Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
HAL PENTING


__ADS_3

"Aunty!" teriak Tristan ketika melihat pergerakan dari Fressia.


"Tris ...," sekelebat ingatan hadir di kepala Fressia, yakni saat ia menyerahkan seorang bayi mungil ke tangan seorang perawat.


Bantu aku, berikan bayi ini pada Nyonya Adeline Graham. Katakan padanya bahwa ini adalah keponakannya. - ingatan Fressia kembali pada sesaat sebelum kecelakaan merengut kedua orang tuanya.


"Aunty sudah sadar? Aku sangat takut melihat Aunty tak bangun bangun," ucap Tristan. Dokter memang memberikan Fressia obat penenang agar bisa beristirahat dan untuk sementara waktu tak memaksakan diri untuk mengingat masa lalunya.


"Sayang," melihat wajah Tristan dan rambut merah milik Tristan, membuat Fressia mengeluarkan air matanya. Kini ia mengerti mengapa ia selalu menangis setiap kali melihat rambut merah miliknya sendiri. Mungkin karena hal itu mengingatkannya pada putranya yang ia berikan pasa orang lain, meskipun masih keluarga Tristan juga.


"Aunty jangan menangis, aku ada di sini," ucap Tristan.


Fressia tersenyum dan memegang pipi Tristan dan mengelusnya lembut.


"Kamu menyayangi Aunty, sayang?" tanya Fressia.


"Sangat!" Tristan bahkan kini memberikan pelukannya pada Fressia.


Ingin sekali Fressia memberitahukan pada Tristan bahwa ia adalah ibu kandung Tristan. Namun, ia merasa tak berhak melakukan itu karena merasa telah berbuat tak baik dengan memberikan Tristan pada orang lain, meskipun masih keluarganya.


Aiden yang ternyata berdiri di dekat pintu dan menyaksikan interaksi itu pun merasa terenyuh. Ia pun melangkahkan kaki mendekati keduanya.

__ADS_1


"Tris, Daddy akan menikahi Aunty. Bagaimana?" tanya Aiden yang membuat Fressia menoleh dan menatap Aiden.


"Benarkah? Aunty akan menjadi Mommy Tristan?" Tristan seakan tak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini. Ia bahkan memeluk Aiden untuk memastikan jawaban ayahnya itu.


"Ia akan selalu menjadi Mommy mu, apapun yang terjadi."


Tristan menautkan kedua alisnya dan menatap Aiden.


"Aunty memang Mommymu, sayang. Ia mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatannya. Maukah kamu membantu Mommy mendapatkan ingatannya kembali?" tanya Aiden.


Fressia mulai merasakan kegelisahan saat melihat Tristan yang diam dan menatap ke arahnya. Apakah putranya itu akan menolak dirinya? Apakah ia akan diminta untuk pergi menjauh? Ya Tuhan, Fressia rasanya tak kuat mendengar jawaban dari Tristan.


Ntah apa yang dirasakan Fressia ketika mendengar Tristan memanggilnya Mommy. Ada getaran di dalam hatinya yang tak bisa ia lukiskan dengan kata kata. Tristan sendiri langsung mendekat ke arah Fressia dan memeluknya.


"I love you, Mommy! Aku merindukanmu. Apa Mommy masih merasakan sakit? Tenanglah, aku akan menjaga Mommy dan membantu Mommy mengingat kembali diriku dan Daddy," ucap Tristan.


"Aku akan segera menyiapkan pernikahan kita," ujar Aiden pada Fressia.


"Tapi, Tuan ..."


Aiden menghentikan langkahnya kemudian berbalik, "Jangan panggil aku lagi dengan tuan. Panggil namaku atau setidaknya dengan panggilan sayang."

__ADS_1


Cuppp


Aiden mengecup bibir Fressia yang langsung membuat wajah Fressia kembali memerah. Wajah Aiden yang melihat Fressia kaget terlihat begitu tampan.


"Pipi Mommy merah!" ujar Tristan, membuat Fressia langsung menutup kedua pipi dengan tangannya.


"Oya, nanti malam aku akan mengundang Tobias Oza ke sini. Bersiaplah karena aku akan menceritakan padanya semuanya," ucap Aiden.


"Uncle? Daddy akan mengundang Uncle Oza makan malam?" tanya Tristan.


"Ya, sayang. Nanti malam kamu juga harus ikut makan malam bersama kami karena ada sesuatu hal penting yang akan Daddy dan Mommy katakan. Sekarang Daddy harus pergi dulu. Jaga Mommy, okay!"


"Okay, Dad!" ucap Tristan sambil membentuk bulatan dengan dua jarinya.


"Mommy, kita makan bersama," ajak Tristan yang ingin sekali menghabiskan waktunya bersama Mommynya sejak dulu. Jadi saat ia mengetahui bahwa Mommynya ada di depan matanya, ia tak akan menyia nyiakan waktu.


"Hmm ..."


Keduanya melangkah menuju ruang makan. Seluruh pelayan bahkam sudah diberitahu oleh Aiden bahwa Fressia bukan lagi pengasuh putranya, melainkan ibu kandung Tristan, wanita yang selama ini ia cari.


🧡 🧡 🧡

__ADS_1


__ADS_2