Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 17


__ADS_3

“Maaf... Aku hanya.. sal-salah bicara..”Ucap Canaya terbata - bata.


Sedangkan Kirana duduk mematung pada tempat nya,diri nya tau,Fifi bukan sekedar berbicara. Dia harus berpikir matang - matang.


“Mengenai keputusan mu..”Kalimat Kirana terpotong. “Aku tidak bisa,bagaimana pun... Sejahat apapun mereka pada ku,mereka masih orangtua ku. J..Jadi.”


“Aku tau,karena aku tau,bahwa aku hanya lah orang asing.. Yang secara tiba - tiba masuk ke kehidupan mu.”Jujur sedih Canaya.


Kirana yang tau,Canaya sudah nyaman dengan kehidupan nya menjadi putri,lantas Ia,hanya terdiam dan memeluk Canaya.


Mendapat pelukan dari Kirana,membuat sekujur tubuhnya nyaman. Pelukan familiar datang dengan sendirinya.


“Sudah jangan menangis Fifi... Atau aku akan tertawa melihat wajah ku sendiri menangis. Kan kamu tau aku paling jarang melihat kamu menangis..”Pinta Kirana.


Canaya mendongakan kepala nya seraya menatap Kirana lekat - lekat,di usap nya air mata di penjuru wajah nya dengan kasar.


“Nah gitu dongs,yaudah.. Yuk ke bawah,tenangin bunda... Cuman kamu yang bisa membuat bunda tenang.”Tutur Kira.


Canaya terhenyak,dia bukanlah siapa - siapa di rumah ini. Mengapa dia seperti begitu di anggap,sedangkan putri kerajaan ini,di lakukan semena - mena? Ekspresi apa yang harus di tunjukan Canaya,senang? Sedih? Atau kasihan?


Yang bisa Ia lakukan hanyalah menarik nafas dalam - dalam dan mengeluarkan nya. Rasa bersalah tumbuh pada nya.


Bagaimana bisa? Dia meminta Kirana agar tetap pada tubuh nya,tak di anggap,sedangkan Kirana tak melakukan kesalahan pada nya. Canaya tau,Kirana pernah berniat membunuh nya lantaran sudah gelap mata. Tapi,itu tidak Ia lakukan kan?


Canaya menggelengkan kepala nya menolak apa yang di pinta Kirana. Diri nya tak berhak untuk di samping ratu Miranda. Mana bisa,seorang anak asing,bisa menenangkan ibu asing nya?


“Kenapa?”Nada sedih terasa begitu lekat di pertanyaan Kirana.


Canaya hanya tertawa kecil,sembari memalingkan wajah dari Kirana,dan memilih untuk melihat sekitaran mereka. Gadis itu beranjak dari tempat nya,dan berjalan ke arah balkon yang cukup besar.


Kirana mengikuti langkah kaki Canaya. Wajah nya penuh dengan banyak pertanyaan apa yang di lakukan oleh Canaya.


Raut wajah Canaya menjadi sendu,Kirana bisa merasakan itu semua.


“Aku hanya lah orang asing nay,ORANG ASING.”Pilu Canaya sembari menangis,dengan suara serak. Buliran air mata jatuh di pipi nya,turun ke dagu nya. Entah kenapa dia sekarang begitu cengeng.

__ADS_1


“Berhenti untuk mengatakan bahwa kau orang asing... Aku tau,aku tak bisa menerima apa yang kamu inginin. Tapi,kamu...”Kirana memotong kata - kata nya. “Sudah lah,pokoknya aku harus tau kamu sudah di bawah. Karena bunda hanya tau kamu itu Canaya,bukan Fifi.”


Kirana menjauh,melangkah selangkah demi selangkah mundur. Kaki nya Ia langkah kan melewati pintu,dia ingin ke kamar nya. Sama seperti Canaya,kamar itu berarti. Tempat yang mengawali pagi kita,dan tempat menutup malam kita.


Di tutup nya pintu nya secara pelan,tak lupa untuk mengunci nya.


Walaupun saat ini dia terluka,tapi tak ada butiran cairan yang jatuh di pelupuk mata nya. Ia bendung itu semua.


Kaki nya mulai melemas,dan terduduk di lantai. Mengapa ini harus terjadi pada nya? Tak ada gunanya dia kembali ke tubuh nya. Ibunda nya Ratu Miranda bahkan sudah nyaman dengan Fifi,untuk apa dia kembali ke tubuh nya.


Akhirnya Kirana mengalami dilema. Di satu sisi,kebahagiaan nya... Di satu sisi kebahagiaan ibunda nya. Bunda nya lebih suka terhadap Canaya,di banding kan diri nya. Baik,dia akan memikirkan ini matang - matang.


Atau mungkin,dia harus mengikhlaskan Fifi berada dalam tubuh nya.. Sudah lah,semua ini membuat nya stress tak berujung.


Menjadi Fifi itu tidak mudah,lebih enak menjadi diri kita sendiri.


Ooo


Canaya dan Kirana sudah sampai di sekolah nya,mereka tak mengatakan sepatah kata pun sejak kemarin sore. Ingin sekali Canaya berbicara dengan Kirana. Kalau saja Ia tau akibat permintaan nya itu,mungkin Kira tak akan seperti ini.


“Hallo juga.”Balaa mereka satu persatu.


“Sayang sekali ya.. Kita beda kelas..”Rengek Kannya.


“Gapapa dong,yaudah yuk masuk kelas.”Ajak Canaya,untung lah ada Kannya,yang membuat suasana ini tak cangggung lagi.


Kannya mengikuti mereka dari belakang. Kirana bimbang ingin menanyakan ini atau tidak kepada Kannya. Mereka sekarang teman dekat lebih tepatnya sahabat ,harusnya tak masalah jika Kirana bertanya seperti itu.


“Emm.. Kannya...”Panggil ragu Kirana.


Secara spontan Kannya menoleh ke arah suara yang manggilnya. Tentu dengan semangat bergairah dia menatap Kirana,jarang - jarang Kirana memulai obrolan.


“Apa?”Tanya nya dengan semangat.


“Aku mau menanyakan sesuatu berdua jadi...”Kirana sengaja memotong kata - kata nya karena tau Canaya pasti mengerti,Canaya yang mengerti itu pun pamit undur diri untuk ke kelas.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu tanyakan Kira?”Timpal Kannya. “Cepat ya,nanti kita ga sadar kalo udah masuk hehe...”


“Iya,hm nanti pulang sekolah aku boleh ke rumah kamu. Menemui ibu kamu?”Tanya Kirana mantap,dia sudah memantapkan hati nya untuk bertanya tentang hal ini.


“Boleh tentunya,er.. Canaya? Dia ikut ga?”Tanya Kannya.


Kirana menggeleng tanda tak menyetujui pertanyaan Kannya. “Aku tau,dia tak diperbolehkan keluar kerajaan... Dia kan putri.”


“Hahaha,iya ya... Aku lupa kalau dia putri,sifat nya juga ga terlalu elegan dari biasa nya. Standar.”Kritik Kannya.


“Aku baru tau yah kamu bisa ngomongin orang di belakang,kan dia sahabat kamu.”


“Bercanda kali,walaupun itu fakta... Yah aku tau sih, di dunia ini semua orang pasti punya kekurangan.”Bijak Kannya.


Kirana hanya bisa menggelengkan kepala nya,dan mengajak Kannya ke kelas. Kirana menyadari,memiliki teman ternyata cukup menyenangkan.


Diri nya setengah bersyukur,setengah tak bersyukur dengan kejadian ini. Bisa di ibaratkan seperti perkataan Kannya,dapat di simpulkan... Di dunia ini,ada keuntungan dalam suatu kejadian,ada juga kerugian dalam suatu kejadian. Kita hanya bisa menyikapi nya dengan baik.


Ooo


Selama pelajaran tak ada sedikit pun kata yang di ucap kan Kirana,namun ada yang berubah dari Kirana. Satu,baru kemarin dia begitu enak dan nikmat tidur - tiduran sekarang,dia begitu mencermati pelajaran ini. Padahal,pelajaran ini kan bukan pelajaran mengenai ilmu sihir maupun kimia.


Canaya merasa amat senang ketika melihat perubahan ,walaupun sedikit itu adalah perubahan.


Tak terasa bunyi bel berbunyi,menandakan pelajaran telah usai. Cukup sedih untuk Canaya,yang begitu mencintai pelajaran .


Semua peserta didik sekolah itu,keluar dari kelas mereka masing - masing.


Canaya berjalan ke halaman,tapi ada satu hal yang janggal. Biasanya akan ada orang yang berjalan di belakang nya,namun sekarang tidak ada. Gadis itu menoleh ke arah belakang mendapati Kirana, tengah menunggu seseorang. Canaya berteriak memanggil Kirana,namun mendapat respon, dengan Kirana menoleh ke arah nya.


Canaya berjalan ke arah nya,mengacuhkan orang yang tengah menunggu nya di kereta kuda nya.


“Kira... Kira ayo,nanti kamu tertinggal lo.”Ajak.


“Nay,kamu pulang sendiri ya.. Aku mau ngelakuin sesuatu dulu.”Pinta Kirana.

__ADS_1


__ADS_2