Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 4


__ADS_3

Pagi telah tiba...


Seorang gadis cantik tengah terbangun dari tidur cantiknya. Matanya Ia kedipkan berulang kali mengkondisikan keadaan sekitar.


Dia akhirnya merasa nyenyak dalam tidurnya.


Saat penglihatan diri nya sudah jelas. Gadis itu terlonjak kaget,mendapati dirinya ada di kerajaan yang sama Ia tinggalkan.


“Di kerajaan ini lagi.”Gumam Canaya.


Canaya menggeleng - gelengkan kepala nya,bahkan menepuk pipi nya. Dan terasa sakit di pipinya itu. Berarti sekarang dia tidak sedang bermimpi.


Apa waktu dia di gubuk itu hanyalah mimpi? Namun,kenapa dirinya tiba - tiba di suatu kamar yang tidak Ia kenali. Dari dekorasi nya seperti kerajaan , namun Dirinya tak tau dia di kamar siapa.


Mata Canaya menyapu bersih ruangan kerajaan itu. Sampai kata Canaya berhenti menatap seseorang wanita yang tengah tidur terlelap di tempat tidurnya 'Ratu Miranda'


Deg..


Baru kali ini dirinya dapati,tidur bersama bunda yang melahirkan dirinya. Pada pagi hari orang pertama yang dirinya lihat adalah Ibunya,Ratu Miranda.


Senang,tentu. Namun ada seguncah perasaan yang ada di lubuk hatinya.


Pikirannya terus bertanya. Mengapa dia bisa mendapatkan mimpi seburuk itu? Canaya bangun dari tempat tidur dan duduk di tepi ranjang.


Hal itu membuat Ratu Miranda terbangun dan menatap Canaya.


“Naya.. Kamu sudah bangun sayang?”Tanya Ratu Miranda.


Mendengar suara Ibundanya Canaya tersadar dan menoleh ke asal suara itu. Ujung bibirnya mulai terangkat dan mengukir senyum indah di wajahnya.


“Iya bunda.”Sekarang Canaya harus terbiasa dalam penggunaan kata 'bunda' sekarang.


Ratu Miranda bangun dari tempat tidur dan memeluk erat putri kesayangannya itu. Tak lupa Ratu Miranda membalas senyuman yang ada di wajah Canaya.


“Hahaha.. Umhh.. Gelii.”Adu Canaya karena Ratu Miranda mulai menggelitiki perutnya.


“Iya sayang. Bunda seneng deh,sekarang Naya sudah sering manggil bunda,bunda. Kamu udah kembali. Naya udah inget kami semua kan?”Tanya Ratu Miranda penuh arti.

__ADS_1


Canaya menelan salivanya ketika mendengar pertanyaan ibu dan nya itu. Dengan berat hati Canaya harus berbohong ,toh dia jujur juga tidak akan di percaya .


“Aku sudah ingat semuanya bunda.”Bohong Canaya.


Ratu Miranda tersenyum lebar melihat putri semata wayangnya itu. Wanita itu tersenyum sembari mengelus puncak kepala Canaya,membuat Canaya menikmati dan nyaman di elus.


“Yaudah,sekarang kamu ke kamar mandi gih! Mau sekolah kan?”Canaya membalas pertanyaan ibundanya dengan menganggukan kepalanya.


“Kalau gitu,Naya pergi dulu ya!”Pamit Canaya.


“Iya sayang.”Sahut Miranda. “tidak di temani pelayan?”


“Tidak usah! Naya kan sudah besar.”


Huft... Akhirnya sayang... Kamu ingat pada kami semua. Bunda sangat senang mendengar kamu ingat. Kamu juga sudah banyak berubah. Sering - sering lah tersenyum, bunda lebih suka kamu tersenyum seperti ini.-Batin Ratu Miranda.


Sedangkan Canaya masuk ke kamar mandi sendiri . 


Hati nya masih was - was mengingat kejadian lalu,yang benar - benar dirinya ingat.


Bola mata nya perlahan ke arah kanan,tempat di mana cermin kaca berada. Canaya menghela nafas kasar.


Dengan langkah perlahan - lahan,Canaya berjalan dengan banyak keraguan. Saat sesampainya gadis itu ke sebuah tempat tata rias yang di lengkapi oleh cermin yang lumayan besar,tangan mungil Canaya mulai menyentuh cermin.


“Dingin.”Gumamnya pelan.


Cermin itu dingin lantaran memang saat ini cuaca sedang dingin,hal itu mungkin mempengaruhi benda - benda di sekitarnya.


Dari pada itu,Canaya beruntung dan berpikir itu hanyalah mimpi buruk. Dan dia sudah keluar dari mimpi buruk ini.


Ooo


Sedangkan di wilayah lain,


Seorang remaja tengah terbangun dari tidur lelapnya.


Mata nya sekarang sulit terbuka,lantaran basah dan sembab. Gadis itu berusaha membuka mata nya. Apa yang terjadi dengan nya?

__ADS_1


Dirinya terkejut saat mendapati tubuhnya ada kembali di gubuk tua dalam waktu cepat.


Mata Kira tiba - tiba membulat,tak percaya apa yang dirinya lihat. Dia kembali ke gubuk itu.


“Bukankah... Aku kembali ke sini tepat dua puluh empat jam. Mengapa hanya beberapa jam? Ada yang tidak beres dengan sihir ku..”Kira memotong perkataanya. “ck,gadis itu menangis semalaman. Apa tidak lelah? Membuat ku merasakan nya ,sama seperti dia. Dia selalu membuat hidup ku hancur!”


Kira mulai beranjak dari tempat nya . Walaupun dalam berdiri sempoyongan.


Huft.. Gadis itu.. Membuat ku lelah saja. Coba aku di istana,pasti saat ini aku sedang menikmati hidup sebagai seorang putri lagi.-batin Kira.


Akan tetapi,tiba - tiba sebuah pikiran muncul dalam benak nya.


Sihir nya habis dengan cepat lantaran memag kekuatan nya melemah,atau karena seseorang yang menggunakan ramuan sihir nya dan mencoba menggagal kan rencana diri nya.


“Apa gara - gara gadis yang merebut hidup ku? Lihat saja akan ku pasti kan itu. Sampai aku ketemu bukti yang kuat,akan ku beri pelajaran .”Ancam Kira.


Kira berjalan ke arah cermin kaca yang tergeletak di bawah tempat tidur nya itu. Di ambil lah benda itu,dan dia perlihat kan wajah nya di cermin itu.


“Wajah ku tidak seburuk itu... Tapi nasib ku yang buruk tertukar tubuh. Huuh seperti nya dia ahli penyihir tingkat 6.”Kesal Kira.


Di lempar nya lah cermin  itu,dan diri nya mulai menyusun ramuan - ramuan. Dirinya harus bisa membuat ramuan lagi. Akan tetapi,ramuan nya gagal di karena kan kekurangan bahan utama dan pelengkap sihir itu .


Berbeda dengan kemarin,dia menemukan uang di gubuk itu. Namun hanya sedikit uang yang ada. Langsung saja uang itu seketika habis oleh Kira. Kira juga tidak bekerja. Perut nya sekarang tidak lapar,belum tentu besok perut nya masih kenyang.


Bersyukur kemarin malam di istana dirinya banyak menghabiskan makanan. Kalau tidak bagaimana sudah nasib nya. Bisa mati konyol.


Sebuah ide tiba - tiba terlintas dalam benak nya. Bagaimana jika dia  pergi ke kerajaan Emerald? Dia harus mengatakan semua yang harus diri nya katakan ke pada bunda nya dan ayahanda nya.


Dengan cepat Kira membereskan perlatan dan baju nya. Cuaca terasa dingin,maka dari itu dia menggunakan jubah tebal dan diri nya balut ke tubuh nya. Walaupun diri nya sendiri tak pernah suka pakaian seperti ini.


Gadis itu membawa ransel nya dan mulai berjalan. Saat menggenggam kenop pintu,diri nya agak terkejut.


“Ternyata gadis itu juga tidak keluar rumah,bodoh aku meninggalkan tubuh ku di gubuk yang memiliki banyak bahan sihir.”Rutuk Kira.


Namun tetap Kira berjalan dan akhirnya keluar dari tempat gubuk itu. Sekarang yang harus diri nya cari adalah makanan. Makanan yang di gunakan mengisi perut nya. Apakah dia harus mengemis ? Tidak tidak,dia tidak akan mungkin melakukannya


Kira mulai berjalan,dan entah sekarang takdir memihaknya. Gadis itu melihat seseorang dermawan tengah membagikan roti dan makanan serta air minum di sana

__ADS_1


“Persiapan ku cukup. Tunggu aku di Emerald Canaya PALSU.”Canaya menekankan kata terakhirnya.


__ADS_2