Red Hair Woman And MR. MAFIA

Red Hair Woman And MR. MAFIA
MENJADI KELUARGAMU


__ADS_3

Ivander memang tak mengatakan pada Aiden bahwa wanita berambut merah itu mengalami amnesia. Waktu ia benar benar lupa dan hanya mengatakan bahwa wanita itu mengalami kecelakaan dan menjalani operasi plastik.


Ia membawa sample rambut Fressia dan juga gelas bekas minum milik Tobias Oza. Ivander mengambil sample rambut Fressia di sebuah sisir yang ada di dalam kamar pengasuh putra atasannya itu, begitu juga dengan sample rambut Tristan. Setelah itu, ia langsung pergi ke rumah sakit untuk meminta test DNA.


*****


Fressia menatap wajahnya di cermin. Beberapa kali ia melihat warna rambutnya yang mulai berubah di bagian ujung dekat kulit kepala. Ya, rambut aslinya yang berwarna merah mulai terlihat dan ia tak suka dengan hal itu.


Ia membuka laci di mana ia menyimpan pewarna rambut yang biasa ia simpan. Namun, ia tak menemukannya sama sekali.


"Apa sudah habis?" gumam Fressia. Terakhir kali ia mewarnai rambutnya adalah saat ia pergi bersama Karen waktu itu ke pesta. Setelah itu, kejadian demi kejadian ia alami, membuat dirinya lupa apa yang biasa ia lakukan.


Fressia mengambil ponsel miliknya, kemudian menghubungi Karen.


"Fre!" teriak Karen dari ujung telepon, membuat Fressia langsung menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Mengapa kamu selalu berteriak, Kay?"


"Kapan kamu ke sini lagi? Aku merindukanmu dan juga Tristan," ujar Karen.


Fressia terdiam saat mendengar ucapan Karen. Bukan ia tak mau keluar menemui keluarganya, tapi ia tak bisa keluar. Bahkan Tristan saja tidak pergi ke sekolah dan guru privat yang datang.


"Aku sedang sibuk sekali karena banyak aktivitas yang harus dilakukan Tristan di sekolah," jawab Fressia seadanya karena ia tak mungkin mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


"Kay, bisakah kamu membantuku?" tanya Fressia.


"Ada apa?"


"Bisakah kamu memesankan pada Donny pewarna rambutku yang biasa. Aku pesan sepuluh bungkus," ucap Fressia.


"Sepuluh? Kamu mau jualan lagi? Atau Tristan juga mau diwarnai rambutnya?" tanya Fressia.


"Untuk stok saja, jadi aku tidak sering sering beli nantinya," jawab Fressia.


"Baiklah, nanti akan kupesankan. Tapi sebaiknya rambutmu jangan kamu warnai lagi, Fre. Biarkan apa adanya."


"Akan kupikirkan."


"Kamu selalu mengatakan itu, Fre. Tapi tak pernah menjalankannya. Aku lebih suka melihatmu dengan rambut merahmu itu. Kamu cantik. Aku sudah terpesona saat pertama bertemu denganmu," ucap Karen.


Roxane Moxie membawanya pulang dan menjadikannya anak angkat, meskipun keadaan Fressia yang tidak baik baik saja. Karen yang bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit pun akhirnya membantunya mendapatkan operasi plastik lanjutan.


Bukan dengan mudah Karen mendapatkan hal itu. Ia harus bekerja sama dengan seorang dokter spesialis muda. Meskipun masih ada kemungkinan gagal karena Fressia dijadikan bahan percobaan oleh dokter tersebut, namun hasil yang didapat ternyata sangat memuaskan.


Fressia bahkan mendapatkan keuntungan dari hal itu, selain wajahnya yang kembali cantik, yakni sejumlah uang dari dokter muda itu agar mereka tutup mulut dan tidak mengatakan pada siapa pun tentang operasi itu.


"Terima kasih karena sudah menolongku, Kay. Aku tak akan pernah melupakannya," ucap Fressia.

__ADS_1


"Hei, mengapa kamu jadi melankolis seperti itu? Baiklah, aku akan memesankan pewarna rambut dari Donny untukmu, lalu aku sendiri yang akan mengantarkannya ke sana."


"Baiklah, aku menunggu kedatanganmu, Kay."


*****


Tobias Oza kembali datang siang ini ke Kediaman Aiden. Tristan, Fressia, dan Tobias kini duduk bersama di teras belakang. Tobias sengaja memindahkan tempat belajar mereka agar Tristan merasa lebih nyaman dan relaks.


"Kamu sudah mengerti?" tanya Tobias.


"Sangat mengerti!" jawab Tristan.


Tobias mengusap rambut Tristan dengan lembut. Ia tersenyum kemudian melihat ke arah Fressia. Wanita di hadapannya itu tengah menatap ke arah kolam renang serta lapangan kecil yang ada di dekatnya. Ntah apa yang sedang ada di dalam pikirannya.


Namun, matanya menangkap sesuatu hingga ia menyipitkan matanya.


"Nona Fressia, rambutmu berwarna merah?" tanta Tobias.


Tristan langsung berdiri di atas sofa dan melihat ke arah rambut Fressia, kemudian memegangnya.


"Rambut Aunty berwarna merah! Aunty benar, warna rambut Aunty sama dengan warna rambutku," teriak Tristan.


"Kamu akan cantik sekali dengan rambut merahmu, Nona Fressia. Dulu adikku juga memiliki rambut berwarna merah dan ia sangat cantik sekali. Ia sama seperti Ayahku, memiliki rambut berwarna merah. Namun mereka semua sudah pergi meninggalkanku seorang diri," wajah Tobias berubah sendu saat menceritakannya.

__ADS_1


Tiba tiba saja Tristan berjalan mendekati Tobias dan memeluknya, "Aku mau menjadi Keluargamu, Mr. Oza. Bolehkah aku memanggilmu Uncle?"


🧡 🧡 🧡


__ADS_2