Ratu Dan Pangeran CEO

Ratu Dan Pangeran CEO
Pulang ke Indonesia


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 19.30 waktu Quebec, Kanada. Ratu dan teman-temannya masih berada di pegunungan Laurentian untuk menikmati pesona matahari terbenam petang ini. Banyak pengunjung lain baik yang berasal dari penduduk lokal maupun penduduk asing berdatangan memenuhi pinggiran danau untuk menantikan momen indah hari ini.


Di bawah pohon maple yang mulai menguning, Ratu duduk menghadap menuju danau bersama kedua kawannya tersebut sembari menikmati bekal roti mentega yang dibawa oleh Alexa.


Ketika langit mulai berubah menjadi oranye di ujung barat, para pengunjung segera mengeluarkan peralatan elektronik mereka baik ponsel maupun kamera untuk mengabadikan pemandangan indah tersebut.


“Ratu, tolong fotoin ya.”


Rian memberikan ponselnya dengan keadaan kamera sudah terbuka. Ia mengajak Alexa untuk ikut foto bersama, dan terlihat Alexa nampak senang mengikuti setiap langkah Rian.


Rekor terbesar Rian hari ini adalah ia telah berhasil memecahkan gunung es di hati Alexa dengan berjuta kehangatan dan pelangi. Sepertinya gadis Kanada bermata indah tersebut sudah bisa menerima kehadiran Rian dalam hidupnya kali ini. Wow… penghargaan yang hebat untuk pangeran Rian.


“Rian sama Alexa terlalu jauh.”


Ucap Ratu, ia sengaja untuk membuat Rian tersipu malu.


“Alexa, can you hug him haha?.” (Alexa, bisakah kau memeluknya?).


Celetuk Ratu dan tak perlu berdebat, gadis itu segera menurut.


Puffftttt!


Dada Rian kembang kempis. Alexa semakin mendekat dan kini badan mereka saling bersentuhan yang sekatika itu pula membuat jantung Rian berdegup semakin kencang.


“Ratu kutu kupret.”


Batin Rian sembari melotot kepada Ratu.


“Mampus lu.”


Ucap Ratu balik melotot. Sembari menahan gelak tawa, Ratu terus mengambil gambar sebaik mungkin. Puas sekali ia membuat pria tampan keturunan Sunda yang digadang-gadang sebagai calon ketua RT di masa yang akan datang tersebut.


...###...


Pukul 10.15 malam waktu Quebec, travel yang ditumpangi Ratu dan Rian membawa mereka ke hotel tempat mereka menginap selama di Kanada. Mereka berpisah dengan Alexa ketika mereka travel datang. Ratu mengajak Alexa untuk ikut pulang bersama tetapi ia menolak dengan alasan naik bus akan jauh lebih cepat sampai di rumah.


Halah… padahal travel dan bus, keduanya sama hanya beda pengucapan saja. Tapi Alexa berjanji akan mengajak mereka untuk datang ke rumahnya lusa nanti.


“Besok agenda kita ke mana nih?,,, travelnya hanya mengajak keliling hari ini saja dan seharian kita hanya di gunung.”


Rian membuka percakapan setelah selesai makan malam di penginapan.


“Gausah manja, kita jalan-jalan sendiri saja.”


Jawab Ratu sembari asyik melahap makanannya. Sambal terasi dan ikan tongkol yang khusus di buatkan oleh ibunya sebelum berangkat.

__ADS_1


“Yeee… sembarangan kita belum tau tempat seperti apa Quebec ini nanti kalau ada apa-apa bagaimana hah? Ibuku sih suka wanti-wanti.”


Rain memekik serius.


“Kau ini sudah SMA tapi masih penakut.”


Merasa gemas, Ratu melayangkan sendok yang sedari digenggamnya tepat mengenai kepala Rian hingga ia meringis kesakitan.


“Hei sakit!.”


Gerutu Rian balas memukul kepala Ratu dengan sumpit bekas mie instan miliknya.


“Tenang saja Quebec tempatnya aman Rian… kita jalan-jalan di sekitaran sini saja aku cuma mau cari daun maple terus dibawa pulang buat penanda buku hehe.”


“Macet kali ya otak kau, jauh-jauh datang kemari cuma untuk mencari daun maple saja?.”


“Iya hahaha.”


Ratu tergelak puas.


^^^...^^^


Setelah beberapa hari puas berlibur di negeri Kanada ini, saatnya bagi Ratu dan Rian untuk kembali pulang ke Indonesia.


Melihat hal tersebut membuat Rian berniat masuk diantara pelukan mereka untuk ikut andil dalam momen mengharukan ini.


“Rian tolong foto kami.”


Pinta Ratu yang seketika mengurungkan niat Rian untuk ikut berpelukan bersama.


“Hais kau ini masih sempat-sempatnya minta foto… aku juga ingin ikut berpelukan.”


Ketus Rain kesal.


“Just do it Rian, I will give you hug after this.” (lakukan Rian, aku akan memberimu pelukan setelah ini)


Ucap Alexa melepaskan pelukannya sebentar kemudian kedua wanita itu kembali berpelukan dengan erat dan menangis tersedu-sedu.


“Drama… drama…”


Rian menepuk jidatnya tak habis pikir.


Tak lama setelahnya bus travel tiba di depan penginapan. Mereka bergegas keluar dari penginapan dan membawa semua barang masing-masing ke dalam bus. Sementara itu Alexa nampak berdiri di depan halte dan terus mengamati Rian dan Ratu didalam kereta besi di depannya tersebut.


“Take care Ratu and Rian, hope you are come here angain someday.”

__ADS_1


Alexa melambaikan tangannya sebentar sebelum butiran bening dari sudut mata birunya kembali berlinang. Ia bergegas menyekanya dengan cepat.


“We will come here again Alexa, I promise you.”


Jawab Ratu dari balik jendela bus.


Bus melaju siap membelah jalanan Kanada menuju bandara, dengan kejam memisahkan keua sahabat beda negara yang masing-masing terus menangis.


“Ratu udah dong nangisnya, aku jadi sedih tau liat kalian nangis terus jadi pengen peluk Alexa terus tau hehehe.”


Rian mencoba menenangkan Ratu tak lupa dengan bercandaan yang sudah sangat melekat pada dirinya.


“Bisa diem gak, aku ini lagi sedih.”


Jawab Ratu ketus sembari memukul bahu Rian kasar.


“Lagian 2 tahun lagi kita lulus, katanya kau pengen lanjut di London bareng Alexa.”


“2 tahun itu lama Riannn…”


Ratu menyeka kembali air matanya.


“Dahlah terserah kamu Ratu.”


Rian tersenyum tipis ketika mengingat fotonya dengan Alexa beberapa hari yang lalu. Ia mengambil ponsel di sakunya dan membuka galeri foto-fotonya. Sepanjang perjalanan ia tak henti tersenyum memandangi isi ponselnya tersebut dan mengabaikan Ratu yang masih terisak di sampingnya.



Pukul 11.00 waktu Quebec, Kanada.


Bus travel yang ditumpangi Rian dan Ratu tak kunjung sampai di bandara sedangkan keberangkatan pesawatnya tinggal satu jam lagi. Sudah 2 kali bus tersebut bermasalah dan harus berhenti untuk dilakukan perbaikan.


“Perasaanku tidak enak nih Ratu.”


Ucap Rian memecah keheningan.


“Sama, aneh banget nih bus sampai 2 kali bermasalah.”


Jawab Ratu setuju, ia mulai cemas namun tidak diperlihatkan takut Rian akan mengejeknya sebagai penakut.


Bus kembali melaju sedikit kencang karena juga mengejar waktu keberangkatan supaya tidak tertinggal.


Di persimpangan mendadak rem blong, supir berusaha untuk tenang akan tetapi kepanikan seisi bus membuatnya tidak fokus. Dari arah berlawanan nampak sebuah mobil tangki besar yang akan berbelok. Supir bus membunyikan klaksonya berulang kali dengan keras namun mobil takngki tersebut tak menghiraukannya hingga sopir membanting stir sembarang berusaha menghindar akan tetapi mobil kontainer malah menabraknya dari samping.


Seisi bus hanya bisa pasrah dan berdoa agar diberikan keajaiban atas musibah besar ini. Tidak ada yang mungkin selamat mengingat kecelakaan yang begitu besar ini

__ADS_1


__ADS_2