
"Kamu bodoh sekali!" teriak Amartha saat ia dan Libero telah sampai di apartemen. Amartha membanting tas tangan nya ke atas sofa, kemudian menghempaskan tubuhnya juga ke atas sofa sambil terus menggerutu.
"Bodoh! Bodoh bagaimana? Aku hanya merayu pengasuhnya saja," ucap Libero yang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Kamu membuat pendekatanku pada Aiden menjadi gagal!" ungkap Amartha.
"Sebaiknya kamu berkaca! Kamu itu tak akan pernah mendapatkan perhatian Aiden. Kamu itu tak lebih hanya seperti wanita mur rahan di matanya!" ucap Libero.
Plakkkk
Amartha langsung menampar Libero dan Libero yang tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Amartha pun langsung menggenggam erat pergelangan tangan Amartha.
"Wanita sialllan!! Kamu kira aku takut padamu hah?!" Libero yang memang menyimpan dendam pada Aiden pun melampiaskannya juga pada Amartha.
"Ahhhhh!!" Amartha berteriak ketika Libero menghempaskannya ke atas tempat tidur. Amartha melihat kilat amarah yang luar biasa pada mata Libero dan membuatnya sangat takut saat ini.
"Ro, hentikan. Maaf, maafkan aku," pinta Amartha. Ia tak ingin Libero berbuat kasar padanya, apalagi sampai melakukan hubungan penyatuan yang biasa mereka lakukan dengan amarah seperti itu.
Namun, Libero yang memang sedang kesal dengan Aiden dan kini ditambah lagi dengan perkataan Amartha, tak bisa membendung amarahnya. Akhirnya ia pun memaksa melakukan penyatuan dengan kasar dan sangat menyakitkan bagi Amartha.
__ADS_1
Aku akan membuatmu membayar semua penghinaan dan kesombonganmu padaku, Aiden! Aku tak akan membiarkan dirimu hidup dengan nyaman dan bahagia. Klan Mafia 'Dark Shades' adalah milik ayahku, seharusnya aku yang menjadi pemimpinnya saat ini, bukan dirimu! - batin Libero yang adalah putra dari Jion Demon, pemimpin Klan Mafia 'Dark Shades' sebelum Aiden.
*****
"Tuan, mereka kembali berulah," ucap Grey yang baru saja mendapat telepon dari Bricks bahwa Tuan Dalin kembali melakukan pencurian pada barang barang yang akan mereka kirimkan ke luar negeri.
"Aku akan ke gudang sekarang, Grey!" ucap Aiden.
Ia tak suka dengan cara kerja Dalin yang semaunya dan menghalalkan segala cara. Ia bahkan dengan terbuka menyerang Klan Mafia yang dipimpin oleh Aiden.
"Siap, Tuan. Saya akan menyiapkan semuanya."
Sementara itu di gudang senjata khusus Aiden,
Sungguh, Bricks merasa ia tak pantas lagi bekerja di Klan Mafia 'Dark Shades'. Ia bahkan mulai memikirkan ingin mengundurkan diri karena kegagalannya yang berulang.
Setelah beberapa waktu, Aiden akhirnya sampai. Bricks langsung menemuinya meskipun ia seakan tak punya muka lagi untuk bertemu dengan atasannya itu.
"Maafkan aku, Tuan. Aku gagal lagi," ujar Bricks dengan rasa penyesalan yang amat sangat.
__ADS_1
"Tak mengapa, Bricks. Kegagalan adalah awal dari sebuah kemenangan yang tertunda," ucap Aiden yang saat ini hatinya masih diliputi rasa bahagia karena ia akan segera mempersiapkan pernikahannya dengan Fressia.
"Tapi, Tuan. Kali ini jumlah yang ia ambil lebih besar dari sebelumnya," ujar Bricks.
"Periksa CCTV sekarang, Van!" perintah Aiden.
Sebelum ini, Aiden pernah memerintahkan Ivander untuk memasang CCTV dalam ukuran kecil di beberapa tempat di dalam gudang juga di villa.
Ivander langsung menganggukkan kepalanya dan memasuki salah satu ruangan penting di dalam villan yang tak diketahui oleh siapa pun. Ia memasang semua perangkat pengawasnya di sana.
"Siapa saja yang pernah datang ke sini, Bricks?" tanya Aiden sambil matanya mengawasi pekerjaan Ivander. Sementara Ivander dan Bricks bersamanya, Grey memantau para anggota klan di luar.
"Tak banyak yang datang, Tuan. Hanya saja minggu lalu sahabat anda Tuan Libero sempat datang bersama asistennya. Mereka ingin membeli senjata dari kita dan barang itulah yang dicuri oleh Tuan Dalin. Jadi, kita harus mengganti kerugian cukup besar pada Tuan Libero," jawab Bricks.
"Libero," Aiden mengepalkan tangannya. Tanpa memeriksa CCTV, ia tahu pekerjaan siapa semua kekacauan ini.
"Aku mendapatkannya, Tuan!" ujar Ivander.
Ivander memperlihatkan rekaman CCTV saat Libero sedang berbicara dengan Bricks. Asisten pribadi Libero berbicara dengan salah seorang anggota Klan dan memberikannya sebuah cek dan juga uang cash. Mereka melakukannya di titik buta CCTV utama, tapi justru tertangkap di CCTV kecil yang dipasang Ivander belakangan.
__ADS_1
"Sialll, tangkap dia sekarang dan bawa ke ruangan khusus. Aku sendiri yang akan menginterogasinya," kata Aiden
🧡 🧡 🧡