Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
SIAPKAN SEGERA


__ADS_3

Aiden kini berhadapan langsung dengan Anthony dan Kimberly. Keduanya menatap Aiden dengan tajam setelah mendengar pernyataan Aiden yang selama ini ia sembunyikan.


"Maafkan aku, Dad, Mom," ucap Aiden dengan menundukkan kepalanya.


Aiden sangat yakin kedua orang tuanya akan memarahinya. Ia sudah siap menerima kemarahan kedua orang tuanya. Namun, tanpa ia sangka, Mom Kimberly justru mendekatinya dan memeluknya dengan erat.


"Are you okay?" tanya Kimberly sambil mengelus punggung Aiden. Putranya itu masih duduk di atas kursi roda karena proses pemulihannya belum sempurna. Ia sudah bisa berjalan beberapa langkah, tapi dokter menyarankan untuk tak terlalu memforsir kakinya terlebih dulu.


"Mom," Aiden membalas pelukan Kimberly dengan tak kalah erat. Sudah lama sekali rasanya ia tak memeluk ataupun dipeluk seperti ini. Aiden memang seakan menjauh karena rasa kehilangannya pada kakek dan neneknya. Selain itu, pencarian Aiden pada wanita berambut merah dan bagaimana ia menyembunyikan Tristan, turut andil di dalam semua perubahan sikap dan hidup Aiden.


"Kamu tak mau mempertemukan kami dengan menantu dan cucu kami?" tanya Dad Anthony.


"Maafkan aku, Dad. Bukan maksudku menyembunyikannya. Aku ..."


"Kami ingin bertemu dengan mereka sekarang, Son. Selain itu, segeralah menikah dan berbahagialah. Dad dan Mom tak akan menghakimimu. Dad yakin kamu memiliki alasan tersendiri atas semua yang kamu lakukan dan kamu bisa bertanggung jawab."


"Dad ..."


"Jangan pernah menganggap kami sebagai orang lain. Kami adalah keluargamu. Kami tak akan menyakitimu, Son. Yang kami inginkan hanyalah kebahagiaanmu."


Aiden rasanya tak bisa menahan rasa haru di dalam hatinya. Prasangka yang selama ini ia takutkan bila kedua orang tuanya mengetahui kebenaran ini, sama sekali tak terbukti.


"Kami akan menemanimu, okay," ucap Mom Kimberly.


"Lalu bagaimana dengan Adeline?" tanya Aiden.


"Adeline memiliki Queen. Mommy tak pernah meragukan kebaikan hati serta kelembutannya. Ia sangat menjaga Adeline dengan baik, bahkan menganggap Adeline sebagai putrinya sendiri."


"Thank you, Mom, Dad," ucap Aiden.


Anthony dan Kimberly tersenyum. Bagi mereka, kebahagiaan putra putri mereka adalah yang utama. Setelah pembicaraan itu, mereka pun kembali bertemu dengan Ethan dan Queen untuk menitipkan Adeline karena mereka akan kembali ke New York.


*****

__ADS_1


Kimberly tersenyum saat melihat Fressia dan juga Tristan di hadapannya, sementara Fressia merasa salah tingkah bahkan menundukkan kepalanya.


"Apakah dia putri Darius?" tanya Anthony saat melihat Fressia.


"Ya, Dad. Fressia adalah putri Tuan Darius Oza," jawab Aiden.


Anthony melangkah mendekatinya, "Uncle kira kamu sudah meninggal. Kamu tahu, kakakmu bahkan menemui Uncle dan meminta bantuan Uncle untuk mencarimu."


"Kak Tobi?" tanya Fressia yang akhirnya berani menengadahkan wajahnya melihat ke arah Anthony.


"Ya. Lalu di mana Tobias? Uncle sudah lama tak bertemu dengannya, sejak ia pergi berkeliling kota mencarimu."


Mendengar ucapan Anthony, membuat hati Fressia semakin galau. Ia merasa merepotkan banyak orang, terutama kakaknya itu.


"Hei, kamu menangis?" Jangan menangis, nanti Aiden akan memarahi Uncle."


Fressia menghapus air mata yang hampir saja luruh ke pipinya.


Anthony tersenyum, "Meski ada perubahan, tapi kamu tetap cantik. Kamu tahu, dulu Uncle ingin menjodohkanmu dengan Aiden, hanya saja ayahmu mengatakan bahwa kamu sudah memiliki kekasih. Tapi siapa yang menyangka bahwa ternyata kalian terhubung dengan sendirinya."


"Ya, kalau tak percaya, tanyakan saja pada Mommymu," jawab Anthony.


Kimberly kini tengah setengah berlutut dan menatap Tristan, sementara Tristan memilih bersembunyi di balik tubuh Fressia.


"Kamu takut pada Grandma?" tanya Kimberly.


Tristan yang biasanya supel jika bertemu dengan teman temannya, kini hanya bisa mengintip dari balik tubuh Fressia. Hal itu membuat Kimberly tertawa kecil karena sikap Tristan mirip dengan sikap Aiden waktu kecil dulu.


"Sayang, Grandma tak akan memakanmu, apalagi menggigitmu," ucap Kimberly setengah tertawa.


"Benarkah? Tapi Uncle Bricks mengatakan kalau Grandma galak," Bricks yang sedang berdiri di dekat pintu langsung memutar tubuhnya dan pergi dari sana. Ia memang mengerjai Tristan karena anak kecil itu sejak tadi selalu saja mengganggu pekerjaannya.


Kimberly kembali tertawa dan menoleh mencari keberadaan Bricks yang tadi menjemput mereka di bandara. Namun sudah tak nampak pria itu di mana pun.

__ADS_1


"Kalau begitu, biar nanti Uncle Bricks saja yang Grandma makan. Kamu masih kecil, dagingnya masih sedikit," goda Kimberly.


Tristan kembali bersembunyi di balik tubuh Fressia, "Mommy, aku tak mau makan lagi. Nanti Grandma akan memakanku kalau aku gendut."


"Sayang ....," Anthony yang melihat itu pun tersenyun kemudian merangkul istrinya itu, "Grandma hanya bercanda, jangan percaya. Ayo kemari! Grandpa ingin memelukmu."


Melihat wajah Anthony yang tersenyum dan tatapannya yang begitu teduh, membuat Tristan langsung keluar dan memeluk Anthony.


"Grandpa!" Anthony mendekap Tristan dengan erat, kemudian menatapnya dalam.


"Grandpa sangat bahagia bertemu denganmu," ucap Anthony, membuat Tristan tersenyum.


Hari itu menjadi hari yang membahagiakan bagi mereka. Kimberly juga menghubungi Adeline melalui video call, meski waktu mereka berbeda.


*****


"Bagaimana kabarmu?" tanya Anthony pada Tobias.


"Aku baik, Uncle. Terima kasih."


"Sudah lama sekali Uncle tak melihatmu. Apa kamu masih akan menolak tawaran Uncle untuk bekerja di perusahaan?" tanya Anthony.


Dulu Anthony pernah menawarkan padanya untuk bekerja di Anlee Group, tapi Tobias menolaknya. Tobias berpikir denhan menjadi guru, waktu untuk mencari Fressia akan lebih banyak.


"Akan kupikirkan nanti, Uncle."


"Jangan terlalu lama, akan sayang sekali jika kejeniusanmu tidak terpakai," ucap Anthony menggoda Tobias.


"Tapi ... Aku ingin menikah dulu, Uncle."


Anthony tersenyum, "Bagaimana kalau kita buat pernikahan bersama? Aiden dan dirimu."


Tobias tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Menikahkan adiknya dan melihatnya bahagia, memang salah satu tujuan Tobias.

__ADS_1


"Kita siapkan segera kalau begitu. Setelah itu, Uncle akan menunggumu di Anlee Group."


🧡 🧡 🧡


__ADS_2