
“Huh akhirnya pelajaran membosankan ini berakhir..”Tandas Putri Cleo.
“Hem,tapi sedari tadi putri Canaya berbeda dari biasanya. Dia terlihat lebih baik. Hari ini dia juga tidak mengganggu kita..”Puji Anta.
“Huft,dan dia punya teman. Kalau salah dia itu orangnya agak anti sosial ,katanya dia tidak percaya dengan orang - orang yang ada di sekitarnya.. Tapi kok dia dekat dengan seorang anak penyihir?”Tanya penasaran Putri Cleo.
Dan Anta hanya menggidikan bahunya,tanda tak tau menahu tentang Canaya. Mengenai Anta,Anta adalah anak seorang bangsawan Eliot. Jadi,belum bisa di nobatkan menjadi seorang putri.
“Putri Cleo,jangan - jangan Putri Canaya menyusun rencana untuk mengganggu Kannya.”Curiga Anta.
“Hem,untuk apa Putri Canaya mengganggunya? Kan Anta itu cuman anak seorang penyihir!”Balas dengan nada mengejek.
Tiba - tiba tanpa di aba - aba,suara Putri Cleo menghilang.
“Putri,Putri Cleo kenapa?”Tanya cemas Anta.
Putri Cleo tak dapat menjawab pertanyaan Anta,lantaran pita suaranya tidak dapat berguna.
Sedangkan Putri Canaya yang baru saja melangkahkan kakinya di gerbang sekolah itu,menghentikan langkahnya karena mendengar keriuhan di belakang mereka.
“Kenapa Dia?”Tanya Canaya.
Kannya terkekeh geli “salahnya mengejek orang lain,itu hukumnya!”
“Kannya tidak boleh gitu,nanti ada hukuman buat dirinya sendiri. Sekarang kamu cabut kekuatan kamu!”Pinta Putri Canaya.
“Heheh,maaf kamu memang sudah berubah putri.”
“Panggil aku Canaya aja atau Naya.”Sudut bibir Putri Canaya terangkat keatas.
“Ah,oke. Lagian jangan marah,tadi aku cuman coba - coba kekuatan aku. Ternyata skill kekuatan aku meningkat.”
“Kalau kamu sudah menjadi penyihir yang hebat,kamu ajarkan aku ya! Atau sekarang juga boleh.”Pinta Putri Canaya.
“Tentu saya Nay.”
Terdengar suara pacuan kuda,mendekati tempat yang di injakan Putri Canaya. Kedua gadis itu menatap lamat - lamat kuda itu sampai kuda yang di kendaraan seseorang berhenti tepat di hadapan mereka.
“Pengawal mu?”Tanya Kannya.
“Em.. Ya. Kalau gitu aku pergi dulu ya Kan!”Pamit Putri Canaya.
“Dah!”
__ADS_1
“Dah!”
Tanpa berlama - lama lagi Kannya secepatnya pergi dari tempat dirimu berdiri. Meninggalkan Putri Canaya yang tengah berdiri menatap Kannya.
Putri Canaya memang hebat,dia dapat berteman dengan semua orang. Padahal waktu itu,dia berusaha menjauhi semua orang. Hem.. Sepertinya Putri akan menyusun rencana dengan anak miskin itu-batin sang pengawal.
Putri Canaya berjalan biasa memasuki kereta kuda itu. Kedua pelayan yang ada di kereta itu menatap heran dengan Putri Canaya,karena biasanya Putri Canaya akan berjalan elegan dan sedikit menaruh bumbu sombong di setiap pergerakan dia.
“Ada apa?”Tanya Putri Canaya melihat kedua pelayannya menatap dirinya heran.
“Ah,tidak apa - apa putri. Ayo jalan!”Titah salah seorang pelayan.
********
Tibalah kereta itu ke kerajaan Emerald. Butuh beberapa menit untuk sampai ke kerajaan itu,dan akhirnya mereka sampai di sana.
“Ayo! Tuan putri.”Pinta Sang pelayan.
Canaya mengulum senyum ke arah sang pelayan itu. Sang pelayan seperti tersihir dengan senyuman yang tampak dari wajah cantik Canaya.
Lekas Canaya mulai berjalan,menatap sekeliling di istana kerajaan itu. Rasanya hatinya itu senang sekali. Hari ini merupakan hari spesial untuknya di dunia ini. Dimana dia bisa kembali bercengkrama dengan temannya. Walaupun hanya satu atau dua orang,tapi dia tetap beruntung.
Sesampainya di kamarnya yang di hiasi dengan nuansa merah muda,Canaya lekas berjalan ke arah balkon. Hari semakin sore.
Lamunan terus membekas di pikiran Canaya. Sampai suatu suara menyadarkan nya.
“Putri Canaya,putri harus mandi. Tolong bukakan pintu.”Pinta ketiga pelayan yang ada di depan pintu .
“ Fi- Canaya kan udah besar! Canaya mau mandi sendiri.”Balas Canaya .
Mereka bertiga menghela nafas pelan. Salah seorang dari ketiga orang itu mecibir “tuan putri itu ingin kita di fitnah! Nanti dia bilang ke Ratu Miranda kalau kita tidak memandikan dia!”
“Huh,dasar! Apa semua yang namanya putri berkelakuan itu? Perasaan sewaktu kecil,Putri Naya tidak seperti itu.”
“Sudahlah ayo pergi! Bersiap - siap kita kena amukan ratu.”Tandas sang pelayan.
Di lain sisi,Canaya berjalan ke arah kamar mandi. Beruntung Canaya tidak mendengar percakapan itu. Bagaiman pun juga,Canaya masih kecil. Dia belum bisa menahan gejolak emosional dalam hati nya. Bisa - bisa Canaya tertekan karena itu juga.
Canaya menutup pegangan pintu kamar mandi itu. Setelah gadis itu melepaskan pegangan itu,dia tertegun dan terkejut dengan apa isi kamar mandi itu. Dia selama ini mandi di kamar mandi yang begitu sempit,yang hanya bisa satu orang mandi di situ. Sedangkan ini ? Mungkin bisa satu istana ini bergerombol untuk mandi di sini.
Di kamar mandi mewah itu.. Ada sebuah kolam yang di isi oleh genangan air. Di atas ujung kolam itu terdapat patung bewarna emas asli. Tak lupa di sana ada sebuah meja rias,yang di lengkapi oleh cermin yang lumayan besar.
“Waw.”Puji Canaya saat melihat di meja tata rias.
__ADS_1
Canaya menatap lekat - lekat cermin itu. Benar - benar luar biasa,dia begitu cantik dan dia baru menyadarinya. Dengan rambut bergelombang berwarna kuning emas,balutan dress sepulang sekolah . Dengan manik mata berwarna biru laut. Bisa di puji dia adalah dewi. Tapi Canaya sadar,kecantikan itu turun dari wajah ibunya yang tampak seperti bidadari.
Canaya menghela nafas pelan sembari menyentuh cermin yang menampilkan dirinya. Namun,siapa sangka cermin itu menampilkan dirinya namun.. Dengan wajah yang menyeramkan.
“Kamu,siapa?”Tanya Canaya sambil bingung. Dirinya seperti melihat wajah dirinya namun begitu berbeda sifatnya.
Tak ada jawaban dari bayangan itu,dan langsung saja bayangan itu keluar dari cermin kaca itu.
“SIAPA KAMU?! HUHUHU AKU TAKUT,TOLONG JAUHI AKU!”Pinta Canaya sambil berteriak histeris saat melihat gadis yang berwajah sama berjalan ke arah dirinya.
Keringat bercucuran di wajahnya yang cantik. Canaya menelan salivanya dengan susah payah. Gadis itu menatap seorang gadis yang mirip dengannya tengah mengeluarkan sebuah sihir dan mencoba mengunci pintu.
Suara Ratu Miranda,serta pelayan dan pengawal sudah mulai terdengar di depan pintu kamar mandi.
Setelah mengunci pintu kamar mandi itu,gadis yang berwajah sama dengan Canaya menyihir Canaya.
Segera dalam sepersekian detik,Fifi\Canaya menghilang.
Canaya tersenyum puas melihat Fifi menghilang. Namun ada keraguan di hatinya,dirinya tau kekuatannya tak bertahan selama itu.
Kekuatannya yang di nama kan magic teleportasi. Sebuah kekuatan yang mampu membuat seseorang pindah ke suatu tempat,namun tidak bisa selama lebih dari dua puluh empat jam. Hanya bertahan satu hari penuh.
Setelah tersenyum semirik,Canaya berjalan ke arah pintu dan melepaskan sihirnya.
Saat membuka pintu,dia melihat dan menatap dengan lamat - lamat semua orang seperti mengkhawatirkannya. Akan tetapi dia tau,tidak semua orang memperdulikannya. Beberapa hanya peduli karena ada Ratu Miranda.
“Bunda!”
“Naya,kamu tidak apa - apa kan nak?”Tanya Ratu Miranda cemas.
“Tidak Ibunda,Canaya hanya.. Hanya.. Melihat sesuatu yang menyeramkan di ruangan mandi.”Jawab Canaya gugup.
“Apa itu nak?”Tanya lagi Ratu Miranda.
“Hewan menyeramkan,pokonya malam ini Naya mau tidur bareng bunda.”Pinta Canaya.
“Tentu sayang.”
Sepertinya Naya sudah sembuh dalam penyakit amnesianya-Batin Ratu Miranda.
Halah putri hanya bersandiwara,tadi tidak mau di temankan karena ingin membuat drama -Batin salah seorang pelayan.
NANYA DUNG :V , MENURUT KALIAN PANTAS KAH CANAYA YANG ASLI KE TUBUHNYA? JAWABAN KALIAN BAKAL NYAMBUNG ATAU BISA MASUK SAMA CERITANYA LHO!
__ADS_1