Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 16


__ADS_3

“Bukan apa- apa kok hehe.. Kebiasaan dulu waktu kecil suka manggil nama sendiri kalo sedang ngobrol.”Bohong Canaya sedikit gugup.


“Jadi... Kamu ngomongin siapa?”Tanya Kannya.


“Kirana! Kirana suka banget dengan ilmu sihir.”Kirana yang mendengar itu berusaha menetralkan diri.


“Ouhh,kalo gitu... Kapan - kapan kamu ke rumah aku aja Kira.. Kalau kamu bisa Nay boleh juga kok.”Ajak Kannya.


Memang tak ada ucapan terimakasih yang masuk ke gendang telinga Canaya maupun Kannya,tapi sejujurnya Kira berterimakasih dengan Kannya lewat hati.


Bagaimana jika..... Kehidupan ini tak akan aku dapatkan ketika aku menjadi Fifi - batin Canaya resah.


Ooo


Mereka akhirnya sampai di kerajaan Emerald,jauh perjalanan,namun mereka bertiga sama sekali tak merasa letih. Justru mereka asyik berjalan sampai lupa,istana yang megah dan besar sudah ada di depan mereka.


Kannya pamit undur diri,tak lupa lambaian menyambut Kannya sebelum punggung Kannya menghilang.


Kirana dan Canaya berjalan beriringan masuk melewati kerajaan. Pengawal yang menyadari keberadaan putri Canaya langsung berjalan cepat ke arah Canaya.


“Putri kemana saja? Mari masuk,orang suruhan kami pergi mencari putri ke sekolah,namun tak menemukan putri,Dari Miranda cemas..”Cerita nya. “Ini karena orang yang menjemput Putri menghilang tanpa kabar.”


Sang pengawal pun menuntun Canaya masuk ke kerajaan itu. Sedangkan Kirana? Dia sedang menahan luka kesedihan nya,ibu nya sama sekali tak mengkhawatirkan nya. Namun,Ia bendung air mata agar tak keluar. Bagaimana pun juga dia harus bisa menghadapi ini,tak boleh menangis. Sekali menangis dia akan tampak seperti orang yang lemah.


“Jangan - jangan kau yang menghilangkan orang itu agar kau bisa menarik perhatian Putri Canaya ya? Cih..”Curiga salah satu pengawal yang sama sekali tak di gubris oleh Kirana. Hanya Kirana anggap angin apa yang di katakan nya.


Lantas diri nya berjalan masuk ke istana itu,sembari tersenyum sinis.


Ooo


Ketika Kira masuk ke dalam kerajaan itu,dia di sambut oleh pertengkaran kecil.

__ADS_1


“Kenapa kamu pulang sendiri Canaya!? Selama 2 tahun ini,kamu berperilaku dengan baik. Apa jangan - jangan karena dia!?”Curiga Ratu Miranda sembari menunjuk Kirana yang baru saja masuk. “Canaya,kamu tidak bisa menjamin dia tidak melakukan sesuatu ke kamu .”


Canaya menahan ketakutan nya,jarang dia mendapat perlakuan ini. Waktu itu karena dia masuk ke penjara,sekarang karena pulang sendiri.


Bisikan - bisikan lalu muncul di telinga Canaya,namun... Kali ini bukan cibiran untuk Kirana,tapi untuk nya sendiri.


“Kenapa Putri tau arah jalan ke kerajaan ini? Bukan kah dia amnesia? Jangan percayakan dengan pelayan itu,dia bukan berasal dari kerajaan wilayah ini. Bagaimana bisa tau jalan ke kerajaan ini? Bisa terbukti Putri Canaya berbohong.”Bisikan yang sangat jelas masuk ke telinga Ratu Miranda dan Canaya sendiri.


Gadis yang mendengar bisikan itu hanya lari ke kamar nya,kenapa? Kenapa terus menerus diri nya yang tertuduh,di curigai? Mereka selalu mengungkit kesalahan nya di waktu dulu,kesalahan yang sendirinya tak pernah Ia lakukan.


“Kalian berbicara apa!? Canaya itu sudah pulih ingatan nya sudah lama sekali. Kalian tidak usah berkata yang tidak - tidak.”


Kira muak dengan perdebatan di depan nya,tak ada yang menjadi alasan nya untuk tetap berdiri di medan pertempuran mulut.


“Hey! Aku masih belum selesai!”Sergah Ratu Miranda. Entah mengapa sikap Kirana begitu familiar,sedangkan Canaya? Canaya yang Ia kenal tak pergi karena sebuah cibiran.


Ratu Miranda pusing memikirkan kejadian ini.


Ooo


Gadis itu lebih baik mencari pintu belakang,mencari tangga untuk segera menghampiri Canaya.


Tak ada tempat yang harus Ia cari,memungkin kan Canaya sekarang tengah berada di kamar nya.


Tuk.. Tuk..


“Aku lagi ingin sendiri..”Lirih Canaya dengan suara serak.


“Cih,pengecut! Itu hanya bisikan,belum lagi kau mendengarnya secara terang - terangan.”Ketika mengetahui siapa pemilik suara itu,Canaya berjalan dan membuka kenop pintu.


Saat membuka pintu,Kirana berada di hadapan nya menatap nya dengan tangan bersilang.

__ADS_1


“Boleh aku masuk nona.”


“Ahm,tentu.. Ini juga adalah kamar mu.”Balas Canaya.


Di tutup nya pintu ketika tubuh Kira sepenuhnya masuk ke dalam kamar.


Kirana duduk di sofa yang berwarnakan merah muda,sembari menatap Canaya yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu namun ragu.


“Katakan apa yang ingin kau katakan. Jangan ragu- ragu,nanti kamu menyesal karena tidak mengatakannya.”Kirana membuka suara.


Canaya yang tau ternyata Kirana menyadari keraguan nya pun,duduk di sebelah Kirana.


Dia duduk di sebelah Kirana dengan ragu - ragu. Kirana menatap bingung orang yang ada di sebelah nya. Kadang - kadang dia menertawakan sesuatu dalam hati nya. Akhirnya diri nya tau penampakan diri nya ketika sedang sedih,maupun senang. Jauh berbeda.


“Cepat katakan! Kamu mau,bunda datang... Dana tak membiarkan kamu bicara. Kalau kamu mau berbicara lagi,besok mungkin.. Menenangkan ibunda dulu.”Ujar Kirana.


Tidak,Canaya harus mengatakan ini secepat mungkin. Atau dia akan lupa,atau dia akan mengganggu gugat pemikiran nya itu.


“Ehem.. Boleh aku menanyakan sesuatu?”Tanya Canaya ragu- ragu,tak menatap Kirana,dan justru menatap lurus ke depan.


“Apa? Yang kamu pertanyakan ini,memangnya bukan pertanyaan. Cukup Fifi,aku tidak suka bertele - tele.”Tegas Kirana.


“Emmm...”


“Apa? Kalau kamu tidak mau menyampaikannya,yasudah lain kali saja.”Kirana berdiri dari tempat nya.


“Tunggu.”Canaga menghentikan pergerakan Kira. “Aku.. Boleh kita ganti rencana kita?”


Kirana yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa menatap heran Canaya. Rencana? Rencana apa? Dia perasaan tak memiliki rencana apapun dengan Canaya,kalau dengan Arthur,ya mungkin bisa jadi,Fifi? Rasanya tak mungkin.


“Rencana apa yang kamu maksud Fifi?”Tanya Kirana jengah.

__ADS_1


“Itu... Kita kan berencana untuk pergi ke penyihir agar bisa mengembalikan kita kembali ke tubuh masing - masing... Boleh kan kita membatalkannya. Maksud ku,tetap dengan raga masing - masing?”Tanya Canaya gugup menunggu jawaban orang yang ada di depan nya.


__ADS_2