Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 1


__ADS_3

Malam telah tiba.. Canaya tidak bisa tidur,namun tetap ada di pikirannya bahwa ketika Ia bangun ini hanyalah sebuah mimpi. Dia berharap agar Ia bisa kembali ke dunia yang Ia kenali,dan tak ingin tinggal di dunia asing ini .


Saat gadis itu tengah tertidur,munculah suatu fenomena asing menurutnya. Gadis itu berada di dalam lorong sepi,dan gelap. Keringat mulai bercucuran,susah,susah payah dirinya bernafas di sana.


“Tolongg!! Tolong Fifi! Fifi takut di sini..”Pinta Canaya sambil berteriak mengulang ulang perkataannya.


Namun,tak seorang pun ada di sana. Dia seperti berada di sebuah lorong kematian. Akan tetapi,sebuah suara terdengar. Suara yang nyaring dan tepat di telinganya.


Tampak dari penglihatan Canaya,seseorang wanita datang ke sana. Bagaimana cara Ia dapat melihatnya? Dia dapat melihat rambut perempuan itu terurai...


Tingginya berkali - kali lipat besarnya di bandingkan dirinya yang bertubuh mungil. Sosok itu berjalan ke arah tubuhnya.


“Bukankah.. Ini tubuhku? Mengapa kau berada di tubuhku? Kembalikan tubuhku!!”Gertak wanita itu sambil menekan tangan Canaya.


“Awhh.. Sakit kak,sakit..”Adu Canaya.


“KEMBALIKAN TUBUHKU!”Kata - kata itu lah yang masih Ia dengar saat Ia bangun.


“TIDAKKK!”Teriak Canaya.


Keringat yang sudah lama bercucuran di wajahnya,semakin menjadi - jadi.


Mendengar teriakan Canaya,pelayan yang berada di luar tergopoh - gopoh berjalan ke arah kamar Canaya.


“Ada apa tuan putri.”Tanya salah satu pelayan.


Canaya yang masih syok berat tidak dapat merensponinya. Bagaimana tidak? Seorang anak kecil berumur 8 tahun sudah mendapat mimpi seburuk itu,sungguh membuat wajahnya pucat putih.


Dengan respon cepat,sang pelayan mengambilkan air dan menuangkannya ke gelas berwarna keemasan.


“Di minum putri.”Pinta sang pelayan , dan dengan sukarela Canaya meneguk air itu.


Pikiran Canaya masih syok. Selain itu, sebenarnya dia waktu kecil memiliki penyakit dimana ia memiliki suatu fobia.. Yaitu fobia kegelapan,berada di ruang kegelapan hanya membuat dirinya sesak nafas.


Tak lama kemudian datang lah ratu Miranda yang mengetahui kondisi anaknya. Saat itu dia sedang berbicara dengan penasihat raja , mengenai rakyatnya. Omong - omong Raja Sean kini sedang bertempur di kerajaan sebelah,karena ada suatu gertakan.


“Ada apa sayang?”Tanya Ratu Miranda khawatir ketika sampai di kamar Canaya.


“Fi-Can..Canaya tidak apa - apa bunda.”Bagaimana pun juga Canaya harus sudah terbiasa dengan kata - kata 'bunda,sekaligus dirinya ingin terbiasa mendapatkan kehangatan seorang ibu yang tidak Ia akan dapatkan dari tante Farah ataupun kepala panti.


“Kamu bisa bersekolah hari ini?”Tanya Miranda cemas.

__ADS_1


“Sekolah..”Lirih Canaya sambil mendongakan kepalanya menatap sang ibunda.


“Iya.. Sayang apa kamu masih bisa bersekolah?”Ratu Miranda melontarkan pertanyaan sekali lagi.


Tentu senyum sumringah tampak jelas di wajahnya. Hal yang di lakukan oleh Canaya, berhasil membuat ketiga pelayan dan ibundanya itu tercengang. Selama ini,Canaya tidak pernah menyukai pelajaran apapun di kelas. Sebagai imbasnya,gadis itu suka mengganggu dan menjaili temannya untuk kepuasan semata agar Ia di keluarkan dari sekolah itu.


Akan tetapi,hari ini,detik ini Canaya terlihat begitu bersemangat belajar. Tentu saja,karena Canaya yang asli tidak ada di tubuhnya. Yang berada dalam tubuh Canaya adalah Fifi.


“Benarkah?”Miranda meyakinkan. Biasanya,setiap hari sekolah Canaya memberikan alasan sakit agar dia tidak bersekolah.


Canaya pun dengan senang hati memangut - mangutkan kepalanya tanda iya. Ratu Miranda tersenyum kepadanya,dan mengelus puncak kepala Canaya dan menciumnya.


Ratu Miranda beranjak dari tempatnya dan memberi perintah pada ketiga pelayan itu “Tolong kalian bantu putri untuk ke sekolah kerajaan nanti.”


“Baik Ibunda Ratu.”Balas ketiga pelayan itu serentak.


Ratu Miranda melanggang pergi,dari kamar putrinya itu.


“Ayo putri.”Pinta salah satu dari ketiga pelayan itu. Dengan senang hati ,Canaya beranjak dari tempat tidurnya dan menggenggam erat tangan pelayan itu.


“Putri pasti ingin merepotkan kita.”Bisik salah satu pelayan.


[ Reinkarnasi Menjadi Putri ]


“Ini sekolahku?”Canaya berusaha meyakinkan dirinya.


“Tentu putri,kenapa ? Bukankah anda sudah lama bersekolah di sini?”Tanya pelayan pribadi Canaya.


“Putri mengalami amnesia..”Balas ketus pelayan di sampingnya. “pura - pura lupa ingatan.”gumamnya dengan pelan namun tetap masih terdengar oleh Canaya. Kata - kata itu seperti sebuah sindiran kepadanya.


Canaya pun melambaikan tangan ke dua orang itu. Dan mengulas senyum pada bibirnya. Kedua pelayan itu seakan terakhir dengan senyuman Canaya. Bagaimana tidak? Sama sekali mereka ingat,Canaya tidak pernah tersenyum. Hanya empat raut wajah yang di tunjukan Canaya,marah,sedih,datar,dan tatapan mematikan.


Sedangkan mereka yang masih mematung,Canaya berjalan di selingi bersenandung ria. Akan tetapi,dia sadar ada banyak tatapan benci yang tampak ada di sekeliling.


“Hay bocah ingusan!”Cibir salah satu kakak kelasnya.


“Aku?”Canaya celinguk - celingukan sambil menunjuk dirinya menggunakan jari telunjuknya.


“Yah,kamu lah! Di sekolah ini,cuman kamu bocah ingusan yang sokk..”Sahut Annable.


“Anna,kamu ga takut... Dia itu beda dengan anak lain yang kita gangguin,dia.. Kalau senyum semiriknya saja membuat aku bergidik ngeri.”Ungkap polos Putri Amelia.

__ADS_1


“Kamu jadi orang jangan polos Mel.. Dia adik kelas yang harus kita kasih pelajaran!”Bisik tegas Annabel anak seorang bangsawan,namun bukan seorang putri.


Putri Amelia menelan salivanya bersusah payah,mengingat beberapa hari yang lalu.. Canaya berusaha mencekik lehernya sampai sampai bengkak.


“Baik,kamu saja! Aku mau.. Mengganggu orang lain kecuali dia.”


Sebenarnya dalam hati Anna, dirinya takut berurusan dengan Canaya. Namun,untuk mewujudkan agar dia dapat berkencan dengan pria pujaannya dia harus bisa menaklukan Canaya.


Baru tangan Canaya bergerak,tiba - tiba Annabel dengan kecepatan penuh berlari.


“Canaya jahat!”Teriak Anna,dan Canaya hanya mengerutkan kening.


“Kamu berbeda hari ini Nay..”Salah seorang berkata.


“Maksudnya?”Tanya tak faham Canaya,sambil menoleh ke arah suara berasal.


Gadis itu tersenyum senang “aku lebih suka diri kamu sekarang,yang aku bisa rasakan energi positif mengalir dalam tubuh mu Nay.”


Dia adalah Kannya,seorang putri dari seorang penyihir. Ibunya seorang penyihir terkenal dan ayahnya seorang tabib terkenal di masanya.


Jadi,jangan salah semua kekuatan Kannya berasal dari pada kedua orangtuanya.


Jadi, kekuatan Kannya adalah dapat melihat berapa banyak aura positif yang ada di diri semua orang. Saat Canaya sedang memancarkan sifat negatifnya Kannya tentu saja menjauh,karena hal itu hanya merugikannya.


“Oh iya hallo,namaku Kannya... Kita jarang bertemu,semoga kita berteman baik ya.”Kannya melempar senyum,dan Canaya membalas senyuman itu.


“Tentu saja.”Sahut Canaya.


“Mari aku antarkan kamu ke kelas mu.”Pinta Kannya.


Canaya pun mengganggu kan kepalanya. Walaupun di dunia ini tak ada teman - teman panti nya,masih ada ternyata orang yang menyayanginya sekalipun dirinya tak tau siapa orang itu.


**AN :


Makasih semuanya,udah menyempatkan diri membaca salah satu cerita saya. Yah,banyak kekurangan dalam cerita ini. Oleh karena itu,saya begitu membutuhkan krisan dari kalian. Karena sebuah novel tidak bisa berkembang,tanpa krisan.


Kalau menurut para pembaca,cerita ini menarik,pembaca bisa memencet tombol like yang ada di pojok. Mengenai notifikasi,novel ini update tidak teratur,jadi,pembaca bisa menempatkan nya di rak buku. ^^


Thankz For Reading


Next Capt**

__ADS_1


__ADS_2