
Hari ini Aldoura dan Pangeran resmi menjadi pasangan suami istri. Acara pernikahan digelar di hotel milik orang tua Pangeran yang hanya mengundang rekan bisnis dan keluarga terdekat saja yang terpenting sah begitu harapan dari kedua belah pihak keluarga.
"suamiku," Aldoura mengayunkan tangan kiri Pangeran yang sedari tadi menggandengnya seperti anak kecil.
"ada apa istriku hmm?," Pangeran berbisik tepat di samping telinga Aldoura yang seketika membuat pipinya memerah.
"aku capek," gerutunya sembari memanyunkan bibirnya.
"kalau begitu kita istirahat di kamar ya," Pangeran menyeringai, entah skenario malam pertama mana yang tengah dipikirkannya kali ini. ya, sudah lama sekali dia menunggu hari ini datang.
"tidak mau, takut suamiku macam-macam," Aldoura menggelengkan kepalanya masih sedikit merinding.
"aku ini sudah sah menjadi suamimu jadi kamu harus menurut jika aku macam-macam denganmu baby,"
Aldoura melepaskan genggamannya, dia semakin merinding dengan perilaku Pangeran yang bertingkah bak singa yang sudah siap menerkam mangsanya dengan buas.
"hari ini aku tidur sama mama saja ya," Aldoura memberikan senyum termanisnya untuk menyembunyikan ketakutannya itu.
"tidak boleh,"
__ADS_1
Tanpa aba-aba, Pangeran mengangkat tubuh Aldoura di dekapannya untuk dibawa ke dalam kamar yang sudah dipesan sejak beberapa hari sebelum acara hari ini berlangsung.
"yakkk!," pekik Aldoura saking kagetnya.
"tenanglah aku tidak akan menyakitimu sayang,"
sebelum meninggalkan acara yang belum selesai, Pangeran berpamitan dengan orang tuanya juga dengan mertuanya, biarkan mereka saja yang mengandle acara malam ini. sedangkan Aldoura tetap tenang di gendongan sang suami dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"dasar anak muda maunya yang cepat-cepat saja," ucap ayah Aldoura dengan besannya namun masih dapat didengar oleh dua sejoli yang berjalan keluar tempat resepsi tersebut.
...###...
Sesampainya di dalam kamar, mereka saling terdiam duduk di pinggir tempat tidur. karena Aldoura yang sedari tadi terlihat gugup dan takut, Pangeran pun seketika menjadi canggung. dia hanya takut menyakiti Aldoura.
"kenapa hmmm?,"
"sekarang kamu bahkan tidak menyentuhku, padahal sewaktu di tempat acara tingkah mu seperti singa yang kelaparan," Aldoura menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Pangeran berbalik menghadap Aldoura, dipandanginya lekat-lekat wajah cantik wanita di sampingnya kemudian beralih memandang bagian tubuh yang lain.
__ADS_1
"kalau begitu apa aku bisa membantu melepaskan gaun mu yang super duper besar ini?," Pangeran menarik-narik ujung gaun Aldoura.
"ya bo-boleh saja," jawab Aldoura terbata-bata, segera ia memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan mukanya yang sudah memerah seperti tomat.
"baiklah berbalik lah biar aku bukakan resletingnya,"
Pangeran membuka resleting dengan pelan dan hati-hati tentunya. nampak bahu mulus milik Aldoura yang terekspos begitu saja.
"apa ini asli?," Pangeran menoel bahu Aldoura kemudian mengelusnya dengan lembut hingga membuat Aldoura bergidik.
"heiii!," bentak Aldoura hingga membuyarkan lamunan Pangeran.
"hehehe, aku hanya memastikan kalau yang di hadapanku ini asli," Pangeran terkekeh.
gaun Aldoura berhasil dibuka. kini dia hanya mengenakkan pakaian dalam yang sedikit ketat, membuat nafas Pangeran naik turun.
"sekarang apa?," tanya Aldoura ketika menyadari Pangeran yang justru malah tiduran dan pura-pura sibuk bermain ponsel.
"sini dulu sayang, sepertinya aku gugup deh," Pangeran menepuk-nepuk kasur disampingnya, memberikan isyarat agar Aldoura mendekat.
__ADS_1
Aldoura hanya tertegun tak bergerak sama sekali. tak perlu waktu lama, Pangeran segera menarik pinggang Aldouran dan terjatuh di atas kasur dengan Pangeran yang terus mendekapnya erat kemudian memejamkan kedua matanya.
"lebih baik kita tidur dulu baby, sepertinya kita butuh tenaga banyak setelah ini,"