Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
AKU PERCAYA PADAMU


__ADS_3

Bughhh


Aiden yang merasa kesal karena salah satu anggota Klan nya berkhianat, kini telahberada di sebuah ruangan khusus dan berhadapan dengan pria yang tengah duduk di sebuah kursi, tapi tak diikat sama sekali.


Aiden telah memukulnya sekali, tapi pria itu sama sekali tak membalas karena ia tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal.


"Kamu mengkhianatiku!" ucap Aiden menatap tajam pria itu.


"Maafkan saya, Tuan. Saya terpaksa."


Aiden mendengus kesal. Ia memang yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh anggotanya ini karena sebelum mereka masuk ke dalam Klan, mereka telah diperiksa dan di tes kejujuran serta kesetiaannya.


"Cepat katakan sebelum aku memukulmu lagi," ucap Aiden.


"Anak saya memerlukan biaya besar untuk melakukan operasi ginjal dan Tuan Libero memiliki pendonor yang cocok dengan putra saya."


Aiden memejamkan matanya dan menghela nafasnya. Jika sudah berhubungan dengan anak, Aiden juga pasti akan melakukan apapun. Bahkan saat mengetahui bahwa Tristan diculik pun Aiden langsung mengumpat dan hampir membunuh Fressia, yang ternyata adalah ibu kandung putranya dan wanita yang ia cari selama ini.


Sebelum Aiden melanjutkan bicaranya, pria itu pun memberitahu sesuatu pada Aiden, yang membuatnya kaget karena ia tak mengetahuinya selama ini.


"Tuan Libero mengatakan pada saya bahwa Klan ini akan menjadi miliknya karena ia adalah putra kandung dari Tuan Jion Demon. Ia akan segera mengambilnya dari anda dan menghasut semua klien anda. Selain itu .... Semua anggota telah siap untuk meng-kudeta anda bersamanya."


Aiden tak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh pria itu. Ia langsung meminta Ivander dan Bricks untuk mencari tahu. Pasalnya Bricks yang menjadi pemimpin di sana jika Aiden tak ada pun benar benar kecolongan.


"Apa yang saya katakan adalah kebenaran, Tuan. Maaf. Saya tahu saya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, tapi saya tak akan berbohong untuk masalah ini."

__ADS_1


Aiden melihat di mata pria itu bahwa ia memang tidak berbohong, hanya saja Aiden semakin bingung dengan keadaan ini. Jika para anggotanya berniat mengambil kekuasaan darinya, pasti ada sesuatu yang membuat mereka menginginkan ia untuk turun dari jabatan tertinggi 'Dark Shades'.


*****


Satu minggu berlalu,


Tristan yang tak melihat kehadiran Aiden pun uring uringan, begitu juga dengan Fressia. Tak ada kabar sama sekali dari pria yang mengajaknya menikah itu.


"Apa ia membohongiku? Memberiku harapan lalu meninggalkanku?" Fressia tiba tiba merasakan sakit di kepalanya.


Ingatlah namaku, Aiden Leander Graham. Aku akan bertanggung jawab akan kejadian malam ini. Aku tak akan melepaskanmu.


Namun, sekelebat ingatan itu membuat Fressia kembali meyakini bahwa Aiden tak akan menipunya. Sikap Aiden yang begitu lembut padanya, membuat Fressia menciptakan rasa tersendiri pada Aiden di dalam hatinya.


"Daddy sedang bekerja," jawab Fressia menenangkan putranya.


Bahkan janji Aiden akan mempertemukannya dengan Tobias pun belum sempat terjadi karena selain tak ada kabar, Tobias Oza pun sudah tak lagi datang ke mansion.


Fressia melihat mansion itu tiba tiba saja memiliki lebih banyak penjaga daripada biasanya. Ada perasaan tidak enak di dalam hati Fressia yang mengatakan bahwa Aiden sedang menghadapi sesuatu yang besar dan berbahaya.


"Kita masuk ke dalam kamar saja bagaimana?" tanya Fressia, "Kita belajar membuat mobil dari karton."


Tristan tampak antusias dengan apa yang dikatakan oleh Fressia. Ia pun langsung menggandeng tangan Fressia dan membawanya ke dalam kamar tidur. Selama tak ada Aiden, Fressia selalu menemani Tristan di dalam kamar tidurnya. Bahkan ia tidur di sana karena Tristan tak ingin sendirian.


*****

__ADS_1


Duarrrr


Aiden bersembunyi di dalam ruang rahasianya ketika sebuah bom besar diledakkan. Ia bersama Ivander memeriksa seluruh CCTV yang ada di gudang dan villa.


Setelah seminggu yang lalu berhasil menginterogasi pria yang disuap oleh Libero, dan mendapatkan sebuah informasi. Aiden mulai memilah seluruh anggota Klan tersebut. Aiden memilih cara yang berbeda.


Ia tak memecat pria yang disuap itu, tapi justru menaikkan jabatannya dan membantu semua biaya pengobatan putra semata wayang pria itu. Ia bahkan meminta Ivander mencarikan donor dari seluruh dunia.


Sejak itu, pria itulah yang memilih anggota anggota yang akan berdiri bersama dengan Aiden. Meskipun hampir setengah tereliminasi, tapi Aiden kini yakin bahwa anggotanya asalah orang orang terpilih.


"Mereka menyerang kembali secara langsung!" teriak Grey saat masuk ke dalam ruangan.


"Van, jaga di sini dan serang mereka dengan drone itu," ujar Aiden.


"Tapi itu bisa melukai anda, Tuan," ucap Ivander.


"Jika sesuatu terjadi padaku, selamatkan Klan ini dan ... Jaga Tristan dan Fressia untukku."


"Tuan ....?"


Aiden tersenyum kemudian keluar dari ruangan itu setelah mengenakan rompi anti peluru dan mengambil senjatanya.


"Aku percaya padamu, Van."


🧡 🧡 🧡

__ADS_1


__ADS_2