Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 6


__ADS_3

Malam hari saat ini telah tiba.


Raja Sean mengundang Pangeran Rey beserta keluarganya untuk ke kerajaan Emerald. Pangeran Rey yang berasal dari Kerajaan Asa. Kebetulan ayahnya Pangeran Rey,Raja Anggara merupakan sahabat baik Raja Sean ayah Canaya


Raja Sean mengundang Raja Anggara,tentu saja dia menjetujuinya.. Raja itu tau,bahwa putra sulungnya itu begitu merindukan kekasihnya Canaya saat di asrama sekolah.


Saat ini mereka semua nerkumpul untuk makan bersama di meja makan. Selama jam makan malam keheningan di rasakan oleh Canaya dan Rey. Berbeda dengan mereka,kedua ayahnya sibuk bercerita tentang kerinduan mereka.


Padahal ruangan makan itu sedang ramai ramai nya. Mereka saling berdiam diri, yang membuat kedua ibunda mereka memanggil nya.


“Canaya.”Panggil Ratu Miranda.


“Rey.”Panggil Ratu Marissa.


“Yah.”Kata mereka berbarengan, lalu mereka sama - sama membuang muka lantaran canggung.


Ayah Rey yaitu Raja Anggar hanya menggeleng gelengkan kepala melihat wajah putra nya bersemu merah. Padahal saat perang, wajah nya seperti orang gila yang minta kemerdekaan saja.


Seisi ruangan menertawakan mereka berdua. Yang membuat Rey jengkel karena merasa terejek.


“Rey.. Rey.. Dalam pedang kamu berani, tapi sama cewe gagal.”Cibir ayah nya . Rey hanya mengerucutkan bibir nya.


“Si-siapa yang gagal.”Tanya gugup Rey.


“Yah kamu lah Rey,masa kamu malu - malu. Kalau Naya malu,wajar. Lah kamu,kamu cowo Rey.”Sindir Raja Anggara.


Sementara Rey merasa jengkel, diam diam Canaya mengambil tatapan lembut ke Rey. Lelaki yang ada di samping nya sangat tampan , bahkan lebih dari kata sangat .


Tapi Canaya tersadar jika sesuatu mengganggu alam pikiran nya. Tidak tau apa yang terjadi , rasa nya ia bingung. Seperti akan terjadi sesuatu . Tapi Canaya tidak menggubris nya dan memikirkannya.

__ADS_1


Ooo


Di siang hari...


Canaya kini sedang mencari pangeran pujaannya, namun Canaya tidak sama sekali menemukan pangeran yang ia sukai. Oh iya, ngomong ngomong sejak di taman waktu itu Canaya sudah jatuh suka pada pangeran pemberani itu.


Masih kecil? Hmm ya benar , dia juga memastikan bahwa itu hanya imajinasi suka saja.


Mungkin dia suka cara nya Pangeran Rey mengayunkan pedang, seperti yang dia lihat saat ini di jendela kamar nya. Setelah lama mencari ternyata pangerannya itu tengah berlatih pedang,dan dia hanya bisa menatap pangeran itu dari balkon.


Wajah nya terukir senyuman yang indah, melihat keseriusan Rey dalam melatih pedangnya. Canaya masih mengingat ucapan Rey kalau dia akan pulang ke kerajaan nya bulan . Lumayan bulan ini bisa dilewati Canaya bersama pangeran kesayangan nya.


Karena berasal dari dunia lain, dia tidak mengetahui bahwa sejak lahir dia sudah di jodohkan dengan Pangeran yang ia sukai. Tetapi, tubuh yang lain tahu akan itu.


"Heh.. Bengong aja liatin apa?"Tanya Nya.


“Pangeran Rey , tampan sekali. Tapi tunggu kenapa dia tidak ada lagi? Bukan kah dia tadi ada si bawah untuk latihan?”Ungkap nya secara polos.


Flashback on


Jadi , saat di tengah fokus nya Rey mengayunkan pedang. Tak sengaja dia kehilangan fokus, karena melihat pedang nya memperlihatkan seorang remaja yang wajah nya seperti pelayan. Entah gambaran wajah itu mengingatkan nya pada kekasih manis nya. Dia masih belum bisa menikahi nya karena mereka berdua sama sama masih kecil. Bahkan, mereka berdua sebelum lahir sudah di jodohkan.


Tanpa di sadari pangeran itu, pedang sudah mulai ke arah nya. Pangeran itu tanpa menoleh sedikit pun menangkis serangan itu.


“Sudah kita akhiri latihan ini, saya mau istirahat.”Lirih nya dengan suara serak.


Entah rasa nya akhir akhir ini dia rindu dengan tawa jahat Canaya. Walaupun dia tidak suka Canaya nakal kepada seluruh isi kerajaan , tetap saja dia istimewa saja di hati nya. Biasanya saat lelah begini,Canaya akan lari kepadanya membawakan cemilan dan air untuknya.


Dia sadar mata Canaya berubah. Yah, memang seperti itu. Akan tetapi, dia sadar mata Canaya biasanya mengeluarkan cahaya berwarna merah. Tapi dia tidak memperdulikan nya. Toh, sekarang Canaya adalah kekasih nya. Mau tak mau menerima nya. Di dalam hati nya masih bingung, walaupun Canaya tidak pernah melakukan kejahilan di depan nya pasti Canaya mengeluarkan senyum semirik nya.

__ADS_1


Banyak pertanyaan di hati nya. Mata nya menghadap langit berwarna biru muda itu. Tak sengaja mata itu melihat gadis kecil yang menatap nya seperti sedang melamunkan sesuatu.


Lelaki itu langsung menunjukan cengiran khas nya dan berlari ke kamar Canaya. Dan benar, ternyata Canaya memang seperti yang ia pikirkan. Wanita di depan nya itu sedang melaamun.


Flashback mode OFF


“Ah.hhh.. Sejak kapan kakak ada disini?”Tanya gadis kecil itu gugup.


"Sejak tadi.. Oh ya, kamu tadi memanggilku pangeran kenapa tidak kakak saja." Jawab nya ragu ragu.


Selama ini Canaya tidak pernah memanggil nya dengan sebutan kakak atau Pangeran, tapi malah menyebut nama nya.


"Baik kak." Benar benar di luar dugaan , Canaya membenarkan perkataan Rey. Tapi, dia tidak menghiraukan nya karena dia pikir. Canaya telah berubah mungkin.


Tiba tiba di dalam hati Canaya berasa tidak enak lagi. Rasa ini seperti waktu dia berada di jamuan makan malam. Tetapi, sekarang rasa nya ia takut.


"Ja.. Jangan Da-datang.." Teriak nya , Pangeran langsung terkejut melihat Canaya mundur dan jatuh ke kasur.


"Ada apa? Ada apa Canaya?Cerita.."Kata nya dengan panik melihat kondisi Canaya.


"Di..Dia akan datang dia..." Ungkap nya , akan tetapi tubuh Canaya dan ucapan nya seperti di ambil alih seseorang.


"Dia siapa Canaya?"Tanya nya berusaha agar dia tidak panik kembali, karena melihat keadaan Canaya.


"Dia..Can-"Belum menyelesaikan kata kata , Canaya langsung pingsan. Pangeran yang mengetahui itu, langsung memanggil seisi kerajaan ke kamar.


Ratu Miranda dan Raja Sean yaitu ayah dari Canaya langsung memanggil tabib.


Sebuah air bening menetes di pelupuk mata Ratu Miranda. Bagaimana tidak? Melihat putri semata wayang yang paling di kasihi nya terbaring di tempat tidur. Dulu, jika Canaya terbaring sakit seperti ini tidak ada yang peduli. Tapi, dengan kebaikan Canaya selama 3 tahun di karajaan itu para pelayan dan seisi kerajaan jadi suka dengan putri Canaya.

__ADS_1


Tapi di dalam pikiran Pangeran yang tengah terpaku itu hanya terdiam. Kepala nya yang masih penuh pertanyaan mengenai Canaya, bertumpuk dengan kejadian yang menimpa Canaya.


“Kamu kenapa Canaya?”Lirih Rey dalam batin nya.


__ADS_2