Rasha Dan Goman

Rasha Dan Goman
Dua Puluh Satu


__ADS_3

"Nam rencananya kamu ngelamar kerja di mana nanti abis wisuda?" Tanya Devi teman kuliah Minam.


"Aku bakalan kerja di Edelweis Group nanti, di kantor pusatnya." Jawab Minam yakin.


"Hahaha mimpi aja kamu Nam, mana mungkin kamu bakalan masuk situ. Aku sih bisa aja masuk ke situ karena Abang aku kan manajer di sana, tapi aku malas deh aku mau malas-malasan dulu daripada kerja bikin capek." Ucap Devi sombong.


"Ya udah terserah kamu, kamu kan juga kaya jadi bebas lah kamu mau apa gak kayak aku." Minam yakin jika dia terlalu banyak bicara pasti nanti Devi akan selalu mencari kelemahannya agar dapat di katainya nanti.


"Iya dong," mengibas rambutnya dan tersenyum sinis "eh Abang kamu kerja di sana juga kan, jadi apa tuh karyawan biasakan jadi staff gudangkan?" Devi sambil cekikikan membuat Minam kesal, ia ingat pesan abangnya jangan berkelahi dengan orang atau membuat masalah dengan orang.


"Iya, ya udah aku mau ke perpustakaan dulu." Jawab Minam langsung pergi meninggalkan Devi sendirian.


Grand Mall terbesar di ibukota membuat Rasha menyibukkan diri dengan barang yang di belinya, setelah bangun dari tidur lelapnya membuat ia harus mencuci matanya dengan berbelanja. Rasha tampak bahagia apalagi ia akan membelikan barang-barang yang diperlukan untuk Minam saat ia bekerja di kantor kelak, tak lupa ia membeli hadiah untuk Goman sebagai ungkapan cinta kepadanya.


"Kamu sudah bangun tidur?" Tanya Goman yang masih terbaring di atas tempat tidur walaupun hari sudah sore.


Rasha yang sibuk berbelanja tidak menghiraukan handphone di dalam kantong celana jeansnya, ia sibuk memelihara baju yang cocok di pakai untuk Minam bekerja.


Hari makin petang Rasha seperti lupa waktu saat berbelanja, ya dia termasuk wanita yang normal saat berbelanja. Minam sudah pulang ke rumah, Goman yang tak bernafsu makan sudah seperti puasa hari ini.


"Bang jangan di kamar Mulu, mandi sana gih udah mau maghrib juga." Minam berjalan menghampiri abangnya yang sibuk bermain handphone di kamar.


"Abang sudah mandi." Jawab Goman singkat ia tak melihat wajah Minam malah ia asik bermain dengan handphonenya.


"Oh... Kak Rasha jadi kesini ya?" Tanya Minam lagi yang sudah duduk di kasur abangnya.


"Gak tau abang, dia gak ngasih kabar apa-apa." Goman masih tidak memerhatikan Minam yang berbicara.


"Keluar yuk bang, gak bosan apa di kamar terus yuk keluar." Ajak Minam yang mau menarik tangan abangnya.

__ADS_1


"Bentar lagi dek abang lagi sibuk nih." Goman melepaskan tangan adiknya.


"Ih Abang gak jelas sih ya udah kalau gak mau." Minam langsung beranjak dan keluar dari kamar abangnya.


Matahari dengan cepat sudah terbenam membuat Rasha segera cepat pulang, maksudnya ia pulang ke rumah Goman dengan barang belanjaan yang banyak dan pizza untuk makan bersama nanti.


Tok tok tok Rasha mengetok pintu beberapa kali tapi belum ada jawaban dari dalam rumah, tangannya sudah pegal membawa barang belanjaan.


"Iya iya bentar." Suara Minam terdengar, ia terkejut siapa yang datang di tambah barang yang di bawanya membuatnya makin terkejut tapi Rasha membalasnya dengan senyum bahagia.


"Halo Minam, aku boleh masuk gak soalnya berat banget." Minam yang mendengar itu langsung membantu membawa barang yang di bawa Rasha sebagian.


"Kakak bawa apaan kok banyak kali sih?" Tanya Minam yang sudah meletakkan barang-barang itu ke atas meja di depan tv di susul dengan Rasha.


"Ada deh, eh mana abangnya?" Rasha langsung duduk kecapean.


"Bentar ya aku panggil." Kata Minam langsung berjalan menuju kamar Goman.


"Bang?" Panggil Minam.


"Ada apa lagi sih dek, Abang bilang nanti aja abang keluar." Sahut Goman masih tak memperhatikan adiknya.


"Tadi sore, ini matahari dah tenggelam ayolah keluar. Ada kak Rasha loh." Goman langsung bangkit dan berlari keluar kamar meninggalkan Minam yang masih berdiri di dalam kamarnya.


Ia tahu pasti Rasha ada di depan tv ia langsung melihat ke arah itu dan benar ia melihat Rasha yang tersenyum melihatnya, ia juga tersenyum bahagia melihat Rasha yang ada di depannya.


"Kok baru datang sih?" Goman langsung duduk di samping Rasha, ia langsung menggenggam tangan Rasha.


"Iya tadi ada keperluan." Jawab Rasha.

__ADS_1


"Eh kak, ini barang apaan ada pizzanya lagi pasti enak." Minam sudah mendekati mereka berdua, dan memegang kotak pizza di depannya.


"Makan aja, kakak beli untuk kita." Kata Rasha mellihat Minam yang kegirangan.


"Makasih ya kak." Minam tampak bahagia dengan apa yang di beri oleh kak Rasha.


"Oh iya kakak juga beli ini buat kamu." Ia membuka tas-tas belanjaannya dan mengeluarkan beberapa setelan baju kantor dan sepatu untuk Minam bekerja nantinya.


Minam yang melihat pemberian dari Rasha itu membuat ia berhenti mengunyah pizza yang ada di dalam mulutnya itu. Goman yang melihat itu juga kaget dengan apa yang diberi Rasha, ia tidak menyangka jika Rasha membelikan barang-barang yang mahal untuk Minam.


"Ini untuk aku kak, tapikan ini mahal banget." Minam langsung melepaskan setengah potong pizzanya langsung melihat harga yang tertera di baju dan sepatu yang di beli Rasha.


"Ia Rasha inikan mahal, tapi bagaimana kamu bisa membeli ini?" Goman masih kaget dengan apa yang di berikan Rasha.


"Hehehe udah tenang aja, aku masih ada dalam uang kok. Ini simpanan ku yang tak terpakai, jadi aku beli aja deh untuk Minam besokkan ia harus kerja kekantor aku tahu dari Silsi Tapi aku ada juga loh untuk kamu, jadi jangan sedih ya." Rasha langsung membuka kotak yang akan di berikannya untuk Goman, ia mengeluarkan jam tangan yang terlihat sangat mahal. Goman tak mampu berkata apapun ia yang melihat itu terasa kering tenggorokannya.


"Itu kan mahal banget kak." Sambung Minam yang melihat jam tangan warna silver yang berkilau.


"Pantes dong di tangan Goman." Ia memakaikan jam tangan yang di belokannya ke tangan kiri Goman, ia tersenyum bahagia karena jam tangan itu sangat cocok dengan Goman. " Tuh kan bener, makin ganteng aja." Ia memegang tangan Goman dengan kasih.


"Wah keren banget, aku mau coba pake baju dan sepatu juga ya." Minam mengambil semua barang yang di berikan oleh Rasha dan membawanya ke dalam kamarnya.


"Oke." Rasha menggangguk ia sudah melihat Minam berlari keguruan karena ingin mencoba baju dan sepatu yang di berikannya.


"Rasha, kamu dapat uang dari mana?" Tanya Goman pelan, ia menatap Rasha dengan tatapan penuh tanya.


"Itu uang simpanan aku selama bekerja." Jawab Rasha santai, "udah gak usah khawatir ya." Rasha tersenyum menatap Goman.


"Nanti aku akan ganti ya." Goman menatap dengan yakin.

__ADS_1


Rasha menatap Goman dengan wajah kekhawatiran ia tak sanggup melihat prianya itu mengkhawatirkan apa yang di perbuatnya. Di dekat tubuhnya dengan Goman, ia langsung mengecup bibir Goman dengan pelan. Goman langsung menyambutnya dengan hangat, perlahan rasa kekhawatiran itu hilang tinggal hanya rasa rindu yang masih menyelimuti mereka berdua.


__ADS_2