
“Huhu,entah kenapa sesuatu mempertemukan aku dan kau. Dan lagi,hidup mu begitu rumit sekali. Bahkan,aku sendiri tidak mengerti apa yang kau katakan. Jadi,aku harus memanggil nama mu Canaya?”Tanya Arthur yang jengah.
Kira pun memangut - mangutkan kepalanya tanda setuju,seraya tersenyum canggung. Secara tak sadar dirinya tersenyum. Sebenarnya gadis itu juga sendiri tidak mengerti sebenarnya kehidupannya.
“Kau dapat memanggilku Naya,dan nama kamu siapa? Aku tidak pernah melihat mu soalnya.”
“Hm... Oke,perkenalkan nama ku Arthur Roderick dari kerajaan Martapura. Kau bisa memanggil ku Arthur. Dulu aku seorang pengeran,sekarang mungkin mereka sudah melupakan aku.”Sendu Arthur.
Kira hanya terdiam. Pembicaraan ini akan membuat canggung jika di lanjutkan, dia harus mengalihkan topik sesegera mungkin.
“Hmm.. Jadi menurut mu,rencana kita harus bagaimana?”Tanya Arthur sembari mengusap dagunya dengan telunjuknya.
“Aku juga tidak tau,ada penjaga yang pasti akan mendengar percakapan kita lambat laun. Sesegera mungkin kita harus memikirkannya,atau tidak akan ada kesempatan.”Jelas Kira.
“Semua orang yang ada di penjara ini juga tau bodoh! Kau kira di sini ada peredam suara,secepatnya kita harus satu sel agar kita bisa berbicara 4 mata.”
“Huft... Baiklah... Tapi bisakah kamu Arthur tidak mengatakan aku wanita bodoh. Wanita bodoh ini mudah tersinggung kau tau. Jadi.. Terusss gimana caranya?”Tanya polos Kira,entah apa otaknya kosong saat ini,atau memang berpura - pura susah memikirkan.
“Mikirlah! Masa aku terus dari tadi mikir,kalau gitu juga aku bisa sendiri membalas dendam,tak perlu bantuan mu itu.Dan lagi,aku lebih tua dari mu! Kau harus memanggil aku Kak Arthur.”Kesal Arthur yang sedari tadi menahan sabar. Dan Kira hanya cengigiran mendengar kekesalan Arthur.
“Tidak mau.”Bantah Kira seraya menjulurkan lidahnya. “umm... Oke baiklah aku akan mencoba berpikir sekuat mungkin.”Kukuh Kira.
Entah kenapa saat ini,Kira begitu berbeda. Kira kemarin seperti orang dewasa,namun sekarang dirinya begitu kekanakan entah apa alasannya.
“Huuhh gara - gara berpikir jadi keingat Rey kan. Gara - gara kamu,aku jadi ke pikiran dia kan!”Gerutu Kira. “aku jadi ingat,dia pernah mengajarkan aku PR dan menyuruh ku untuk berpikir.”
“Kau sangat kekanakan hari ini. Ah iya,aku lupa kau harusnya umurnya 10 tahun kan jika kau benar - benar Canaya. Astaga,pantas saja sikap mu itu.”Sadar Arthur. “tunggu Rey,aku seperti pernah mendengar namanya.”
“Iyalah,dia kan pintar,ganteng,berbeda dari kamu.”Ejek Kira.
“Huh...! Cepat pikirkan,mengejek saja kerjaannya. Sendiri juga bodoh.”
“Arthur jahat.”Gerutu Kira.
__ADS_1
Terlihat Kira tengah berpikir , Arthur hanya menggeleng - gelengkan kepalanya. “Bodoh! Entah seberapa lama kau berpikir,sudah aku sudah memikirkan rencananya. Kau hanya perlu mengikuti rencana ku.”
Wajah Kira awalnya tampak marah,karena di cibir bodoh oleh Athur setiap saat. Namun,bagaimana pun Ia harus meminta tolong Arthur. Karena Arthur pasti sudah memiliki pengalaman dalam melakukan ini di bandingkan dirinya.
“Kau harus mengikuti apa yang kusuruh! Paham!”Tanya Arthur yang terlihat bersemangat.
“Ya..”Sahut Kira jengah.
"Hei! Penjaga bodoh!"Mendengar ejekan dari Arthur itu, spontan saja para penjaga datang ke sana.
Penjaga bernama Amut yang saat itu berjaga. Menndengar seseorang yang menghina dirinya , langsung saja dirinya menghampiri mereka untuk memberi mereka hukuman.
“Berani sekali kau memanggilku bodoh!Cecunguk sialan!”Marah Amut.
“Cih itu kebiasaannya paman,tadi saja dia menyebut ku wanita bodoh. Entah lelaki ini,lelaki aneh.”Balas Kira yang membuat Arthur melotot padanya,karena Kira tidak mengikuti intruksinya.
“Kalian begitu cocok. Begitu aneh dan bodoh.Oh begitu,kalian ini! Hahahah...Kalau aku adalah ayah kalian,aku akan jodohkan kalian berdua! ”Gerutu Amut.
“Heh,dengan cowo kayak dia? Cowo kayak dia mendapatkan aku,mimpi!”Cibir Kira.
“Oke ini permintaan anda ya..”Amut pun menuruti permintaan Arthur,namun tetap saja tangan Arthur harus diikat agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak Ia inginkan terjadi.
“Aku doakan kamu berjodoh dengan dia!"Doa Amut.
“Cih,untuk apa kamu mendoakan aku. Aku tak perlu di doakan bersama dengan pria seperti ini.”Kira berdecih rautnya menggambarkan wajah jijik ke arah Arthur
Cih,wanita iblis seperti dia berjodoh denganku? Menjijikan-batin Arthur.
“Hei, kenapa kau tidak mengikuti intruksi Ku?”Gerutu Arthur ketika Amut sudah pergi dari tempatnya.
“Terserah aku! Mulut,mulut aku. Kan bukan mulut kamu,jadi kamu ga ada hak.”Cibir Kira sambil menjulurkan lidahnya.
Arthur hanya mengurut dadanya dengan sabar. Baru kali ini dia menemukan wanita seperti Kira. Jadi,jika emosinya datang Jangan salahkan dia jika terjadi sesuatu pada Kira.
__ADS_1
“Jadi, ikuti rencanaku! Jika kau masih membantah,maka ku pastikan kau akan mendekam di penjara ini seumur hidup!”
Kira mengembungkan pipinya seperti kebiasaanya “iya iya!”sahut Kira. “dasar laki - laki jelek!”Gumamnya pelan namun masih bisa terdengar oleh Arthur.
“Bisa kau ulang lagi hah?!”
“ARTHUR JELEKK!!”
Ooo
Malam sudah larut,namun Canaya tidak bisa tidur. Entah di hatinya terasa bergejolak sesuatu yang tidak diinginkan dirinya. Seperti akan terjadi sesuatu. Perasaan ini sama seperti tadi.
Krieet...
Bulu kuduk Canaya berdiri, dia merasa jendela balkon terbuka. Canaya menelan salivanya dengan susah payah. Benar - benar takut sudah menguasai dirinya. Harusnya tak ada orang selain dirinya,ini sudah larut malam.
Sinnghh.. Suara pedang.
Karena penasaran Canaya pun menoleh ke arah ke belakang. Waktu itu,lampu redup jadi dia tidak tau siapa yang berusaha membunuh dirinya. Terlihat ada dua orang,yang satu rambutnya panjang dan satunya lagi rambutnya pendek. Dapat disimpulkan kedua orang itu ada yang wanita dan juga ada laki - laki.
“Kalian siapa!”Teriak Canaya sembari menarik selimut.
“Kau tidak kenal aku? Atau Kau hanya berpura - pura? Seperti kau yang berpura pura menjadi putri Canaya! Dasar kau perebut!”
“Siapa kamu?”Tanya Canaya bingung,akan tetapi suara dan kata - kata yang di ucapkan terdengar familiar.
“Oh karena lampu mati,kau tidak mengenal ku? Arthur,buka lampunya! Aku mau lihat,seberapa panik dia sekarang.”Titah
Lampu pun hidup. Laki - laki itu yang menghidupkannya. Lalu,dengan jelas Canaya melihat seorang wanita yang tersenyum sinis padanya. Gadis itu menutup mulutnya tak percaya, melihat sebuah senjata yang jarang dia lihat. Hanya Ia lihat saat ayahnya akan perang.
“Kau masih tidak mengenalku?”
Canaya ingat. Begitu ingat siapa wanita di depan nya itu. Orang yang Ia temui di penjara. Sekarang fokusnya bukan ke wajah Kira,namun... Pedang yang akan teraarah kepada nya...
__ADS_1
REVISI DONE ><
DI TUNGGU UPDATE SELANJUTNYA!