Ratu Dan Pangeran CEO

Ratu Dan Pangeran CEO
Pegunungan Laurentian


__ADS_3

Akhir bulan September ini bertepatan dengan musim gugur di belahan bumi Kanada merupakan waktu yang pas untuk berpergian menjelajahi negeri pecahan es ini.


Nuansa oranye memenuhi disetiap panjang jalanan. Hal yang paling diimpikan Ratu selama ini adalah bisa melihat dan menangkap daun maple yang berguguran secara langsung, hanya saja ia belum mendapatkan tempat yang cocok untuk melakukan hal tersebut.


Waktu menunjukkan pukul 09.15 waktu Kanada begitu angka yang terlihat ketika Ratu menoleh di jam tangan digitalnya. Sekitar 30 menit lagi travel akan sampai di pegunungan Laurentian Quebec, salah satu tempat wisata dengan panorama musim gugur yang indah dan memesona dengan ribuan pohon maple yang indah.


Ting!


Ponsel ratu berbunyi mengartikan satu pesan masuk. Bergegas ia membuka isi percakapan yang dikirim.


“Ratu, I have arrived.” (Ratu, aku sudah sampai).


Begitu isi pesan yang dikirim oleh Alexa, teman yang dikenalnya dari daring.


Beberapa bulan yang lalu, Ratu mendapatkan kesempatan untuk ikut tour ke Kanada karena berhasil memenangkan ajang hackaton bersama dengan kedua rekannya, yaitu Rian dan Ado akan tetapi ia hanya datang dengan Rian saja karena Ado tak mendapat ijin dari kedua orang tuanya. Yah… padahal biaya perjalanan sudah ditanggung pihak instansi. Tapi tidak masalah masih ada tiket liburan ke bali untuk akhir tahun nanti hehe.


“Wait five minute Alexa.”


Ratu membalas pesan Alexa.


Ponsel kembali bergetar, Alexa membalas pesannya dengan mengirimkan foto selfinya di Pegunungan Laurentian dengan backgroung pohon maple yang indah yang seketika itu membuat Ratu bertambah tidak sabar untuk segera sampai di tempat.


“Ratu.”


Panggil Rian.


“Eh kenapa Yan?.”


“Alexa cantik ga?.”


Sejak kemarin pertanyaan yang terus memenuhi gendang telinga Ratu tanpa henti ketika ada kesempatan bagi Rian untuk bertanya. Padahal kerap kali Ratu menunjukkan foto Alexa kepada pria ini.


“Rian!!!!, udah aku bilang Alexa itu levelnya bukan pria macam kau ini.”


Dengan perasaan sedikit menghayati, Ratu menarik telinga Rian.


“Sakit weh… ya kan siapa tau gitu dia mau kasih kesempatan buat pria baik hati ini… emak pasti bangga kalau punya menantu orang luar negeri terus ntar besanannya satu kampung pakai pesawat… keren gak tuh seperti kebanyakan holkay hahaha.”


“Yeeee…. Pikirin tuh projek kaga kelar-kelar.”


Sekali lagi dengan gemas Ratu menarik telingan Rian tanpa ampun. Suasana indah sepanjang perjalanan menjadi kacau seketika saat dua rekan kerja ini saling berkelahi, beradu mulut, bahkan saling menjambak bak Tom dan Jerry hingga travel sampai di tempat tujuan.


“Enjoy your holiday guys.” (Selamat menikmati liburan kalian kawan).


Ucap pas sopir ketika seluruh penumpang satu-persatu menuruni bus.

__ADS_1


“Thanks brother.” (Terima kasih kawan).


Rian melayangkan satu buah tos kepada pak supir yang kemudian dibalasnya dengan senang hati.


...###...


Beberapa menit berjalan akhirnya mereka bertemu dengan Alexa di bawah sebuah pohon maple dekat dengan danau.


Angin sepoi yang menerbangkan dedaunan membuat suasana bertambah sejuk.


Alexa menoleh, dia nampak lebih cantik dari yang ada di foto, kulitnya putih, mata biru dan rambut pirang yang panjang tergerai dengan berpakaian style layaknya anak Kanada saat ini membuatnya terlihat sangat cantik. Satu senyuman terlihat melengkung dari bibirnya yang merah.


“Ratu!.”


Panggilnya dengan riang. Gadis itu segera berhambur dan memeluk Ratu erat-erat bak dua orang sahabat yang sudah lama tidak berjumpa. Eh memang iya sih, bahkan mereka belum pernah bertemu sama sekali sebelumnya haha.


“I miss you.”


Ucap Alexa masih memeluk erat Ratu.


“I miss you more.”


Balas Ratu. Entah mengapa suasana tiba-tiba berubah menjadi haru biru.


“But I very miss you Alexa.” (Tapi aku sangat merindukanmu Alexa).


“Who is he?.” (Siapa dia?).


Alexa menatap Rian sinis yang seketikan membuat bulu kuduknya merinding. Ternyata tatapan tajam wanita Kanada jauh lebih menyeramkan daripada tatapan emaknya sendiri.


“He is Rian, my friend Alexa.” (Dia adalah Rian, temanku Alexa).


Ratu memperkenalkan.


“Oh, nice to meet you Rian.” (Oh, senang bertemu denganmu Rian).


“Nice to meet you too Alexa.” (Senang bertemu denganmu juga Alexa).


Rian menyodorkan tangannya berniat untuk menjabat tangan Alexa namun gadis itu hanya membalasnya dengan lambaian tangan mengisyaratkan “Mundur kamu Rian.”


Yah… begitulah yang tengah berkecamuk di pikirannya saat ini.


Mereka bertiga berjalan di pinggiran danau. Sambil berjalan Alexa banyak bercerita tentang kehidupannya di sekolah, di rumah, hobby hingga rahasianya saja satu dua ada yang dibocorkannya karena terlalu senang kedatangan teman yang selama ini hanya dapat berkomunikasi lewat online saja.


Sama halnya dengan Ratu dan Rian, mereka secara bergantian juga bercerita tentang hidup masing-masing. Melihat tingkah konyol Rian yang tak mau diam membuat Alexa tak menatap dingin pria itu lagi.

__ADS_1


Angin berhembus agak kencang. Daun maple mulai berguguran lagi. Momen yang pas untuk mengabadikannya dalam bentuk foto yang indah.


“Rian tolong fotokan cepat.”


Ratu melempar ponselnya sembarangan hingga Rian sedikit keteteran ketika menangkapnya. Dengan riang, Ratu menarik Alexa untuk ikut fotor bersamanya di antara dedaunan berwarna oranye yang melayang cantik di udara sebelum akhirnya bersatu dengan bumi.


“Dua puluh take apa masih kurang?.”


Ucap Rian mulai kesal karena sama sekali belum dapat kesempatan untuk berfoto juga.


“Hahaha… he is getting angry Ratu.” (Hahaha… dia mulai marah Ratu).


Gelak Alexa lalu menghampiri Rian untuk gantian memotret.


“Eh dasar si ceunah, aku pinginnya berfoto denganmu kenapa malah sama di dia.”


Ucap Rian mulai naik pitam.


“What he say?.” (Apa yang dia katakana?).


Tanya Alexa tak mengerti.


“You are so beautiful Alexa.” (Kamu sangat cantik Alexa).


Jawab Ratu mendahului Rian yang sudah setengah mangap.


Dengan cepat Rian merubah posenya setiap satu jepretan selesai begitu dan seterusnya, bak model professional yang go internasional di dalam mimpi.


“Yak satu, ganti posisi sayang… dua… ganti gaya lagi, hiyak… lompat!.”


Dengan antusias pula Ratu memberi aba-aba yang kemudian diakhiri dengan gelak tawa.


“Hahaha I like you Rian.” (Hahaha aku menyukaimu Rian).


Ucap Alexa di sela-sela pemotretan.


Tampat wajah Rian berangsur merona dengan indah.


“Hei!, I like you not I love you.” (Hei!, aku suka kamu bukan aku mencintaimu).


Ratu melempar daun maple yang sedari tadi di genggamnya tepat mengenai wajah Rian.


“Ngerti, gak bisa lihat orang seneng apa ya kamu ini.”


Rian balas melempari Ratu dengan satu genggam daun maple secara terus menerus. Akhirnya balas dendamnya kepada kawan tak berakhlaknya yang satu ini bisa terbalas dengan sempurna.

__ADS_1


Entah apa jadinya kalau Ado juga ikut hari ini, sepertinya mereka akan terlihat seperti anak kembar tiga yang selalu bertengkar tiap kali ada kesempatan.


__ADS_2