Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 21


__ADS_3

Tap.. Tap.. Tap..


Mata Kira mengadah ke langit - langit,berwarna biru bercampur merah muda. Hembusan nafas keluar dari bibir tipis nya.


Hari ini Ia tidak menggunakan jubah,Ia menggunakan pakaian biasa. Lebih tepat nya pakaian dari pelayan. Semua isi lemari nya,berisi pakaian lusuh,bahkan ada yang sudah robek. Hanya segelintir pakaian yang masih layak untuk di pakai.


Kaki Kirana berderap,mengelilingi istana,lebih tepatnya berjalan ke arah pintu rahasia yang hanya diketahui penyusup dan anggota keluarga. Alasan dia tidak menggunakan gerbang,cukup sederhana. Ia. tak mau tampak di depan penjaga,gerbang istana,yang menurut Kira adalah 'pengadu'.


Daripada harus berurusan dengan penjaga,lebih baik dia mengendap - endap. Bisa saja Ia langsung pergi meninggalkan istana itu. Pikiran nya berkata 'iya',namun hatinya berkata lain,seperti tak memperbolehkan nya melakukan itu.


Ia di ambang dilema. Di satu sisi adalah keluarga nya,di sisi lain adalah mimpi yang terpendam.


Sebenarnya,saat dirinya masih menjadi Canaya,di benak nya selalu bertanya.. Mengapa anggota keluarga kerajaan tidak,memperbolehkan Ia menjadi penyihir terkenal? Sudah Ia tanyakan berulang kali ke orangtua nya,namun jawaban nya tetap sama.. "Kamu akan tau jawabannya."


Kirana akhirnya lolos dari istana nan megah itu. Tanpa berlama - lama Ia langsung meninggalkan lingkungan istana. Di dalam hatinya berdoa,semoga rakyat yang ada di sekitaran istana tidak mengenal nya. Entah berita Ia hampir membunuh Fifi,akan menyebar,atau tidak di beritakan,atau sudah menyebar kemana - mana.


Pokoknya Ia harus menjauhi keramaian. Jika Ia mendekati keramaian,mungkin ada sesuatu yang terjadi.


Baru beberapa langkah Kirana berjalan menjauhi Kerajaan,tak lama,sebuah tangan membekap nya. Tentu saja,Kirana tidak bodoh untuk diam saja. Ia meronta - ronta agar di lepaskan dari sang pembekap. Ia tak punya kemampuan beladiri yang kuat,atau ilmu pedang sedikit pun. Jadi,mungkin cara sederhana untuk menyerangnya adalah...

__ADS_1


menginjaknya...


“Awhh...”Gerang sang pembekap.


Walaupun Ia tak melihat orang itu,Kira bisa tau orang yang di belakang nya itu berjenis kelamin laki - laki. Suara nya? Begitu familiar,tapi siapa?


Dia sudah merasakan nyeri sakit di kaki nya,tapi tak melepaskan bekapan tangan di bibir Kirana. Lelaki itu membawa Kirana,ke tempat yang lumayan sepi di bandingkan tempat mereka berdiri.


Saat hampir sampai di tempat yabg Ia tuju,Kirana langsung menggigit telapak tangan sang lelaki itu. Semoga saja,lelaki itu melepaskan tangan nya dari bibirnya. Ia harus mencuci bibir nya berulang kali,Kirana sendiri tak suka bersentuhan dengan lelaki. Rey sendiri tak pernah menyentuh Kirana sewaktu,Ia masih menjadi putri. Paling,menyentuh tangan,bergandengan tangan,ataupun memeluk.


“Kamu udah gila ya!?"Pekik lelaki itu,tak lupa melepaskan tangan nya dari Kirana.


Kirana memang penasaran,namun Ia tidak mau berurusan dengan orang asing. Sudah cukup hidup nya yang rumit,Ia tak mau masalah menjadi semakin rumit. Bisa bisa Ia mati depresi.


Baru saja Kirana akan berlari menjauhi pria tak di kenali itu,tangan nya langsung tercekal. Dan Ia tau siapa itu... Orang yang membekap nya tadi.


Saat Ia menoleh,gadis itu tercengang dengan apa yang dia lihat. Ada Arthur yang,tengah mencekal tangan nya,dan tengah meremas tangan lelaki yang Ia tidak kenal. Walaupun Arthur menggunakan penutup mulut sekalipun,Kirana bisa lihat dengan jelas itu adalah Arthur. Mungkin karena kilatan mata penuh kebencian,yang selalu memancar.


Kirana tak bersembunyi,Ia tak takut dengan pria itu,tapi tak mau berurusan dengan orang asing. Mungkin setelah penyelamatan ini,kirana mungkin akan menganggap Arthur sebagai kakaknya. Walau ada pertanyaan yang mengganjal,mengapa Arthur kembali lagi.

__ADS_1


Lelaki yang umur nya, 4 tahun lebih tua dari nya malah menarik tangan Kirana,dan mendorong tubuh Kirana ke tubuh pria yang mungkin berusia 40 tahunan.Tentu saja Kirana terkejut,dugaan nya salah. Mau di mana pun,lelaki yang tadi ingin ia sebut kakak nya,justru menyerahkan tanpa dosa Ia ke pria asing tak di kenal. Lihat saja,kirana akan buat perhitungan dengan Arthur.


“Ambil dia! Bawa saja gadis nakal dan bandel ini ke tempat yang kau sukai. Ingat! Jangan sampai,dia kembali lagi ke sini.”Titah Arthur dengan suara dingin,berhasil membuat Kirana melotot marah ke arahnya.


Lihat saja,mungkin Kirana akan mengutuk nya hari ini,jam ini,menit ini,dan detik ini juga.


Pria yang berusia kira - kira 40 tahunan lebih, tengah menarik kasar tangan Kirana. Gadis itu mengepalkan tangan,meronta - ronta,berusaha lepas dari lelaki itu. Tak lupa,melotot ke arah Arthur yang tidak bertindak sama sekali. Dadanya naik turun,Ia sedang di marah bercampur aduk dengan kecewa.


SKKK..


Semburat air bercucuran dari tubuh pria di samping nya. Hal itu membuat,kaki pria paruh baya itu melemas seketika,hingga terjatuh.


glek...


Kirana melihat dengan saksama kejadian itu. Pertama kali Ia melihat seseorang membunuh orang lain. Ia memejamkan matanya. Bukankah seharusnya Arthur itu masih muda? Mengapa Ia bisa melakukan tindakan sekeji itu?


Gadis itu menutup mulut nya yang tengah ternganga melihat kejadian,yang berlangsung di depan matanya. Lelaki itu tersenyum semirik ke arah Kirana. Namun,ketakutan tak pernah hadir di wajah nya. Ia hanya tercengang melihat sesuatu yang baru Ia lihat pertama kali dalam hidup nya.


“Kau..”Arthur menjeda ucapan nya. “Berhutang budi pada ku..”

__ADS_1


• Makasih yang sudah komen dan like cerita ini,atau bahkan membagikan nya,saya akan usahakan jika ada waktu saya akan membaca karya pembaca - pembaca terhormat. Thanks for reading :) Tunggu part selanjutnya....•


__ADS_2