Rasha Dan Goman

Rasha Dan Goman
Lima Belas


__ADS_3

Tiga wanita jomblo itu sudah berjalan menuju ruangan tempat gudang office dimana tempat itu setiap pagi sebelum melakukan pekerjaan mereka breafing, Pak Amek selaku atasan staff gudang atau supervisor membuka pintu ia hendak keluar tapi di cegat oleh tiga wanita cantik di depannya ia sampai terperanjat karena kaget.


"Jangan pergi dulu Pak kami mau bicara bentar." Silsi bicara sambil memegang bahu Pak Amek untuk mencegatnya pergi, wajah yang di sentuh itu memerah ia bergetar halus karena di sentuh wanita cantik. Walaupun Amek umurnya sudah lumayan tua tetapi wajahnya yang awet muda di tambah badannya yang atletis membuat wanita ngiler terutama Sekretaris yang menyentuhnya itu. Rasha dan Minam melihat mereka saling pandang juga ikut saling memandang satu sama lain.


"Ehem... Ehem..." Rasha bersuara ia ingin aksi beberapa detik oleh Pak Amek dan Sekretarisnha itu selesai.


"Eh maaf ya Bu Silsi, ada keperluan apa Bu?" Pak Amek langsung mundur kebelakang selangkah dan Silsi langsung menarik tangannya kembali.


"Anu... Anu..." Silsi bingung mau ngomong apa, dia jadi grogi melihat Pak Amek tidak seperti biasanya ia jarang melihat supervisor ini hanya sesekali walaupun dari kejauhan.


"Kami mau ketemu dengan Goman bapak bisa panggil dia,soalnya lagi ada keperluan." Jawab Rasha cepat, Minam yang disampingnya hanya mengangguk.


"Oh... begitu ya, saya panggil dulu ya." Supervisor itu langsung berlari memanggil Goman di tempat kerja, Rasha dan Minam melihat kelakuan Pak Amek itu melongo sedangkan Silsi hanya senyum-senyum.


"Kamu suka dia ya?" Pertanyaan Rasha langsung membuat Silsi kaget.


"Apaan sih mana ada." Jawab Silsi sewot.


"Jangan bohong lu, aku tau dari aura wajahmu. Tapi kayaknya dia suka juga deh sama kamu, jadian aja langsung." Pernyataan Rasha membuat Minam tertawa geli, Silsi yang mendengar itu antara marah dan suka.


"Eh gak lah mana ada, tapi Goman itu yang mana ya?" Silsi mengalihkan pembicaraan.


"Idih malah ngasih pembicaraan, mmm Goman itu tampan dia itu abangnya Minam. Liat aja adiknya aja cantik apalagi abangnya." Minam yang mendengar itu hanya tersenyum malu.


"Oh pantesan aja." Silsi langsung melipat kedua tangannya di dada.


"Udah berisik ah." Jawab Rasha.


Ia tak sabar ingin melihat Goman, Minam juga begitu ia tak sabar ingin memberi tahu abangnya kalau ia akan bekerja di perusahaan ini. Silsi yang menunggu juga tidak sabaran, ia bukan menunggu Goman walaupun ia penasaran dengan wajah yang di suka bos gilanya itu tapi ia malah menunggu supervisor Goman ada rasa yang muncul saat ia menyentuh bahu kekar pria itu.


Aku ragu siapa sebenarnya Kak Rasha, kenapa ia bertingkah seperti bos disini, batin Minam.


Dua pria berjalan mendekati tiga wanita cantik di depan mereka, Goman kaget melihat siapa yang di depannya sedangkan Pak Amek senyum-senyum malu melihat Silsi.

__ADS_1


"Selamat pagi Bu ada keperluan apa memanggil saya?" Goman menunduk di depan Sekretaris Silsi, ia tak menyapa kedua wanitanya itu ia takut jika kedua wanitanya itu membuat masalah di kantor.


"Oh ini Rasha dan adik kamu mau ketemu sama kamu, oke kalau gitu saya tinggal ya." Silsi langsung berjalan meninggalkan mereka ia tersenyum malu melewati Pak Amek.


Goman langsung menunduk lagi saat Silsi berjalan meninggalkan mereka pergi lalu ia langsung melihat kedua wanitanya itu penuh dengan tanya.


"Kalian ngapain ke sini?" Tanya Goman, belum sempat di jawab oleh Rasha dan Minam sudah di sanggah oleh Pak Amek.


"Okeh... Kalau begitu kalian ngobrollah saya mau ke toilet dulu." Pak Amek langsung membalikkan badan dan berjalan menjauh.


Goman,Rasha dan Minam bertatapan melihat tingkah aneh Pak Amek di tambah lagi tingkah Silsi tadi.


"Oh iya kalian ngapain kesini?" Tanya Goman lagi.


"Mau ketemu kamu dong." Jawab Rasha.


"Iya bang, aku ada kabar baik buat abang." Minam langsung melihat Rasha dan mereka saling senyum, Goman melihat itu menyerngitkan keningnya.


"Kabar baik apa?" Tanya Goman bingung.


"Kita cerita di rumah aja, kita makan dulu yuk di kantin sudah laper nih." Ucap Rasha menggosok perutnya.


"Eh emang boleh kak makan di kantin kantor?" Tanya Minam melihat Rasha.


"Boleh dong." Rasha merangkul Minam.


"Tapikan gak boleh ada orang lain masuk kantor ini apalagi malah makan." Jelas Goman.


"Siapa bilang, gak ada kok orang lain di sini. Minam kan udah kerja disini, ya kan Nam?" Minam hanya mengangguk pelan dan melihat abangnya dan tersenyum kecut.


"Hah, maksudnya?" Tanya Goman bingung.


"Ah udah lah yuk kita makan, nanti kita bicarakan di rumah ya. Kami harus pulang juga soalnya Minam mau ngampus nanti makanya kita makan gratis dulu " Rasha meraih tangan Goman mereka menurut saja kehendak Rasha.

__ADS_1


Di kantin masih sepi karena belum waktu jam makan siang, Rasha melihat makanan yang dihidangkan secara buffet itu membuatnya sangat ngiler. Ia langsung mengambil piring di ikuti oleh kedua adik beradik di belakangnya itu, tapi langsung di cegat oleh penjaga stand makanan itu.


"Maaf belum waktunya makan siang, lagian kalian berdua siapa ya?" Penjaga laki-laki itu menunjuk Rasha dan Minam, jelas sekali ia tidak mengetahui Rasha karena Rasha jarang datang di tambah lagi ia datang hanya hari libur siapa yang akan tahu tentang dirinya.


Raut wajah Minam ketakutan ia melihat ke Rasha dan Goman secara bergantian, sedangkan Rasha hanya santai dengan pertanyaan itu.


"Maaf ya mas." Jawab Goman lalu meletakkan piring kembali di ikuti Minam.


"Eh kok piringnya di balikin sih, bentar ya aku telpon Sekretaris Silsi dulu." Rasha mengeluarkan handphone di kantong celananya dan melihat sinis wajah penjaga stand makanan itu, yang di lihat langsung kaget.


"Oke kita video call aja ya biar jelas." Kata Rasha mencari nomor Silsi.


Ketiga orang yang melihatnya itu langsung tertegun seakan tak percaya apa yang dilihatnya, entah apa yang di pikir ketiga orang itu. Siapa sebenarnya dia?


Telpon tersambung Rasha mau ngomong malah ia langsung menutup mulutnya ia kaget melihat siapa yang ada di samping Silsi, Sekretaris kepercayaannya itu. Ia melihat laki-laki yang tersenyum gila di depan Sekretarisnya tadi, Pak Amek.


"Hei... Kenapa dia ada di situ, kalian ngapain?" Pekik Rasha membuat Ketiga orang yang mendengarnya itu kaget.


"Anu... Anu... Ada apa sih?" Hanya itu yang keluar dari mulut Silsi, ia langsung mendorong Pak Amek yang ada di sampingnya jatuh kelantai.


"Hahaha..." Rasha tertawa melihat aksi Silsi yang takut ketahuan padahal sudah ketahuan, Goman,Minam dan penjaga makanan itu kaget dan bingung dengan tingkah Rasha.


"Udah jangan pikir yang macam-macam, mau apa lagi?" Tanya Silsi gelagapan.


"Oke... Aku tuh laper tapi penjaga stand makanan gak ngasih aku makan gimana dong?" Rasha pura-pura sedih.


"Mana dia, tunjukkin wajahnya." Penjaga makanan itu kaget mendengar Bu Silsi bicara dengan nada marah, suara telpon yang di loud speaker Rasha terdengar jelas dengan ketiga orang itu.


"Nih dia." Rasha mengarahkan handphonenya ke wajah penjaga makanan itu yang di tunjuk panik seketika.


"Kasih dia makan sepuasnya." Perintah Silsi.


"Baik Bu." Jawab laki-laki itu kuat.

__ADS_1


Rasha langsung mematikan teleponnya, ia langsung senyum bahagia karena perutnya harus di isi sementara Minam dan Goman masih tidak percaya dengan perbuatan Rasha tadi.


Itulah penguasa, ia bebas melakukan apa saja yang di inginkannya selama tempat itu adalah tepat kuasaannya.


__ADS_2