Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
AKAN KEMBALI PADANYA


__ADS_3

Fressia berdiri di depan pintu utama Kediaman Aiden sambil terus memperhatikan area luar. Ia menanti kedatangan Aiden kembali, yang sudah hampir satu bulan ini tak ada kabar sama sekali.


Bahkan yang membingungkan Fressia adalah kedua asistennya tak menampakkan batang hidungnya dan Aiden juga tak menghubungi Tristan untuk sekedar menanyakan keadaan putra mereka itu.


"Apa ia meninggalkan kami di sini? Ataukah ia sudah menemukan seseorang yang ia cintai?" gumam Fressia yang tiba tiba saja merasakan rindu di dalam hatinya.


Secara perlahan, ingatan yang ia lupakan mulai kembali. Hal itu membuatnya kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Aiden. Malam panjang keduanya bukanlah kesalahan Aiden, tapi keinginan mereka berdua.


"Are you okay, Mommy?" tanya Tristan saat melihat Fressia yang terus berdiri di pintu.


Fressia memeluk Tristan dan tersenyum, "Mommy baik baik saja dan akan selalu baik jika bersamamu. Ayo kita masuk."


Ia tak ingin membuat Tristan bersedih, apalagi ketika ia mengingat bagaimana ia tak bisa nelihat tumbuh kembang Tristan saat bayi.


Sementara itu di sebuah rumah sakit,


Aiden mengerjapkan matanya, kedua kakinya tak bisa digerakkan. Ia berusaha memanggil seseorang dengan menggerakkan tangannya, tapi tak bisa karena kedua tangannya di gips.


Perawat yang berada di luar ruangan menangkap sinyal bahwa Aiden telah sadar. Ia pun langsung masuk ke dalam setelah memanggil dokter untuk melakukan pemeriksaan.


"Anda tenang dulu, Tuan. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada anda," perawat tersebut berusaha menenangkan Aiden karena tampaknya banyak pertanyaan yang ingin diajukan oleh Aiden.


Grey tampak berdiri tak jauh dari tempat tidur di mana Aiden terbaring. Selama Aiden berada di rumah sakit, dirinya lah yang mengurus perusahaan Graham bersama dengan Ivander. Sementara itu Bricks tetap menjaga Mansion Aiden di mana Fressia dan Tristan berada.

__ADS_1


Setelah dokter selesai memeriksa, ia mengajak Grey keluar. Dokter memberikan Aiden sedikit penenang karena Aiden berusaha teeus bergerak padahal kaki dan tangannya sedang tidak dalam kondisi baik baik saja.


"Bagaimana?" tanya Grey.


"Ia sudah sadar setelah tiga minggu koma, itu merupakan hal yang sangat luar biasa. Kondisi tulang tangannya yang retak dan patah akan kembali kami rontgen. Sementara untuk kakinya, kami akan menghubungi dokter spesialis. Keadaan pasien sendiri sudah lebih baik untuk kami melakukan observasi," jawab dokter.


"Lakukan yang terbaik, apapun itu," ucap Grey.


Setelah berbicara dengan dokter, Grey kembali ke dalam ruangan di mana Aiden berada. Ledakan besar yang terjadi itu, berhasil meluluh lantahkan seluruh markas milik Libero dan anggota anggotanya. Grey sendiri selamat karena Aiden melindunginya dengan tubuhnya.


Kaki Aiden tertimpa dinding yang hancur, sementara tangannya patah karena terjatuh dengan begitu keras. Grey mengingat semua itu dengan sangat jelas. Ia langsung menghubungi Ivander dan mereka membawa Aiden ke rumah sakit.


Atasan mereka itu langsung nenjalani proses operasi dan masuk dalam tahap koma karena tak terbangun setelah obat bius hilang.


"Saya di sini, Tuan," ucap Grey sembari mendekat.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Anda bisa melihatnya, Tuan. Aku baik baik saja, sangat baik," jawab Grey dengan rasa sesak di dalam hatinya.


"Lalu bagaimana keadaan Fressia dan Tristan?"


"Bricks selalu menjaga mereka dan mereka dalam keadaan aman di Mansion, Tuan."

__ADS_1


"Kamu tak memberitahukan keadaanku kan? Jangan sampai mereka tahu," ucap Aiden.


"Mereka tak mengetahui apapun, Tuan. Bahkan kami tak ada yang mengangkat panggilan dari Nona Fressia ataupun Tristan."


Aiden menghela nafasnya pelan. Ia tak ingin Fressia dan Tristan, serta keluarganya, melihatnya dalam kondisi seperti ini. Ia harus sembuh dan kembali pada mereka. Aiden tak mau kehilangan waktu lagi bersama Fressia dan Tristan.


"Lalu bagaimana dengan Libero?" tanya Aiden.


"Apa anda yang meminta Ivan membawanya pergi sebelum peledakan klub itu?" tanya Grey. Sungguh, Grey penasaran mengapa atasannya itu malah menyelamatkan pria itu. Seharusnya pria itu sudah mati malam itu.


"Ya, aku yang memintanya."


"Untuk apa, Tuan? Seharusnya kita membiarkannya mati malam itu!" Grey tampak tak bisa mengendalikan emosinya.


Aiden tersenyum tipis, "Karena aku yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku ingin bersenang senang dengannya. Kamu, Ivan, dan Brick, bermainlah dengannya sesekali. Buat hidup Libero menyenangkan sebelum ia mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini," ujar Aiden.


"Tuan ..."


"Dia yang menculik Tristan, dan dia juga yang menembak Grandpa Lee dan Grandma Anita. Jion hanya menanggung kesalahan yang seharusnya bukan kesalahannya. Jadi aku yang akan menyelesaikan semuanya nanti."


"Kalau begitu, anda beristirahatlah, Tuan. Biar kami dulu yang akan bersenang senang dengannya. Anda harus segera pulih karena tampaknya Nona Fressia sangat mengkhawatirkan anda. Ia sudah berkali kali menanyakan keberadaan anda pada Bricks," ucap Grey.


"Aku pasti akan kembali padanya dan menikahinya, Grey."

__ADS_1


🧡 🧡 🧡


__ADS_2