
"Abang, kamu kenapa sih perasaan dari pulang malam kemarin kamu bengong mulu." Tanya Minam karena kesal melihat tingkah kakak laki-lakinya."Abang kamu dengerin aku gak sih," pekik Minam berusaha menyadarkan kakak laki-lakinya itu.
"Ih berisik amat sih, abang dengerin kok. Kamu ini kenapa sih jadi perempuan kok suka teriak-teriak, gimana coba kalo kamu nanti punya suami."Jawab kakaknya yang membuat adiknya itu makin kesal, mendengar itu Minam langsung beranjak pergi dari kakaknya, "Ada apa Minam?" pekik sang kakak melihat adiknya berlalu.Minam yang mendengar itu tak menjawab pertanyaan kakaknya malah dia menutup telinganya .
"Huh dasar anak aneh" gumamnya, ia masih teringat tentang malam kemarin betapa mesranya kala itu, kemudian ia mengeluarkan dompet dan mengambil poto yang selalu di simpannya itu.
Pria berkharisma itu bernama Goman ya ini aku,akulah pria tersebut Goman Kharisma. Setelah di tinggal orang-orang yang paling ku cintai aku harus bertahan menjalaninya demi adik perempuanku yang ku sayang. Aku bekerja di perusahaan besar yang terkenal di Ibukota ini, walaupun hanya karyawan biasa tetapi gajiku cukup besar disana. Aku memiliki kisah yang kelam 6 tahun yang lalu yaitu di tinggal orang-orang yang aku cintai, dan yang hanya tersisa dari mereka hanya adik perempuan ku itu Minam Kharisma. Kharisma adalah nama ayahku aku sangat suka dengan itu bagaimana tidak, orang yang melihat kami berdua pasti terkesan. Mereka bilang wajah kami berdua sangat menawan, aku dipuja karena ketampananku tetapi aku tidak pernah memainkan hati seorang wanita. Begitu pula adikku walau dia selalu di buru lelaki buaya darat tetapi pendirian dia tetap kuat, dia ingin mendapatkan cinta sejati begitu juga aku walaupun umurku 26 tahun aku benar\-benar menginginkan cinta sejati.
"Minam," pekik kakaknya yang mengajak sarapan "sarapan dulu yuk kakak tadi masak nasi goreng walaupun gak panas lagi tapi masih anget lah."Lanjutnya sambil menuangkan air susu ke dalam cangkir favoritnya itu.
"Gak mau ah, Abang jahat gak mau cerita."Sahutnya dari dalam kamar.
"Ayo sarapan dulu kita, nanti Abang ceritain."Jawab Goman membujuk adiknya perempuannya itu.
Minam keluar dari kamarnya melihat Abangnya telah menyiapkan sarapan pagi ini iya langsung duduk "kelihatannya enak nih, Abang gimana ceritanya? kata adiknya yang tetap penasaran dengan sih Abang.
Mendengar itu Goman geleng-geleng kepala " kamu itu harusnya bangun lebih pagi dari Abang, kamu harus belajar dari sekarang gimana nanti kalau kamu nikah." Jawab kakak lelakinya itu yang malah menasehatinya.
"Iya Abang, aku juga baru 22 kok masih lama lagi aku menikah walaupun pengen sih." Jawab Minam yang cengengesan."Jadi gimana bang ceritanya?"tanya Minam yang masih penasaran.
"Malam tadi Abang ..." Tiba-tiba alarm berbunyi menunjukkan pukul 06:30 pagi membuat Goman bergegas berkemas karena akan pergi ke kantor,"pulang kerja aja ya Abang cerita" lanjut Goman segera pergi menuju kamar untuk berkemas.
"Ya elah bang tepat amat sih tuh waktu, sebel aku tuh." Kesal Minam dan melanjutkan sarapannya. "Minam Abang kerja dulu ya," menghampiri adiknya yang masih di meja makan "jangan lupa kuliah yang rajin ya sampai jumpa nanti malam."Goman mencium kening adiknya, sudah menjadi kebiasaannya sedari dulu.
"Iya hati-hati ya bang." Tutur Minam, Goman berlalu meninggalkannya pergi."Malasnya mau kuliah hari ini" rutuk Minam dan menyandarkan badannya ke kursi. "Astaga, Abang inikan hari Minggu." Ingatnya, tetapi Abangnya itu sudah berangkat ke kantor. "Hahahaha" tawa Minam menggema di rumahnya yg sederhana itu.
Hari ini benar-benar cerah, tapi kok parkiran di kantor gak ada kendaraan ya kecuali motor Bapak Security yang di berada di pojok tempat parkir itu. Aku keluar dari mobil jazz hitam ku itu, tiba-tiba aku melihat sosok yang pernah aku lihat sebelumnya dia menuju ke lobby kantor dan aku berlari mengejarnya. Wanita itu memakai baju kaos dan celana panjang sangat sederhana tampilannya dan ia memegang sebuah sapu sepertinya ia bekerja di sini, aneh sekali pikirku kenapa dia bekerja tidak menggunakan seragam.
__ADS_1
"Tunggu, kamu siapa?" Tanyaku sambil memegang tangannya.
"Maaf," dia menunduk dan melepaskan tangannya dari tanganku "saya sedang bersih-bersih disini."lanjut wanita itu dan melangkah untuk pergi.
Dengan cepat Goman menarik kembali tangan wanita itu dan mereka langsung berhadapan." Kamu?" kata Goman kaget melihat wajah wanita itu.
"Kamu?" balas wanita itu makin kaget, wanita itu tidak lain adalah Rasha wanita yang ia temui di taman malam kemarin. Rasha langsung teringat kejadian malam itu begitu juga dengan Goman saat bibir mereka berpaut saat dunia bukan lagi tujuan mereka melainkan mengenal satu sama lain tiba-tiba telepon Goman berdering dan tertera nama Minam di sana kemudian ia langsung bergegas pergi meninggalkan Rasha.
" Kamu yang kemarin di taman itu kan? " Tanya Goman penasaran.
" Iya" jawab Rasha singkat tapi jantungnya berdebar-debar karena melihat lelaki itu yang mencuri ciuman pertamanya tapi ia tak menyesalinya karena ia telah jatuh hati pada Goman.
"Maaf soal kemarin."Tutur Goman lembut kepada Rasha membuatnya makin jatuh hati.
"Iya gak apa-apa" jawab Rasha malu-malu padahal ia ingin sekali mengenal pria itu lebih jauh. "Kamu kenapa kesini, ini kan hari Minggu" lanjut Rasha ia juga penasaran apa yang membuat lelaki itu datang ke kantornya.
"Astagfirullah ini hari Minggu, kok aku gak ingat ya." Jawab Goman "sebenarnya aku kerja disini tapi aku benar-benar lupa kalau ini hari Minggu." Lanjut Goman menjawab.
"Pantesan aja sepi," tunjuk Goman ke arah parkiran " terus kamu kenapa kerja hari ini, dan kok gak pakek seragam. Kalau manager tau nanti kamu kena marah loh, dia itu galak." Lanjut Goman menerangkan.
"Hahaha," Rasha tertawa kecil " aku gak takut kalo kena marah, ini kan hari Minggu bebas dong mau ngapain aja."Lanjutnya dengan tawa, siapa juga yang berani marahin aku toh aku yang punya perusahaan katanya dalam hati.
"Ih kamu ini ya, kamu kenapa kerja hari Minggu gini?" Goman penasaran dengan wanita yang di depannya itu.
"Aku sudah terbiasa." Jawabnya singkat
"Ya udah kalau gitu ikut aku aja yuk, ini kan hari libur gak usah kerja ya." Kata Goman langsung menarik tangan Rasha dan sapu di tangan Rasha terlepas. Rasha yang diperlakukan seperti itu seakan sedang terbang ke langit ia benar-benar jatuh cinta kepada pria yang belum ia ketahui namanya itu.
"Eh tunggu, nanti kalo kena marah sama manager gimana?" Sambil melepaskan tangan pria tampan itu.
"Udah gak apa-apa ini kan hari Minggu bebas dong mau ngapain aja." Goman tersenyum lalu membukakan pintu mobilnya untuk wanita indah itu.
__ADS_1
"Makasih ya" Rasha masuk ke dalam mobil
Di dalam mobil ada keheningan beberapa saat, mereka terus teringat kejadian malam kemarin yang membuat mereka malu dan senyum-senyum sendiri.
"Nama kamu siapa?" Tanya mereka kompak, lalu mereka tertawa bersama.
"Kamu duluan deh, kamu kan cowok." kata Rasha
"Okee aku akan perkenalkan diriku untukmu gadis," katanya sambil tertawa "oke aku lanjut ya. Namaku Goman Kharisma umurku 26 tahun, aku bekerja sebagai Staff Gudang di perusahaan yang tadi. Udah itu aja deh, kalau kamu?" kata Goman tentang dirinya walaupun tidak sepenuhnya.
"Kalau aku ... Rasha Asmania kalau di tulis orang akan manggil aku Rasa tapi nama panggilan aku Ras Ha umurku 27 tahun berarti tua aku setahun darimu, aku kerja di perusahaan tadi khususnya setiap hari libur." Balas Rasha cukup gugup karena dia takut jika kebanyakan berbohong tentang dirinya. "Tadi kamu bilang, kamu kerja di Staff Gudang tapi kok mobil kamu keren juga." Lanjut Rasha
"Ini nih mobil Papa aku, jadi ini punya Papa aku bukan punya aku."Jawabnya cengengesan, "aku juga gak sanggup kali beli mobil yang bagus kan gaji aku gak seberapa, tapi Alhamdulillah sih dengan biaya itu aku bisa nanggung uang kuliah adik aku." Lanjutnya sambil tersenyum ke arah Rasha membuat rasa sedikit kasihan dengannya.
"Emangnya kamu gak ngelamar ke departemen lain atau minta naik jabatan? " tanya Rasha
"Pengennya sih tapi aku gak punya skill dan juga aku hanya tamatan SMA." Jawabnya
"Oh sayang juga ya, gak apa-apa lah kan mudah-mudahan kamu dapat rezeki yang banyak ya." Balas Rasha sambil menepuk halus pundak Goman yang membuat Goman serba salah
"Kalau kamu gimana, kamu cuma kerja bersih-bersih aja atau ada kerjaan lain?" tanya Goman
"Iya aku cuma bantu bersih-bersih aja disana" jawab Rasha gugup.
"Kamu cuma bantu-bantu aja?" Tanya Goman bingung
"Ng ... gak maksud ku kerja di sana" jawab Rasha makin gugup " anu ... kita mau kemana sih?" tanya Rasha mengalihkan pembicaraan.
Goman tiba-tiba berhenti mendadak membuat Rasha terkejut.
"Menikmati hari bersamamu, maukah kamu menemaniku?" tanya Goman yang mendekatkan wajahnya ke arah Rasha membuatnya semakin gugup. Wajah mereka sangat dekat wajah Rasha pun memerah bagaikan tomat, "iyy ... ya" jawab Rasha gugup bibirnya yang terbuka membuat Goman tersenyum nakal dan tatapan matanya seakan menerobos hati Rasha sedangkan Rasha serasa ingin melayang. "Sabuk pengamannya." Ternyata Goman memasangkan sabuk pengaman Rasha, tapi darah panas antara mereka berdua seakan membara.
__ADS_1
Setelah memasang sabuk pengamannya Goman kembali mengendarai mobil dan tak lupa tersenyum, Rasha yang saat itu melihatnya tersenyum langsung membalikkan badannya ke jendela dan tersenyum malu.