Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 25


__ADS_3

Baca pelan - pelan😥Kalo perlu dieja wkwk🙃


*Happy Reading*


Kejadian buruk masuk di benak Kira. Gadis itu berusaha,untuk tertidur. Akan tetapi,mimpi itu terlalu mengusik dirinya,hingga membuat gadis itu tak tertidur semalaman.


Mimpi buruk itu,mengingatkan Kira,dengan salah satu sahabatnya Fifi. Bibir nya tak dapat berkata - kata,mengingat mimpi yang begitu mengenaskan masuk ke benaknya. Kenapa mimpi itu datang kepadanya? Yang pasti itu tak berurusan,dengan keputusan nya.


Kira termenung di depan cermin usang,lingkaran mata hitam menjuntai,di bawah kelopak mata nya. Semakin menunjukan bukti,Ia tak tertidur semalaman.


Suasana di sana,senyap. Tak terdengar siapa pun. Kira yakin,sebentar lagi suara senyap itu akan berganti dengan suara cempreng Canaya. Gadis periang,yang jauh berbanding balik dengan nya.


Sudah selama satu jam,Kira tak keluar dari kamar nya. Siang nanti,Ia akan belajar bersama Calista. Seperti biasa,tentang ilmu sihir. Kemampuan nya,mungkin saat ini bisa dikatakan rendah. Membuat Kira semangat untuk belajar tentang ilmu sihir.


Matahari mulai menampakan diri. Hampir tepat,di atas atap kerajaan. Namun,Canaya tak muncul menampakan batang hidung nya. Kira tampak bosan menunggu kehadiran Canaya,tangan nya menumpu kepala nya.


Kira terkekeh kecil,melihat tampang wajah nya,yang tidak terlalu buruk. Mungkin,karena wajah nya tak terurus,menyebabkan wajah nya lumayan gelap. Bisa Kira katakan,wajah nya itu,manis kecokelatan.


Namun,segera Ia tepis pujian untuk Ia sendiri. Kepala Ia tenggelamkan di lengan nya,sembari menghadap cermin. Ia teringat,terakhir kali Ia menjadi Canaya,Ia berhadapan pada cermin lalu tertidur.


Kelereng mata nya,melirik ke kiri. Menatap kosong,pintu yang tidak terbuka sedikit pun. Mungkin semua orang yang ada di kerajaan itu,menganggap nya 'mayat hidup'.

__ADS_1


Gadis itu berdecak,kesal karena Canaya tak kunjung datang. Kira sangat malas,melihat semua pelayan menatap Ia dingin. Oh,sejak kapan Ia memperdulikan orang lain. Tidak tidak,Ia harusnya memikirkan diri nya sendiri. Untuk apa Ia takut,kepada orang yang sama sekali tak pernah memberi Ia makan sedikit pun.


Karena sudah berjam - jam di kamar,Kira bergegas membersihkan diri di kamar pemandian.


Setelah menyegarkan tubuh,Ia segera mengambil jaket kulit,dan melekatkan nya ke tubuh nya,yang lumayan kurus. Mengenai makanan. Mungkin,Ia akan makan bersama Kannya dan Calista. Gadis berumur 12 tahun itu sudah menganggap mereka berdua adalah keluarga nya sendiri. Mungkin Fifi bisa juga menjadi salah satu anggota keluarga nya. Meskipun semua anggota hanya perempuan,itu tak mengubah arti keluarga sedikit pun. Fifi mungkin lumayan mengubah jati dirinya saat ini.


Kira berjalan santai di lantai,di alaskan karpet. Di sekeliling nya,banyak patung emas,yang Ia tau adalah harta kerajaan.


Sesaat Kira berpikir,Canaya ada di kamar nya,namun,Kira salah,Canaya justru sudah keluar dari kamar nya. Pikiran bodoh,mana mungkin Canaya sama seperti nya. Yang mengurung diri hanya karena mimpi buruk.


Langkah nya terhenti ketika melihat bunda nya tengah duduk bersantai di ayunan di taman yang begitu luas,dan indah. Tergerak tiga pilihan di hati Kira. Apa dia menghampiri Ratu Miranda,sekedar menanyakan sahabat nya? Atau dia menghampiri Ratu Miranda,hanya untuk mengambil hari Ratu Miranda agar menganggap nya anak nya sendiri? Kira menghela nafas pelan kenapa dua pilihan itu masuk di benak nya. Mungkin,Kira akan memilih pilihan ketiga. Tak memperdulikan apapun.


Kira melewati Ratu Miranda. Seolah olah bersikap dingin,dan acuh kepada Ratu Miranda. Wanita yang di sebut ratu itu,sama sekali tak menggubris orang di depan nya. Sudah Kira duga,dia hanya dianggap mayat hidup oleh seisi kerajaan.


Kira mengurut dada,ketika melihat sikap acuh yang di tujukan secara terang terangan bunda,ups,mantan bunda kepada diri nya. Entah,adakah di dunia ini,yang namanya mantan bunda. Gadis itu rasa,hanya Ia yang punya sebutan itu. Ia tertawa hambar,sembari meneruskan langkah kaki nya menuju tempat Calista.


Seperti biasa,Kira akan menggunakan pintu rahasia,yang berada di belakang kerajaan Emrald.


Seharusnya ini Canaya hari ini libur. Mengingat banyak bunga berguguran,Kira yakin hari itu adalah musim gugur. Jadi,Seharusnya Canaya nampak di depan


nya.

__ADS_1


Ah sudahlah,mungkin saja Canaya tengah pergi ke suatu tempat. Harusnya Kira tak harus berpikir jauh - jauh. Mungkin gara - gara mimpi itu,membuat pikiran negatif bercampur menjadi satu kesatuan yang utuh.


Ooo


Kira sudah sampai di depan,gubuk yang terurus. Gubuk tempat tinggal,guru nya dan sahabat nya.


Kaki nya berderap,melewati beberapa tanaman hitam. Yang pastinya di rawat oleh Calista. Guru nya suka mengoleksi tanaman - tanaman,yang di mana di anggap kuno di jaman sekarang..


Tok.. Tok..


Tidak ada sahutan. Suara bunyi pintu terbuka saja tak terdengar. Di mana kah guru nya,beserta sahabat nya. Risau,mungkin? Mengingat Kira mengingat mereka berdua adalah keluarga nya.


Gubuk itu tak memiliki kunci,hingga membuat gubuk itu mudah untuk di buka. Namun,tak sopan rasa nya membuka pintu,tanpa mengucapkan permisi. Kira sudah mengaku,akan melakukan hal kebaikan mulai sekarang. Tak mungkin,hanya karena membuka pintu hal itu runtuh seketika.


Kira menghela napas. Beranggapan guru dan sahabat nya berada di menara. Oh astaga,kenapa sahabat nya tak ada di mana pun hari ini?


Ooo


Gadis itu lesu seketika,melihat hari sudah menjelang malam. Namun,sampai saat ini Ia masih tak melihat adanya Kannya dan Calista. Membuat Kira sedikit geram. Tapi..


Ctax... Duar..

__ADS_1


Mendekati ending siapin diri aja -,


__ADS_2