
Tobias kini telah duduk di ruang tamu Kediaman Aiden. Jantungnya berdegup kencang saat ini. Ia tak sabar untuk bertemu dengan Fressia.
Inilah perasaan yang tak bisa kujelaskan saat peetama bertemu dengannya. Aku ingin melindunginya. Itu karena ia adalah adikku, adik kandungku ... Tisha. - batin Tobias.
Fressia turun dari lantai atas bersama dengan Tristan. Tadi seorang pelayan menghampirinya ke kamar tidur Tristan dan mengatakan bahwa Tobias ada di bawah dan ingin bertemu dengan Tristan.
"Uncle!" sapa Tristan dengan setengah berteriak dan sambil berlari.
"Hati hati, Tris," ucap Fressia.
"Halo jagoan! Bagaimana kabarmu?" tanya Tobias. Namun mata Tobias beralih pada Fressia.
Wajah yang di hadapannya memang bukan wajah Tishara, adik kandungnya. Wajah itu telah berubah tapi rasa sayang Tobias tak pernah berubah. Rasa yang muncul di dalam hatinya seakan tak mengenal fisik.
"Aku baik, Uncle. Bahkan sangat baik. Aku punya berita yang menggembirakan," ucap Tristan dengan wajah berseri seri.
"Berita apa itu? Maukah kamu berbagi kebahagiaan itu dengan Uncle?" tanya Tobias.
"Tentu saja!" Tristan menggenggam tangan Tobias, kemudian membawanya ke arah teras taman belakang, di mana biasa mereka mengobrol dan bersenda gurau.
"Ayo cepat katakan, Uncle sudah tidak sabar," ujar Tobias.
"Aku punya Mommy sekarang," ucap Tristan.
"Benarkah? Di mana Mommymu?"
Tristan turun dari pangkuan Tobias kemudian memeluk Fressia, "Uncle, kenalkan ini Mommyku. Mommy Tisha."
__ADS_1
Sedari tadi, Fressia terus menatap Tobias. Wajah yang sangat amat ia rindukan. Wajah kakaknya yang membuatnya merasa aman dan tenang, tapi tak pernah ia temukan karena kedua orang tuanya mengirim kakaknya ke luar negeri.
Fressia berusaha menahan rasa rindunya karena ia tahu Tobias pasti akan merasa aneh jika tiba tiba dipelik oleh seorang wanita yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya.
"Tisha?" ucap Tobias.
"Hmm ... Itu nama Mommyku, Tishara."
"Nama lengkap Mommymu adalah Tishara Oza, Tris. Dia adalah adikku, adik kecilku yang sangat cantik," ucap Tobias dengan mata yang mulai berkaca kaca.
Hati Fressia tiba tiba menghangat saat mendengar ucapan Tobias. Ia menatap kakaknya itu lebih dalam dan lebih lama.
"Apa kamu tidak ingin memeluk kakakmu ini, Tis? Atau kamu ingin aku yang menghampirimu dan memelukmu?" tanya Tobias.
"Kak ...," bulir air mulai turun di pipi Fressia. Tristan yang melihatnya langsung turun dari pangkuan Mommynya itu dan memberikan ruang bagi keduanya.
Fressia memeluk Tobias dan begitu pula sebaliknya. Pelukan itu semakin lama semakin erat, seperti mereka tak ingin terpisahkan.
"Aku merindukanmu, Kak. Sangat merindukanmu."
"Aku lebih merindukanmu lagi, apalagi setelah kamu menghilang. Aku mencarimu ke mana mana, tapi tak pernah berhasil menemukanmu," ucap Tobias.
"Jangan pergi lagi, Kak. Aku tak mau sendirian. Aku tak mau ... Aku takut Dad dan Mom akan membunuh bayiku. Aku tahu aku salah, Kak," kata kata yang dulu ingin Fressia ucapkan pada Tobias kini tersampaikan. Ia memang membutuhkan kakaknya saat itu karena hanya Tobias lah yang selalu mengerti dirinya
"Aku tak akan pergi ke mana pun. Aku akan menemanimu dan Tristan di sini," ujar Tobias.
"Uncle akan menginap di sini?" tanya Tristan dengan bersemangat.
__ADS_1
"Ya, Uncle akan menginap di sini untuk menemani Mommymu dan dirimu. Uncle juga akan bermain bersamamu. Bagaimana? Kamu suka?"
"Aku suka, aku suka! Tapi aku lebih suka jika Daddy juga ada di sini. Daddy tak pulang pulang, ia bahkan tak menghubungiku," ucap Tristan dengan kecewa.
"Daddymu sedang ada pekerjaan. Di tempatnya berada sekarang tidak mendapatkan sinyal. Oleh karena itu juga ia mengirim diriku untuk menemani kalian," ucap Tobias.
Tobias tak ingin Fressia dan Tristan berpikiran buruk tentang Aiden. Pria itu sedang dalam masa pemulihan, belum lagi kondisi kedua kakinya yang memerlukan operasi untuk bisa berjalan kembali.
Ia berjanji pada Aiden dan juga pada dirinya sendiri. Ia akan menjaga Fressia dan Tristan, menggantikan Aiden, sampai pria itu kembali.
"Kalau begitu, kita ajak Aunty Karen juga untuk menginap di sini. Bagaimana Mom?" tanya Tristan.
Jantung Tobias seakan ingin lepas saat Tristan menyebut nama Karen. Ia kembali teringat pada wanita itu karena tak ingin kembali mengecewakannya. Namun, Tobias telah menemukan Fressia, apa ia bisa kembali menjalin hubungan dari awal dengan Karen?
"Aunty Karen tak akan bisa, sayang."
"Mengapa?" tanya Tristan pada Fressia.
"Aunty akan segera pindah ke Rumah sakit di Jepang. Ia dipindah tugaskan di sana. Ia akan terikat kontrak selama lima tahun."
"Jadi aku tak bisa bertemu dengan Aunty selama lima tahun?" tanya Tristan.
"Ya, tapi nanti kita akan menghubunginya," ucap Fressia.
Mendengar percakapan keduanya, jantung Tobias kembali berdetak dengan cepat. Jika ia tak bergerak sekarang, maka ia akan kembali kehilangan Karen.
"Tis, aku pergi dulu sebentar. Aku akan segera kembali," ujar Tobias.
__ADS_1
🧡 🧡 🧡