
Mata Kira mengadah ke atas. Menatap indah nya,letupan warna warni di langit. Sungguh penampakan yang menakjubkan.
Canaya memeluk tubuh Kira,Kira yang mendapati hal itu terperanjat. “Fi.. Fifi!? Kamu?”
Setelah memeluk Kira,Canaya mencium kedua pipi Kira. Kira yang mendapat,itu ,merasakan suhu malam hari ini terasa hangat. “Selamat ulang tahun ke 11 tahun Nay.”Lirih Canaya sambil menunjukan senyum penuh arti.
Tak sadar,Kira menitikan air mata. Kehangatan ini,benar - benar tak Ia rasakan selama dua tahun ini. Mungkin,hari itu,detik itu juga adalah momen terindah yang akan melekat hari itu juga. Mungkin saja mimpi buruk,tak selama nya mencerminkan kedepan nya kejadian buruk. Bahkan,mungkin saja akan menunjukan betapa indah nya momen itu.
“K- kau bagaimana bisa tau hari ulang tahun ku? Bahkan,aku tak mengingat hari ini.”Tanya Kira,sedikit tertegun melihat Canaya seorang diri menyiapkan kejutan sehebat itu.
Canaya tersenyum,lega melihat sahabat nya terpancar senyum bahagia. “Bunda yang beri tau. Sebenarnya bunda merencanakan pesta,tanpa sepengetahuan ku. Dan... Bunda mengundang Bibi Calista,ke pesta itu. Bukan hanya aku yang menyiapkan acara ini,ada Bibi Calista dan Kannya.”Tangan Canaya tergerak mengenalkan Calista yang menggunakan gaun kehitaman,dan Kannya dengan gaun kecokelatan.
Kira mengusap kasar air mata nya. “Kapan pesta itu?”Tanya nya.
“Hari ini dan malam ini.”Jawab Canaya dengan tampang lugu nan polos.
Kira menepuk dahi,seraya tertawa terbahak - bahak. “Kenapa kau mengejutkan aku malam - malam hem? Kalau malam ini pesta untuk hari ulang tahun mu.”
Canaya menggeleng kan kepala nya. “Bukan aku yang ulang tahun! Kamu! Dan lagi,kenapa malam - malam? Ini ide bibi Calista,membuat pesta kerlap kerlip di langit.”Ungkap Canaya dengan santai nya.
Kira tertawa kecil,“jadi... Bagaimana dengan tamu lain yang menunggu mu di kerajaan?”
Canaya menggaruk pipi nya,“Oh iya ya..”
Ketiga nya menggelengkan kepala. “Apakah masih sempat?”Tanya Kira,bola matanya ke arah Calista.
“Hey,kenapa kau tak memikirkan kue untuk mu? Kenapa kau lebih memikirkan tamu yang menunggu di sana? Mereka pasti akan mendapatkan banyak makanan. Kamu? Sedari tadi belum makan. Ayo! Makan satu porsi saja.”Pinta Calista.
Kira menggeleng kepala nya,dan Ia menggenggam erat tangan Canaya. “Aku ingin melihat kasih sayang mereka,lewat kamu Fifi. Boleh ya? Maaf kalau aku memanfaat kan mu. Tapi.. Tolong kali ini saja.”Pinta gadis itu.
__ADS_1
Tak bisa menolak Canaya hanya bisa mengangguk mengiyakan. Kira tersenyum senang,ketika Canaya menyetujui permintaan nya. Tangan nya menarik lengan Canaya,sebelum itu,meminta Calista menurun kan nya di bawah menara.
Kekuatan teleportasi hanya bisa di gunakan,ketika Calista mengetahui letak poisi tempat,muncul nya Canaya dan Kira. Namun Calista tak mengetahui letak pintu rahasia berada,kekuatan menerawang belum Ia dapatkan kemampuan nya.
Sringhh..
Kedua nya secara tiba - tiba berada di bawah,sedangkan Kannya dan Calista pasti nya sudah teleportasi di depan kerajaan. Mereka bereempat bisa di curigai berjalan bersama.
Kedua gadis itu tersenyum lebar melihat bintang bersinar terang di sana.
Namun..
Brugh..
Kira terjatuh,karena tak sengaja melewati batu lumayan besar. Karena begitu bahagia,mereka sempat tak melihat ke bawah.
Dimana Fifi
Tentu pertanyaan terlintas di benak nya hanyalah itu. Karena Ia tak melihat kehadiran Canaya. Kira celingak celingukan,namun tetap tak melihat kehadiran Canaya.
“Lihat ke atas.”Titah seseorang.
Sontak mendengar itu,Canaya terkejut setengah mati,melihat ke atas. Ia melihat,Arthur mengait baju Canaya. Canaya meronta- ronta. Namun,sedih nya bibir Canaya di sumpal oleh kain yang membuat nya sampai saat ini tak bisa mengeluarkan sepatah kata.
Dengan ringan,kaki Arthur menyentuh tanah.
“Hallo Canaya! Aku dengar kamu ingin menjadi Kira ya hem..”Arthur dengan sengaja menjeda kalimat nya. “Sebelum itu,kamu harus membalas budi ku dulu!”
Kira menelan saliva nya dengan susah payah,bukan nya Ia takut dengan nada suara Arthur yang mengancam. Namun,karena melihat bibir Canaya yang tersumpal kain,membuat Kira tak tega melihat nya.
__ADS_1
“Oh ayolah Arthur! Kamu tidak seharusnya bersikap seperti jni. Aku akan membalas budi mu,tapi sebelum itu tak usah kamu membuat lelucon seperti jni. Tolong kamu lepaskan dia oke?”
“Kau berutang budi pada ku,karena aku menyelamatkan kamu dari penjara itu! Lebih tepat nya mendekatkan mu dengan keluarga mu. Jadi.. Itu juga harus kau balas kan?”Dahi Kira berkerut.
“Bukan kah,aku juga ikut ambil menyusun rencana!”Protes Kira.
“Hah? Kapan kau menyusun rencana hem? Andai saja aku tak pernah terpikir balas dendam,mungkin saat ini kau takkan dekat,atau melihat wajah Ratu Miranda dan Raja Sean.”
Apa yang di katakan Arthur ada beda nya,namun tidak semua nya benar. Jika Fifi membiarkan ia membusuk di penjara,akan sama saja. Sudahlah protes dengan orang di depan nya hanya akan membuang waktu. Bisa bisa saat mereka datang,semua tamu sudah pulang.
“Apa mau mu”Tanya Kira dengan tangan bersedekap di dada.
Senyum semirik keluar dari wajah Arthur. “Balas budi pertama... Gadis ini harus mati dari tangan mu sendiri. Balas budi kedua... Kamu! Harus setiap hari ada di sisi ku.”
Keringat bercucuran di pelipis Kira. Astaga,apakah dia sedang bermimpi. Semoga saja ini hanya mimpi. Tapi udara saat ini,begitu dingin dari sebelum nya. Kalau bukan mimpi,tolong Kira mohon ini hanyalah lelucon ulang tahun.
“Cepat!”Tegasnya sembari melempar salah satu pisau ke tanah.
Dada Kira naik turun,satu ketakutan nya saat ini. Membunuh.
.
Satu ide terlintas,dj benak Kira. Dari pada membunuh,Ia bisa menusuk kaki Arthur. Dan lari bersama Canaya. Saat melakukan itu,Arthur seolah bisa membaca pikiran nya. Tangan Kira yang hampir menusuk Kaki Arthur,malah menusuk perut Canaya.
Pisau jatuh dari telapak tangan nya. Kaki nya melemas seketika,melihat tubuh Canaya di lumuri oleh bercak darah.
Arthur tertawa puas. Setelah ini,Kira akan merasa bersalah dalam hidup nya. Itu yang Ia inginkan,karena... Ternyata Canaya adalah adik nya.
Gila kok genre nya jadi misteri🙄 Sebenernya bukan epilog chapt ini,harusnya chapt 26,atau malahan season 2. Tapi entah kenapa pengen cepet namatin cerita ini.😔
__ADS_1