Ratu Dan Pangeran CEO

Ratu Dan Pangeran CEO
malam pertama


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 11 malam. Pangeran tengah terlelap sembari memeluk Aldoura disisinya.


"eunghh," Aldoura merasakan sesuatu yang berat melingkar di perutnya, ya tentu saja dia masih belum terbiasa dengan kehidupan setelah menikah. Segera Aldoura menyingkirkan tangan besar Pangeran dengan kasar karena kaget dan tentunya sang empu pun ikut kaget dibuatnya.


"hah ada apa?, ada apa?," Pangeran segera duduk sembari tolah-toleh dengan raut muka dan suara khas bangun tidur.


"tanganmu kenapa di atas perutku?," ucap Aldoura dengan polos sembari menunjuk perutnya.


"Astaga aku pikir apa, kita sudah menikah sayang...," Pangeran melayangkan ucapannya, sejenak tertegun melihat Aldoura malam ini yang terlihat cantik tanpa makeup. bibir berwarna merah muda alami dan kulit putih bak salju membuat nafasnya sedikit naik turun.


"atau apakah kau sengaja membangunkan ku humm?" Pangeran melanjutkan percakapan yang sempat ter jeda tadi dan mengucapkannya tepat di samping telinga Aldoura.


glek!


Aldoura menelan susah saliva nya. jantungnya seperti mau copot terlebih Pangeran yang terus menggodanya. bahkan kini jarak antara keduanya sangatlah dekat hingga Aldoura dapat merasakan deru an napas Pangeran yang mulai memburu.


"bolehkah?," ucap Pangeran sembari meraih sesuatu di balik baju Aldoura.


ctek!


kancing b r a milik Aldoura berhasil terlepas. Aldoura hanya diam, dia hanya menikmati apa yang suaminya lakukan sekarang karena dia sudah mengira biarpun menolak Pangeran akan tetap melakukannya.

__ADS_1


cup!


Pangeran mencium bibir Aldoura kemudian me lu mat nya dengan lembut.


skippp!


bisa kalian bayangkan apa yang selanjutnya terjadi ya readers 🤭😊🤫


###


tak terasa waktu sudah berganti menjadi pagi. sayup-sayup Aldoura mendengar suara seseorang tengah mengetuk pintu. mungkin ibu yang tengah mengajak mereka untuk segera sarapan.


sejak semalam keluarga baik Pangeran maupun Aldoura menginap di hotel ini. dengan tujuan untuk berkumpul dan mengeratkan tali silaturahmi antar kedua keluarga.


blush!


tiba-tiba muka Aldoura berubah menjadi merah. bagaimana dia baru menyadari kalau suaminya bisa setampan ini bahkan ketika sedang tidur.


"boleh dibanting nggak ya?," gumam Aldoura terus mengamati setiap inci wajah Pangeran.


"siapa yang ingin kamu banting hummm?," tanya Pangeran masih dalam keadaan terpejam. tanpa sengaja dia mendengar ucapan istrinya tersebut yang kini tengah merasa malu dan salah tingkah.

__ADS_1


"ti-tidak," jawab Aldoura terbata-bata.


"jangan mundur terus, sini mepet aku," Pangeran mengeratkan pelukannya membuat Aldoura semakin memerah seperti udang rebus.


"jangan seperti ini kau dengar ibu sedang memanggil kita dari luar," ucap Aldoura kembali memundurkan kepalanya.


"sudah biarkan saja," Pangeran meletakkan kepalanya di ceruk leher jenjang Aldoura.


"tapi kita juga harus ikut sarapan,"


"biar pelayan yang mengantarkan makannya kemari baby, aku masih ingin memelukmu sepeti ini."


melihat tingkah suaminya yang manja seperti bayi lantas membuatnya hanya bisa berpasrah.


sedangkan diluar ibu terus mengomel tidak jelas karena ulah anak dan menantunya yang tak kunjung membukakan pintu.


"dasar anak jaman sekarang, bukannya cepat bangun malah asik tidur berdua," celoteh ibu berjalan meninggalkan kamar Pangeran dan Aldoura.


"lihat saja aku tidak akan menyisakan jatah sarapan pagi ini. uh padahal seharusnya kita semua berkumpul untuk saling mengenal satu sama lain supaya lebih dekat,"


puk!

__ADS_1


seseorang tiba-tiba menepuk pundak ibu yang seketika membuatnya menghentikan langkahnya.


"sepertinya anda terus mengomel sedari tadi," ucap mama Pangeran dengan sedikit menunjukkan senyum hangatnya.


__ADS_2