
Maksud yang di katakan Ratu dan Raja tadi apa ya? Aku bener - bener ga ngerti-batin Canaya.
Canaya duduk di tempat tidur nya berwarna merah muda. Ia begitu penasaran, dengan tentang topik yang di bicarakan oleh kedua orang tuanya itu.
Sambil Ia duduk Ia mengayunkan kedua kakinya silih berganti. Memandangi jendela yang dapat memperlihatkan seberapa indahnya dunia yang Ia tapaki ini. Sedikit tersenyum tipis.
Canaya turun dari tempatnya, dan berjalan ke arah jendela. Gadis berumur 10 tahun itu menatap lekat - lekat kaca jendela yang berhiaskan sebuah tirai berwarna merah muda.
Matanya membulat. Menatap lekat - lekat wajah dirinya. Bahkan, sekarang dia sudah lupa dengan wajahnya yang dahulu. Semenjak Ia menjadi Canaya, dia sering kali menatap cermin kamarnya. Lama - lama dirinya sekarang sudah menjadi lupa bagaimana bentuk rupa wajahnya dahulu.
Apalagi, dulu dia jarang menengok parasnya di cermin. Jadi, hal itu benar - benar membuat Ia tidak mengingat apa - apa dengan wajahnya yang dahulu sebelum sekarang ini.
Lalu,telinganya mendengarkan sesuatu. Suara dari para pelayan. Mungkin kekuatan yang ayahnya berikan mantra sudah tidak ada lagi. Berarti Bunda dan ayahandanya sudah pergi dari balik kamarnya . Suara pelayan itu sangat keras bahkan bisa terdengar dari kamar Canaya.
“Kau tau remaja itu?”
“Ya,kenapa? Orang yang mengaku sebagai putri Canaya kan?”Balas pelayan lainnya yang sedang membersihkan lantai menggunakan sapu ijuk.
“Remaja itu masuk penjara. Dia juga sih datang dari negeri seberang , menuduh dirinya sendiri putri Canaya ,mana tidak masuk penjara. Seperti nya dia itu bodoh hahaha.”Lanjut pelayan bernama Damira.
“Dam.. Tapi aku belum melihat wajahnya, jelek kah? ”
“Jelek? Yah tidak terlalu jelek juga sih,agak kurang tau hehe. Tambahan tentang gadis itu aku cari tau dari orang - orang. Wajahnya juga di tutup pake jubah.Tapi yang pasti, kalau bersanding wajah dengan Canaya pasti kalah ... Tapi ada satu hal , matanya... seperti kelihatan familiar. Sepertinya aku pernah melihatnya.”
“Hmm.. ”Deham Rasi.
“Sudahlah,yuk pergi aku takut Putri Canaya mendengar dan.. Yah kamu tau.”1Jelas Damira.
Namun, mereka tidak tau kalau semenjak mereka berbicara Canaya sudah mendengarnya dari arah balik pintu. Ia tau kalau mendengar percakapan orang lain itu tidak boleh, tapi namanya yang di ungkit - ungkit membuat Ia penasaran.
Setelah merasa sudah aman, Canaya membuka pintu sambil celingak - celinguk mewasti - wasti kedatangan orang. Sambil berjalan dia mengendap - endap.
Sebenarnya walaupun sudah dua tahun di istana, dia sama sekali tidak tau dimana letak penjara. Ia hanya tau letak - letak mendasar di istana ,seperti kamarnya , kamar bundanya danayahnya, dapur, singgasana, taman. Mungkin hanya itu yang Ia tau. Gadis itu tidak pernah di perkenankan untuk , pergi dari kawasan kerajaan kecuali, dengan kedua orang tuanya.
Canaya masih celingak - celingukan sambil mengendap dan memperhatikan dinding. Berpikir mungkin ada tulisan yang menunjukan letak penjara.
__ADS_1
Saat mengendap - endap di teras kerajaanya, Ia tak sengaja melihat kedua penjaga tengah membuka kedua pintu. Dengan ragu - ragu dia mengikuti langkah kaki penjaga itu. Benar - benar takut, dan berpikir jawaban apa yang akan dilampirkan oleh dirinya ketika seseorang atau lebih menemukan dirinya masuk ke penjara yang merupakan bukan tempat Ia masuki.
Gadis kecil berumur 10 tahun itu membuka pintu sedikit , dan menutupnya kembali. Benar - benar Ia rasakan suara penjaga yang sedang terbahak - bahak menertawakan sesuatu.
Berkali - kali gadis itu menelan salivanya dengan bersusah payah, air bercucuran di wajah cantiknya. Sesekali Ia mengusap peluh keringat nya di wajahnya. Karena matahari juga berada di paling puncak.
Nafasnya terengah - engah ketika sampai di penjara itu. Begitu menakutkan, banyak yang berteriak 'Keluarkan aku dari sini !' Selainnya mereka menatap tajam ke arah Canaya. Ada yang hanya pasrah. Canaya menggigit bibirnya, ketika melihat sepasang penjaga menjaga suatu pintu.
Dia terus mengulangkan kata di hatinya 'Kamu pasti bisa Fifi'
Canaya berpikir,bagaimana caranya untuk masuk ke pintu itu. Benar - benar di luar kendalinya, dia benar - benar penasaran di balik pintu yang di jaga kedua penjaga itu.
“Kau merasa yang aneh?”Tanya salah satu penjaga.
“Aneh maksudmu?”Tanya Amut.
“Yah,kau lihat dan dengar ! Suara mereka tampak lebih nyaring, dan seperti habis melihat seseorang.”
“Hanya pikiranmu , aku mau tidur.”Tandasnya.
“Hei siapa disitu!”Seru penjaga Amris.
“Ayo kita lihat!”Seru Amut setelah bangun dari tidur nya yang kurang nyenyak.
“Bodoh! Kau saja,aku akan mengurus pintu ini.”
“Tidak kau pokonya!”Karena perdebatan mereka. Mereka tidak menyadari bahwa , Canaya sudah masuk ke arah penjara pokok.
“Baik kita berdua, lagian tidak ada siapa - siapa disini.”Putus Amris.
“Iya itu keputusan yang tepat.”
Disisi lain penjaga menengok ke arah datangnya suara, Canaya berjalan ke pintu penjara pokok.
Takut di hatinya begitu menggelegar. Bagaimana tidak? Penjara itu lebih menakutkan dari penjara sebelumnya. Bulu kuduknya merinding.
__ADS_1
Namun, matanya terbelalak melihat seorang gadis berumur lebih tua dari dirinya di penjara ini. Pasalnya, dilihat - lihat seluruh penjara pokok diisikan oleh pria.
Dengan langkah kecil dia menyapa Kira.
“Hei.. Ka.”Sapa Canaya takut - takut.
Mata Kira, terbuka kecil menoleh asal suara. Begitu penglihatan nya tidak kabur, raut wajahanya marah menatap Canaya. Yang di tatap hanya ketakutan.
“KAU! DASAR PEREBUT!KAU MENGAMBIL WAJAH KECILKU KAU TAU!”Teriak Kira mengetahui wajah yang Ia benci tepat di depan wajahnya.
Tangannya mencoba, untuk menyakiti Canaya . Tapi tidak sampai, karena terhalang jeruji besi.
Penjaga yang mendegar suara teriakan, langsung berlari ke arah datangnya suara. Mata mereka terbelalak ketika melihat putri dari kerajaan mereka, terduduk di tanah sambil menangis.
“Putri.. Putri kenapa disini?”
“Ah.. Aku, aku hanya...”Canaya terbata - bata menjawab perkataan penjaga.
“Ayo putri,kami bisa kena marah sama Raja Sean kalau Raja tau yang sebenarnya.”Gugup Amris.
“Apakah kita memberi tau raja?”Tanya Amris.
“Harus, kalau tidak yah.. Kita akan merasa bersalah seumur hidup.”
“Baik.”Pasrah Amris.
Mendengar ucapan kedua penjaganya itu, Canaya hanya menunduk lesu. Ini pasti gara - garanya.
Kira menangis sekuat - kuatnya.
“Hei.. Kau ini cengeng sekali, umurmu itu sudah besar!”Tukas laki - laki bernama Arthur itu.
“Arghhhh.. Kau tidak akan mengerti bagaimana posisi ku!”
“Aku mengerti hey! Walaupun aku tidak tau, siapa yang mengambil siapa. Tapi aku juga mengalami hal yang sama, kakak ku merebut posisi putra mahkota dengan menduduhku yang tidak tidak!”Ucap Arthur pilu. “Jadi,jangan sedih karena kau tau! Balas dendam itu bisa terjadi.”Jelas Arthur sinis.
__ADS_1