Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
MENYELAMATKAN LIBERO


__ADS_3

Setelah mengetahui keberadaan Libero, Aiden bersama Grey pun pergi ke sana. Sementara itu, Ivander menyerang sistem pertahanan secara digital dan Larn, pria yang awalnya berkhianat, diminta Aiden untuk meningkatkan penjagaan di gudang dan villa.


Untuk Bricks, ia mendapat tugas khusus menjaga Fressia dan Tristan di Kediaman Aiden di Washington DC.


"Grey, apa yang ia lakukan sekarang?" tanya Aiden.


"Beberapa anggota Klan kita yang berkhianat langsung bergabung dengan Tuan Libero. Namun, mereka juga melalui seleksi dan ada beberapa di antaranya yang dibuang begitu saja oleh Tuan Libero. Saat ini Libero sedang pergi menemui Tuan Dalin," jawab Grey.


"Biarkan saja anggota yang berkhianat itu. Ingat wajah mereka dan jangan pernah menerima mereka lagi di Klan kita. Aku tak akan pernah menerima kembali orang orang yang telah berkhianat," ucap Aiden.


Aiden membuka ponsel dan membaca e-mail yang dikirimkan oleh Ivander.


"Grey, kembalilah ke tempat Ivan dan bantu dia menyiapkan strategi baru. Ia memerlukan seseorang untuk membantu," ucap Aiden.


"Tidak, Tuan! Aku tak akan meninggalkanmu sendirian di sini. Tidak akan!" ucap Grey.


"Aku akan aman berada di sini, Grey. Tenang saja," ucap Aiden.


"Aku akan menghubungi Ivander dan memintanya mencari bantuan dari anggota kita yang lain. Aku tak akan pernah meninggalkan anda, apapun yang terjadi. Aku akan membawa anda kembali pada Nyonya Fressia dan Tristan," ucap Grey dengan wajah yang tak akan mengubah keputusannya meski Aiden akan memecatnya.


Aiden menghela nafasnya pelan. Dari ketiga asisten kepercayaannya, memang Grey yang paling sering ada di sampingnya.

__ADS_1


"Baiklah, terserah padamu saja. Aku tak bisa memaksamu."


Baru selesai Aiden berbicara, kembali terdengar suara ledakan dan itu tepat di belakang mereka.


Duarrrr


Ledakan selanjutnya kembali terdengar dan kini terdengar suara seseorang tertawa dengan kencang dari sebuah pemancar kecil yang dilemparkan di dekar Aiden.


Aiden, Aiden ... Kamu akan segera mati. Dark Shades adalah milikku dan ketika aku mengambilnya, maka aku juga akan mengambil putramu dan pengasuhnya. Kami akan membentuk keluarga yang bahagia bersama. Aku tak bisa membayangkan pengasuh putramu itu pasyi hebat di ranjang.


"Kita harus bergerak, Grey. Atau mereka akan menghabisi kita di sini."


"Tapi, Tuan."


"Whattt?! Anda mau bunuh diri, Tuan?" tanya Grey ketika mendengar perintah Aiden pada Ivander. Apa itu juga yang membuat Aiden memintanya pergi dari sana? Agar ia selamat dari ledakan yang akan dibuat oleh drone kiriman Ivander.


"Aku tidak akan mati. Aku akan kembali untuk istri dan putraku," ucap Aiden dengan yakin.


Sementara itu, Libero tengah berpesta setelah memastikan dua buah bom yang ditembakkan oleh sniper khususnya ke markas Aiden. Setelah pesta ini selesai, ia akan pergi menemui Fressia. Tentu saja untuk menghangatkan tempat tidurnya, menggantikan Amartha yang telah ia lemparkan ke jurang setelah ia pakai semalaman.


Tak lama setelah itu, terdengar sebuah suara ledakan yang sangat besar di beberapa titik di area Aiden dan Grey berada. Selain itu, klub malam tempat Libero berpesta pun terkena imbas dengan ledakan yang sedikit lebih kecil, namun bisa dipastikan seluruh pengunjung yang berada di dalamnya mati karena ledakan tersebut bercampur dengan gas beracun.

__ADS_1


*****


"Lepaskan aku!" teriak Libero. Ia berada di sebuah ruangan yang berdinding batu dan hanya diterangi dengan sebuah lampu kecil yang tak terlalu terang.


Libero berusaha melepaskan dirinya dari ikatan tali yang begitu erat di pergelangan tangan dan kakinya. Lantai tempatnya duduk pun terasa begitu dingin dan lembab.


Brakkk


Tampak sosok seorang pria berkacamata memasuki ruangan. Dia adalah Ivander, salah satu asisten pribadi Aiden. Tatapannya begitu tajam dan menusuk.


"Asisten tollol!! Cepat lepaskan aku! Apa kamu ingin mengurungku karena telah membuat atasanmu itu mati hah?! Dia itu tak ada gunanya, jadi sangat pantas untuk mati. Sama seperti dirimu!"


Bughhh


Ivander melayangkan pukulannya tepat ke wajah Libero, "Seharusnya kamu itu sudah mati!! Puihhh" Ivander yang kesal langsung meludahii Libero. Ia tak peduli lagi jika Aiden marah karena ia berbuat kasar pada Libero.


* Flashback On


Ivander yang telah mendapatkan e-mail balasan dari Aiden pun menautkan kedua alisnya. Ia mengira Aiden akan membatalkan rencana pengiriman drone tapi termyata atasannya itu malah memintanya untuk menculik Libero dari klub malam dan membawanya pergi.


"Bagaimana bisa ia melakukan ini? Apa ia ingin menyelamatkan Tuan Libero karena ia adalah putra Tuan Jion?" Ivander mendapatkan e-mail dari Aiden untuk menculik Libero melalui seorang barista yang dikenal oleh Aiden. Barista itu telah mencampurkan minuman Libero dengan obat bius dan akan membantu Ivandet membawa Libero keluar dari tempat itu tanpa diketahui oleh siapa pun.

__ADS_1


* Flashback Off


__ADS_2