Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
TEST DNA


__ADS_3

"Terima kasih, Mr. Oza," ucap Fressia setelah pria itu selesai mengajari Tristan.


Tobias menatap Fressia dan tersenyum, "Terima kasih juga karena kamu mau mengikuti keinginan Tristan sehingga ia bisa fokus belajar," ucap Tobias.


"Mr. Oza, apa besok kita akan belajar lagi?" tanya Tristan.


"Tentu saja kita akan belajar. Tapi esok akan menjadi hari yang istimewa karena kamu bebas memilih apa yang ingin kamu pelajari," jawab Tobias.


"Benarkah?!" tanya Tristan antusias.


"Hmm ... Memang apa yang ingin kamu pelajari? Aku akan menyiapkan materinya nanti di rumah."


"Sepak bola!"


"Kamu menyukai sepak bola?" tanya Tobias.


"Sangat!" ucap Tristan dengan binar binar di wajahnya.


"Kalau begitu, bersiaplah dengan pakaian olahragamu karena besok kita akan belajar di taman belakang."


"Yeayyy!!!" Tristan berteriak sambil melompat gembira. Fressia melihatnya dengan perasaan yang bahagia.


"Terima kasih, Mr.," ucap Fressia.


"Jangan berterima kasih padaku. Aku juga sangat menyukai sepak bola."


"Aku tak sabar menanti hari esok, Aunty," ucap Tristan sambil memeluk Fressia.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai besok!"


Sebelum pergi, Tobias kembali memperhatikan Fressia. Ia merasa ingin terus berada di dekat Fressia. Ntah perasaan apa yang ia rasakan saat ini.


Tisha, maafkan aku tak ada di sampingmu saat itu. Kalau kamu masih ada bersamaku, tentu kamu akan seusia Fressia. Aku pasti tak akan kesepian seperti saat ini. - batin Tobias.


*****


"Katakan padaku Ivan, bagaimana hasil informasi yang kamu kumpulkan? Cepat berikan padaku!" ujar Aiden.


"Ini, Tuan," Ivander memberikan sebuah map kepada Aiden.


Aiden membuka map tersebut dan membacanya sambil menautkan kedua alisnya.


"Nona Fressia adalah putri angkat dari Nyonya Roxane Moxie, sejak lima tahun yang lalu. Tak ada yang tahu persis bagaimana Nona Fressia bisa diangkat sebagai anak. Dari data yang saya temukan, nama Nona Fressia tak terdaftar sama sekali di panti asuhan mana pun. Bahkan yang lebih aneh, akte lahir milik Nona Fressia tak ada karena ia baru didaftarkan memiliki tanda pengenal pada lima tahun yang lalu."


"Jika dugaan saya tidak salah, Nona Fressia memiliki latar belakang yang mirip dengan Nona Tishara. Jika ingin memastikan apakah mereka adalah orang yang sama, maka kita perlu melakukan test DNA," jawab Ivander.


"Test DNA?"


"Ya, kita bisa meminta bantuan pada Mr. Tobias Oza ataupun pada Tristan sebagai sample pembanding."


Tak mungkin! Bagaimana bisa jika dia adalah Tisha? - batin Aiden yang seakan menolak kenyataan bahwa kemungkinan Fressia adalah Tishara, wanita berambut merah yang selama ini ia cari.


"Lakukan apa yang menurutmu bisa memperbanyak informasi," ucap Aiden. Sebenarnya ia juga sangat penasaran. Jika memang Fressia adalah Tishara, bukankah ia harus meminta maaf padanya?


Ivander pun segera pergi lagi dari Mansion Keluarga Graham. Ia harus melakukan persiapan test DNA, yang artinya ia harus kembali ke Washington segera.

__ADS_1


Selama perjalanan, Ivander menyusun rencana untuk mengambil salah satu rambut milik Fressia dan juga milik Tristan. Selain itu, ia pada akhirnya memilih Tristan sebagai sample daripada harus bertemu dengan Tobias. Pria itu pasti akan banyak bertanya dan Ivander akan malas menjawab.


*****


"Tangkap ini, Tris," ucap Tobias.


Saat ini mereka tengah mempraktekkan pelaharan olahraga, yakni sepak bola. Mereka berlatih di dalam sebuah lapangan futsal yang memang disiapkan di taman belakang oleh Aiden.


Fressia yang berdiri di pinggir lapangan pun tersenyum saat melihat raut kegembiraan di wajah Tristan. Pipi Tristan yang berwarna putih, kini sudah berwarna kemerahan seperti tomat.


Ivan melangkah mendekati Fressia kemudian melihat bagaimana proses belajar Tristan. Tepat di sebuah kursi, terdapat sebuah gelas yang hanya berisi air putih setengah gelas.


"Bagaimana pelajaran, Tristan?" tanya Ivander mencari informasi tentang Tristan. Ia harus melaporkannya pada Aiden tentang keadaan Tristan.


"Minum siapa ini?" tanya Ivander.


"Ooo ini milik Mr. Oza," jawab Fressia.


Tanpa sepengetahuan Fressia, Ivander mengambil gelas tersebut kemudian membuang airnya dan kemudian memasukkan gelas tersebut ke dalam sebuah plastik.


Tanpa perlu melakukan test DNA, aku bisa menebak bahwa Tobias dan Fressia adalah kakak beradik. - batin Ivander, meskipun Fressia telah kehilangan ingatannya.


Degggg


Satu lagi kesamaan Fressia dengan Tishara Oza, mereka sama-sama mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatan mereka.


"baiklah, aku pergi dulu. Tuan Aiden meminta anda untuk selalu menjaga Tristan dan jangan sampai musibah waktu itu terjadi lagi."

__ADS_1


🧡 🧡 🧡


__ADS_2