Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 10


__ADS_3

Matahari mulai di atas kepala,dan Canaya tengah berdiri di aula sedang di interogasi kedua orangtuanya.


“Sayang.. Kenapa kamu ke penjara nak? Kamu tau kan Itu kan bahaya sayang.Bunda khawatir kamu kenapa - napa. Kenapa sayang?”Tanya Ibundanya Miranda cemas.


“Maafkan Naya.. Naya hanya... Ah anu itu, Naya hanya penasaran dengan penjara,ayahanda tidak pernah mengajak Naya ke sana.”Balas Canaya.


“Lain kali jangan ke sana lagi ya! Ayahanda tidak akan pernah menunjukan penjara, bahaya kamu tidak tau seberapa jahat orang yang ada di sana. Sekarang Naya tau kan bahwa tempat itu bahaya?”Tanya Sean dan Canaya memangut - mangutkan kepalanya.


Melihat putrinya, Sean mengelus kepala Canaya dengan lembut seraya mengulum senyum. Sedangkan Miranda memeluk lengan suaminya itu. Mereka benar - benar keluarga yang bahagia. Dan Miranda berdoa agar kebahagiaan tersebut akan berlangsung lama,dan tidak akan berakhir.


Ooo


“Er... Maksud kamu? Aku ga ngerti.”Tanya Kira bingung.


Ia tau arti dan makna dari kata - kata balas dendam,namun selama ini tak pernah Ia bayangkan Ia akan melakukan ini. Akan tetapi, Kira tau bahwa dia sudah melakukan hal yang lebih berbahaya di bandingkan balas dendam.


“Ya balas dendam. Aku akan membantu kamu balas dendam dengan Putri Canaya, dan kamu akan membantu aku untuk balas dendam dengan kakaku. Jadi,kita sama - sama impas dan untung.”Sahut Arthur tanpa penyesalan.


"Baik.. Aku bisa melakukannya. Demi mendapatkan kebahagiaan aku."Balasnya mengeluarkan senyuman semirik yang lumayan mengerikan.


Tak luput dari matanya mengeluarkan cahaya berwarna merah,yang berhasil membuat Arthur penasaran


“Kenapa mata mu bisa mengeluarkan cahaya? Bukannkah itu adalah kekuatan yang di miliki anggota kerajaan tertentu.”


Kira memutar bola matanya jengah.“kau melupakan sesuatu.”


Ooo


“Nay!”Sapa Rey dari belakang ayunan.


“Kak Rey!”Sahut Canaya yang sedang duduk di ayunan yang berada di balkon yang luas.


“Boleh aku duduk?”Tanyanya sopan.


“Tentu saja boleh.”Balas Canaya seraya menyunggingkan senyum manis.


Dengan senang hati Rey ,duduk di ayunan berhiaskan bunga itu. Dengan sengaja Rey berusaha menggoda Canaya, dengan cara menyentuh tangannya. Tiba - tiba detak jantung Canaya bertambah cepat, ditambah lagi mukanya yang memerah..


Akan tetapi Rey sedih, sangat terlihat di raut wajahnya. Tak ada rasa yang seperti dulu. Tidak ada omelan dari mulut Canaya. Malah di alam pikirannya Ia terpikir sebuah wajah, sebuah wajah yang menuduh dirinya sendiri adalah Canaya. Sendirinya juga ada setengah rasa percaya kepada orang itu,perasaan dan perkataan gadis itu terlalu realita seperti wanita itu memang benar - benar Canaya.


“Kak Rey kenapa sedih?”Tanya Canaya yang melihat raut wajah Rey.

__ADS_1


“Tidak, hmm...seperti ada yang kurang saja haha. Agak mengusik hati.”


“Apa memangnya?”Tanya Canaya sambil menaikan kedua alisnya.


“Tidak ada apa - apa.”Balas Rey sambil mengacak - acak rambut Canaya karena gemas. “kalau gitu, kakak pergi dulu. Ada urusan yang harus kakak kerjakan."


“Cepat sekali,padahal tadi baru duduk sudah pergi lagi. Dasar laki - laki sama aja seperti ayahanda .”Omel Canaya sambil mengembungkan pipinya.


“Akhirnya aku bisa mendengar omelan mu Nay.”Lirih Rey. “namun rasanya berbeda.”


Sambil berjalan Rey hanya melamun. Dia benar - benar rindu , seperti waktu perkemahan. Tapi sedikit sesuatu yang memperbaiki hatinya,melihat wajah Canaya saja sudah mengurangi bebannya. Entah mengapa rasanya tidak lega saat bertemu Canaya. Dirinya masih merasa khawatir dengan keadaan Canaya.


Karena Rey yang kurang fokus, Ia tak sadar ada orang di belakangnya yang sudah berkali- kali menyapanya dan memanggil namanya.


“Reyyy!!!”Teriak Raja Anggar memanggil namanya.


Seketika lamunan Rey terbuyarkan,dan segera membalikkan badannya "eh iya ayahanda, ada apa memanggil Rey?"


“Itu,sepertinya kita harus mempersiapkan barang. Kerajaan lain memberontak,ayah harus mengurusnya. Tetaplah di sini,sementara ayah akan mengurusnya. Omong - omong kamu sedang memikirkan apa ? Biasanya kamu kayak gini karena Canaya,tapi kan sudah ada Canaya disini.”


“Jangan cemas ayahanda, Rey akan membantu ayah.Rey akan pulang ke kerajaan Asa.”


“Loh, bukannya kamu rindu dengan Canaya? Tidak apa - apa sayang.”


“Baik, besok kita akan pulang.”Rey hanya tersenyum tipis.


Ooo


Aku benar - benar tidak tau siapa dia dan tubuh ini,apa kami bertukar tubuh- Batin Kira.


“Hei apa yang kau lamunan? ”Tanya Arthur yang menyadari bahwa Kira tengah melamun.


“Bukan apa - apa.”Sahutnya datar.


“Hey-”


“Aku sedang memikirkan rencana kau tau? Jadi berhenti mengusiku!”


“Huft... Yayaya baiklah.”Putus Arthur. “Memikirkan rencana aja, sambil melamun. Gadis aneh."Gumam Arthur kecil.


“Hei,aku dengar tau! Kau pikir aku tidak mendengarnya.”Kesal Kira.

__ADS_1


Arthur hanya tertawa kecil , melihat wajah kesal Kira. Begitu menggemaskan, walaupun Kira menggunakan jubah berwarna hitam.


“Jadi, apa rencana Mu saat kau melamun tadi hem?”


“Hem.. Hehe,aku belum menemukan caranya.Sulit.”Arthur memutar bola matanya jengah.


“Huft... Baik nama mu siapa?”Tanya Arthur.


“Hem... Canaya.”Sahutnya.


“Aku benar - benar tidak mengerti jalan kehidupan Mu.. Di bandingkan aku, jalan hidup Mu rumit sekali. Coba kamu ceritakan..”


Canaya mengambil nafas dalam dalam, mencoba mengingat - ingat kejadian 3 tahun yang lalu dan mencoba menceritakan kejadian kepada Arthur secara pelan - pelan.


Flashback On


Saat itu, Canaya sedang tertawa dengan senyum mematikan dirinya. Ya, dia berhasil mengerjai kepala pelayan.


Tampak wajah pelayan itu marah, namun tidak dapat memukul Canaya karena Canaya lebih berkuasa dibandingkan dirinya.


Canaya masuk ke kamarnya. Entah rasanya ada yang tidak beres, merasa bahwa sesuatu akan terjadi. Akan tetapi, dia tidak tau apa itu.


Padahal aku sudah mengerjai orang, biasanya aku senang. Kenapa aku masih gelisah? Dia tidak sekuat itu kan?-Batin Canaya.


Canaya berpikir, mungkin tidur akan membuat Ia tenang. Lalu dia memanggil para pelayannya, dan menyuruh pelayannya itu menggantikan bajunya dengan pakaian tidur.


Lekas pakaian piama tidur sudah di pakai. Tinggal Ia tidur di tempat tidurnya berwarna merah muda kesukaannya.


Entah kenapa, dengan mudahnya Ia tertidur. Namun, saat Ia ingin membuka matanya.. Mata nya itu tidak bisa di buka,keringat becucuran di pipinya. Bahkan, sampai - sampai Canaya berteriak, dia berpikir apakah dia buta?


Keesokan paginya, hal yang sangat ita kejutkan terjadi. Buram sebelumnya, akan tetapi saat penglihatannya terlihat jelas Kira hanya terdiam. Dia di sebuah gubuk lusuh yang tidak berpenghuni.


“Hey Kira! Cepat berkerja,atau kau di PECAT!Seenaknya saja dalam bekerja,cepat urus kerajaan.”Titah kepala pelayan.


Kira bingung, kenapa dia di panggil dengan sebutan Kira. Di tambah lagi,wanita itu di suruh untuk bekerja.


“Hey,kau tau aku putri! Dan kau bukan siapa - siapa untuk menyuruhku!”Kesal Kira.


Kepala pelayan itu hanya tersenyum mengejek. “hahahahahahah... Putri? Dengan wajah jelek mu itu? Hahahaha.. Bangunlah dari tidur Mu Kira, kau hanya bermimpi!Bermimpi di siang hari!”Sindir Kepala pelayan bernama Sumitri.


Kira benar - benar terkejut dengan pakaian yang Ia pakai, tiba - tiba dia menggunakan pakaian lusuh yang tidak pernah Ia pakai. Ia hanya mengerutkan kening. Dan Sumitri berlalu meninggalkan Kira yang masih shock.

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2