
Tak terasa sudah minggu - minggu pun berlalu.
Namun,selama ini gadis itu habiskan di kamar nya. Sangat kebetulan sebentar lagi musim panas, jadi para putri yang berasal dari berbagai kerajaan pun di liburkan.
Selama satu minggu secara penuh dia habiskan dengan belajar, membantu para pelayan. Bukan hanya itu,Canaya juga me ngurus pertenakan keluarga nya. Walaupun butuh waktu lama untuk belajar semua itu.
Canaya mulai beradaptasi dengan lingkungan kerajaan itu. Dia juga sadar bahwa diri nya sudah tidak berpindah pindah tempat lagi, yang mulai membuat dia nyaman tinggal di istana tersebut. Dan mengakui bahwa istana itu adalah rumahny sendiri.
Para pelayan juga, mereka memandangi sifat putri kerajaan yang berubah. Canaya menjadi banyak perbincangan warga kerajaan tersebut. Tentang perubahan nya. Banyak yang bersyukur atas amnesia putri Canaya,karena berkat itu sikap Canaya menjadi lebih baik. Bukan hanya banyak pelayan dan rakyat,Ratu Miranda yang adalah ibundanya juga bahagia karena itu. Putri itu juga belajar menjadi wanita yang anggun. Walaupun dia jarang datang ke pesta dansa di kerjaan tetangga , tetap saja dia harus berlatih dansa bukan?
Malam telah tiba, Canaya menatap bintang bintang di balkon yang sangat luas. Sambil menatap bintang, sambil juga berayun ayun di ayunan yang di hiaskan oleh bunga bunga yang sangat menarik. Bintang yang ia tatapi itu mirip dengan senyuman ibu nya , sebelum kejadian kecelakaan itu. Di dalam benak nya masih ada pertanyaan tentang bagaimana keadaan teman teman nya, Farah, dan kepala panti.
Canaya terlalu mendalami senyuman yang diberikan oleh sang bintang. Tak sadar seseorang datang , dan menepuk bahu nya.
"Canaya.."Panggil ibunda nya. Canaya langsung mendongakan kepala nya menatap orang yang membuat nya hadir saat ini di dunia ini.
__ADS_1
Canaya masih sibuk menatap ibunda nya, tak sadar bunda nya itu menyentuh pipi nya. Air mata nya jatuh tanpa ia sadari. Rasa kasih sayang ini berbeda. Berbeda dengan tatapan kasih Farah kepada nya, sama juga tante Sinta yang selalu membelainya. Apa karena dia adalah ibu kandung Canaya? Dirinya juga merasakan tubuh Canaya terada hangat. Mata orang yang di hadapan Canaya begitu hangat. Dan ia juga menyadari wajah nya hampir mirip dengan ratu Miranda. Kecantikan mereka berdua tidak kalah menawan.
Ratu Miranda bingung, dengan kelakuan putri semata wayang nya. Bukan hanya membelai dan memberikan tatapan hangat d . Mama nya itu meninggal waktu dia masih berumur 5 tahun , beserta ayah tercinta nya. Sayang, Canaya masih belum mengerti tentang itu. Dia hanya tau kalau orang tua nya meninggal. Dan itu semua karena kecelakaan mobil biasa. Canaya masih kecil , belum bisa mengerti sebuah penderitaan. Suatu saat dia pasti akan mendapatkan ujian yang lebih berat dari pada ini, bahkan mungkin ini lah salah satu ujian untuk nya. Yaitu tinggal seatap dengan seorang yang tidak di kenal.
Canaya masih mengingat teriakan histeris dari mama nya saat kecelakaan itu. Tanpa ragu ragu Canaya membalas pelukan bunda tiri nya. Air mata nya masih membulir , semakin deras yang membuat gaun ratu Miranda basah. Ratu Miranda hanya terpaku, hati nya masih bertanya tanya. Mengapa putri nya bisa mengeluarkan air mata? Padahal dia selama ini tersenyum kepada banyak orang, walaupun tersenyum mematikan. Ratu kerajaan Emerald itu , menatap lekat lekat bintang itu. Bintang itu dalam penglihatan nya mirip dengan putri Nya Canaya waktu kecil. Anak dan ibu nya itu saling mengeluarkan air mata. Yang satu kebahagiaan , yang satu adalah sebuah air mata penderitaan.
Selesai isak tangis mereka, Ratu Miranda tidak sadar bahwa putri nya sudah tidur sedari tadi. Karena tubuh Canaya kecil , tubuh gadis itu dapat di bopong, dan di bawa ke tempat tidur nya . Dengan lembut Ratu Miranda menyelimuti tubuh kecil Canaya. Tidak lupa Ratu Miranda mengecup dahi Putri nya itu sedikit lama , lalu berjalan dengan anggun ke arah pintu luar .
****
Tiba tiba sebuah terompet istana pun terdengar , terdengar seorang prajurit mengatakan sesuatu. Tetapi , tidak terdengar oleh Canaya. Hanya sedikit yang ia dengar terompet itu,tapi Canaya berlalu dan fokus bernyanyi. Seperti bunga - bunga itu adalah para penonton nya dan gadis itu menjadi penyanyi utamanya.
Karena asik dengan pekerjaan yang dia lakukan itu, dia tak sadar seorang laki-laki berjalan ke arah nya yang sedang menyita tanaman. Saat sibuk dengan bunga berwarna yang ada di sekitar nya, tiba tiba dia melihat kegelapan bercampur merah .
"Bundaa...."Teriak nya histeris, orang yang sedang menutup mata Canaya langsung melepaskan tangan nya dari mata Canaya saat mendengar teriakan histeris Canaya.
__ADS_1
“Heyy! Ayolah,jangan berteriak. Nanti aku di tuduh melakukan hal yang tidak - tidak.”
Canaya yang sangat penasaran dengan orang yang ada di belakangnya ,langsung saja membalik kan tubuh nya ke belakang . Tak sadar tanah itu licin, hingga saat dirinya menoleh membuat nya hampir terjatuh . Tapi, sebuah tangan lebar menangkap nya .
Bukan hanya Canaya yang terekjut,orang yang menangkapnya terkejut seperti . Sekarang memanglah Canaya tidak jatuh dan tak kenapa - napa .
Namun,berbeda dengan Canaya di tangkap. Tempat menyiram yang dirinya sedari tadi menyiram sudah berada di atas kepala dirinya dan lelaki itu. Tempat siram tanaman itu melambung tinggi hingga tutup nya terlepas dan mengeluarkan air yang cukup banyak. Canaya hanya mengatupkan mata nya , menunggu air itu jatuh dan membasahi diri nya sampai habis. Terlihat senyuman dari wajah lelaki itu. Mata Canaya satu persatu mulai mencoba terbuka, dan akhir nya dia melihat laki laki itu secara menyeluruh . Seorang anak lelaki yang umur nya empat tahun lebih tua dan tertawa kecil menatap nga , setelah tempat penyiram tanaman itu tergeletak di permukaan tanah.
"Haha.. Nay , Nay kamu ini selalu membuat ide yang begitu konyol . Yah, tidak buruk tapi kamu berhasil membuat suasana menjadi cair. Ku pikir akan canggung."Kata lelaki itu .
Canaya bisa melihat dengan jelas lelaki itu sangat tampan. Walaupun tua dari nya, wajah nya tidak terlalu tua. Cara berpakaian nya sangat elegan . Tak lupa di kepala nya terdapat mahkota kecil , yang membuat ia semakin beribawa.
Tanpa sadar wajah Canaya memerah melihat seorang pangeran yang tiba tiba ada di depan nya.
"Hallo.. Nay , jangan melamun dong."Tegur pangeran dari kerajaan Asa. Pangeran Rey .
__ADS_1
TEBAK SAPA TUH PANGERAN REY :V YANG UDAH BACA CHAPTER SELANJUTNYA PASTI TAU