Ratu Dan Pangeran CEO

Ratu Dan Pangeran CEO
Pulih


__ADS_3

siang ini hujan mengguyur seisi kota. Aldoura berdiri di depan jendela kamarnya sembari sibuk memandangi rintik hujan yang jatuh membasahi tanaman di belakang rumahnya itu.


sesekali Aldoura tampak tersenyum. setelah beberapa tahun akhirnya dia kembali mengingat masa lalunya. sebenarnya wanita itu sudah bisa sedikit mengingat namun tidak seluruhnya, dia hanya mengira jika ingatanya yang abu-abu itu hanyalah mimpi tetapi ternyata itu nyata.


"Aku pengen ketemu Alexa deh, kira-kira dia sudah menikah belum ya?,"


Aldoura mengulurkan tangannya hingga keluar jendela dan menengadahkannya pada aliran air hujan yang jatuh melalui atap rumah.


"Hai sayangku." seseorang tiba-tiba menghentikan lamunanya. Pangeran datang tanpa sepengetahuan Aldoura dan kini pria itu melingkarkan tangannya di perut ramping Aldoura dari belakang.


"eh... kapan sampainya?," tanya Aldoura basa-basi padahal biasanya juga Pangeran jarang mengabari terlebih dahulu jika akan datang.


"kenapa sekarang jadi banyak tanya hmmm?," Pangeran meletakkan kepalanya di leher jenjang Aldoura sembari sesekali mencium aroma wangi tubuh wanita yang sedang bersamanya ini.


"aih! sayang jangan seperti ini kalau ada yang lihat bagaimana?," Aldoura berusaha melepaskan pelukan Pangeran.


"tenang saja semua orang sedang tidak ada di rumah,"


"eh?," Aldoura tampak berpikir.


"ada apa hemm?," melepaskan pelukannya dan beralih duduk di tepi ranjang.


"ibu juga tidak ada sayang?,"


Pangeran hanya menggeleng. satu jam yang lalu ibu berangkat ke pasar dengan Abang dan tentu saja Aldoura sudah dipamiti tapi sepertinya ada yang geser dengan fokusnya jadi sedikit pelupa. Kakak ipar dan keponakan Aldoura hari ini pergi ke Posyandu sedangkan ayah pergi bekerja.

__ADS_1


"kayaknya di pasar deh." ucap Pangeran.


"oh astaga, tadi pagi aku sudah dipamiti kok tapi kenapa bisa lupa hehehe," menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena salah tingkah.


"kesini dulu sayang, mas kangen loh," Pangeran merentangkan kedua tangannya yang kemudian disusul Aldoura yang datang dan duduk di pangkuannya.


"kenapa manja sekali sih sekarang?,"


"aku pengen kamu,"


Aldoura terdiam sepertinya dia tidak paham dengan yang dikatakan oleh sang kekasih.


"Sayanggg," memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.


plak!


Aldoura memukul tangan Pangeran sedikit keras karena terkejut.


"kok dipukul sih," semakin manyun.


"tidak boleh sayang, harus menikah dulu tau,"


"tapi yang di mobil itu boleh hehehe," tersenyum sembari menunjukkan barisan gigi putihnya.


"ka-kalu itukan tidak sengaja," Aldoura memutar bola matanya.

__ADS_1


"boleh dong sedikit aja," Pangeran merengkek.


cup!


satu kecupan mendarat di bibir Pangeran membuat kedua bola matanya membulat seketika. sejenak ia tertegun kemudian kembali tersadar.


"sayang ih gitu aku belum siap loh tadi," ucap Pangeran masih merengek seperti anak kecil.


"dah gamau kasih lagi," Aldoura hendak berdiri namun ditahan kuat oleh Pangeran.


brugh!


Pangeran membalik badan Aldoura dan menindihnya di atas kasur.


degh!


jantung wanita itu berdetak dengan cepat. sepertinya sudah lama ia tidak melihat wajah Pangeran sedekat itu, bahkan nafanya pun terasa karena jarak mereka yang sangat dekat.


"boleh ya," ucap Pangeran.


"ih apa sih sayang," wajah Aldoura tampak memerah segera ia memalingkan mukanya memandang hal lain.


Pangeran bergegas bangun menyadari kalau wanita dibawahnya ini tidak kuat menahan berat badannya yang besar dan menjatuhkan tubuhnya disamping Aldoura.


"aku masih bisa tahan kok hehe," pangeran terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2