di seberang sana Goman tertawa terbahak-bahak Minam yang melihat tingkah aneh abangnya itu langsung berlari ke kamar takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1