Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
SUKA BERUBAH


__ADS_3

Aiden mengerjakan semua pekerjaan Anlee Group New York melalui e-mail. Grey yang membantunya mensortir semua dokumen yang masuk. Selain itu, Grey juga sedang mengawasi seorang mafia yang ia curigai berada di balik penculikan Tristan dan peledakan gudang senjata.


"Van, aku pulang dulu. Aku ingin makan malam bersama keluargaku," ucap Aiden.


"Baik, Tuan. Serahkan semuanya padaku, aku akan menyelesaikamnya dengan baik."


"Terima kasih."


Aiden pun pergi dari perusahaan ditemani oleh Grey. Aiden sangat membutuhkan kedua asistennya itu dan juga Bricks. Ketiganya memiliki keahlian yang luar biasa meski berbeda beda.


Ia sampai di rumah dan meminta Grey untuk kembali ke perusahaan, untuk membantu Ivander. Aiden masuk ke dalam rumah dan melihat Tristan sedang bersama dengan Fressia di ruang keluarga.


"Hallo, Tris!" sapa Aiden, membuat Tristan menoleh kemudian berlari memeluknya. Sementara Fressia justru memegang daddanya yang tiba tiba berdetak cepat saat melihat senyum Aiden. Kepalanya tiba tiba saha seperti memutar sesuatu. Ia pernah melihat senyuman itu. Namun dengan cepat Fressia menggelengkan kepalanya untul menghilangkan bayangan itu dari pikirannya.


"Kita makan malam bersama, okay. Daddy akan memasak untuk kita," ucap Aiden.


"Daddy bisa memasak?" tanya Tristan.


"Tentu saja bisa. Apa yang Daddy tidak bisa lakukan?" ucap Aiden membanggakan diri di hadapan putranya dan juga Fressia.


Aiden mengambil sebuah apron miliknya yang memang ada di salah satu laci di dalam dapur tersebut. Ia memakainya dengan kemeja yang masih melekat di tubuhnya. Dengan cekatan Aiden memotong sayuran dan daging menyiapkan bumbu bumbu kemudian mengolahnya.


Fressia menatap Aiden dan ia seakan terpaku dengan pemandangan di hadapannya. Ia kembali tersadar ketika Tristan berteriak.


"Daddy keren! Tristan juga mau bisa memasak," ucap Tristan.

__ADS_1


"Nanti kamu juga akan bisa. Tenang saja, Daddy akan mengajarimu," ucap Aiden.


Semakin senanglah Tristan karena jika ayahnya akan mengajarinya, itu berarti waktu mereka bersama akan semakin banyak.


"Fre, bisa bantu aku menyiapkan piring piringnya?" tanya Aiden.


"Ohh bisa, Tuan," Fressia pun mengambil piring yang diletakkan di lemari atas. Tiba tiba saja tubuh Aiden berada di belakangnya dan membantunya mengambil piring yang letaknya agak tinggi tersebut.


Sentuhan Aiden pada lengannya membuat gelenyar di tubuh Fressia, hingga ia menjauh. Namun ia kembali merasakan kilatan peristiwa di mana ia berada begitu dekat dengan seorang pria.


"Maaf, Tuan," ucap Fressia mengambil piring dari tangan Aiden dan mulai menyusunnya di meja makan.


Aiden tersenyum tipis saat melihat tingkah laku Fressia. Ia pun segera memindahkan masakan yang ia buat ke sebuah piring kemudian memberikannya pada Tristan untuk dibawa ke meja makan.


"Aunty," ucap Tristan.


Memalukan! - batin Fressia saat melihat Aiden yang sudah berdiri di dekatnya.


Jantungnya berdetak dengan cepat saat melihat wajah Aiden dari dekat. Ia pernah melihatnya, tapi kali ini pria itu lebih banyak tersenyum. Sungguh, jantung Fressia sepertinya sedang dalam kondisi tidak baik baik saja.


"Ayo kita makan," Aiden membantu Tristan untuk duduk, kemudian mengambilkan makanan untuk putranya itu.


Tristan sangat gembira hingga ia langsung melahap makanan yang disiapkan oleh ayahnya itu. Wajahnya sumringah ketika merasakan bahwa makanan tersebut sangat lezat.


"Ini enak sekali, Dad!" ucap Tristan.

__ADS_1


Fressia menatap makanan tersebut dengan penuh keinginan. Namun ia tak berani mengambilnya, takut bahwa makanan itu hanya untuk Aiden dan Tristan.


"Makanlah," Tristan menyendokkan makanan tersebut ke atas piring Fressia.


"Untukku?"


"Ya, tentu saja. Makanlah. Kita makan bersama sama. Makan malam kecil seperti ini belum bisa membalas semua bantuan yang kamu berikan selama menjaga Tristan," ucap Aiden.


Aiden sedang terus berusaha mencari maaf dari Fressia, meskipun wanita itu pernah mengatakan telah memaafkannya. Ia ingin Fressia merasa nyaman kembali dengannya. Saat itu, ia akan menjelaskan semuanya.


Fressia akhirnya menyantap makanan tersebut dengan lahap. Memang benar apa yang dikatakan oleh Tristan bahwa makanan tersebut sangat enak.


"Besok kita akan pergi bersama ke pantai, bagaimana?" tanya Aiden.


"Pantai?"


"Hmmm."


"Yeayyy!!!"


Tristan melompat senang. Ia langsung menghabiskan makan malamnya dengan cepat karena ingin mengajak Fressia merapikan barang barang yang akan ia bawa.


"Aunty, ayo cepat!"


Fressia kembali menoleh ke arah Aiden dan pria itu ternyata sedang menatap ke arahnya. Sorot matanya begitu tajam namun meneduhkan. Ia seakan melihat sosok pria berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


Tapi aku tak bisa mempercayainya. Ia suka berubah setiap saat. Kadang baik dan kadang emosi. Aku takut jika pribadi lama nya kembali. - batin Fressia.


🧡 🧡 🧡


__ADS_2