Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 19


__ADS_3

Canaya tak memejamkan mata nya,mencoba menunggu sahabat nya Kirana yang tak kunjung datang.


Di ayunkan ayunan nya yang di sekeliling ayunan itu terdapat bunga berwarna -warni. Kantuk nya sudah Ia tahan sedari tadi,menunggu Kirana.


“Fifi!? Kenapa kamu belum tidur sekarang?”Di dalam keheningan tiba - tiba muncul secercah suara seseorang.


Mata Canaya membulat lebar,tak lupa senyuman mengembang di pipi nya.


“Canaya..”Panggil gadis yang sudah lama menunggu kedatangan sahabat nya itu.


“Kenapa kamu masih di sini? Tidak tidur?”Tanya Kirana sembari menatap Canaya.


Raut wajah Canaya berubah menjadi kesal karena pertanyaan Kirana. Sepertinya sahabat nya itu lupa janji nya. Baik,mungkin harus Ia ingatkan.


“Tadi kamu sendiri ngomong,kalo setelah urusan kamu selesai,kamu bakal kasih tau. Hish,tidak tepat janji.”Gerutu Canaya yang sudah di ambang penasaran.


“Huh,kamu bisa lihat? Waktu sudah larut,nanti kita bicarakan besok nanti.”Tunda Kirana.


Huuh,tidak tepat janji. Kadang - kadang aku berpikir dia lebih tua dari ku ,kadang - kadang aku berpikir kami sebaya -batin Canaya.


Ooo


Keesokan pagi nya,Canaya sudah siap dengan seragam rapi nya. Sengaja diri nya tak membangunkan Kirana,sebagai hukuman karena ingkar janji dengan Ia.


Canaya tertawa geli,membayangkan ekspresi wajah Kirana yang harus secepatnya menyiapkan diri untuk berangkat ke sekolah.


Sudah merasa waktu cukup siang,Canaya datang ke arah Kirana dan mengejutkan nya.


“BAA!!!”Pekik Canaya berusaha mengejutkan Kirana.


“Apa sih Fi? Aku mau tidur..”Risih Kirana,yang masih ingin menggeliat di tempat tidur nya.


“Ouh gitu,udah lupa sama sekolah?”Tanya Canaya menatap Kirana yang tengah memejamkan mata.

__ADS_1


“Aku tidak ke sekolah Fi..”


Sontak saja pernyataan yang di lontar kan oleh kirana membuat Canaya mengerutkan kening. Kirana yang mengerti,bahwa Canaya menatap nya dengan tatapan bingung,dan heran.


“Nanti aku bakal ngejelasin nya,jangan sekarang.”


Canaya yang mendengar itu menatap gadis yang di depan nga dengan tatapan kecewa. “Tidak,kamu harus mengatakan nya sekarang! Kalau tidak,nanti janji kamu seperti insiden yang lain. Kamu ingkar janji pada ku!”


Kirana yang baru menentang permintaan Canaya,langsung mulut nya tertutup,ketika mendengar salah seorang mengajak nya.


“Putri Canaya! Tak usah hiraukan dia! Kalau dia tak ingin sekolah,yah sudah.. Jangan membuat prestasi putri Naya turun seperti , dahulu.”Ungkap salah seorang pelayan , sesuai arahan Ratu Miranda.


Canaya mengepalkan tangan nya,sembari menunduk. “Baik... Akan ku tunggu jawaban mu,kalau kamu ingkar janji lagi,aku tak akan memberi kan kesempatan kedua.”Gumam Canaya yang hanya bisa di dengar oleh Kirana.


Canaya beranjak dari tempat nya,berjalan melewati pintu,tanpa menatap sekilas pun ke arah Kirana yang merasa bersalah pada nya.


- Flash Back -


“H-hallo tante..”Sapa Kirana gugup,bukan nya takut melihat penampilan ibu dari Kannya. Orang,diri nya sendiri saja pernah berpenampilan seperti itu.


“Jadi,kamu ingin menjadi penyihir? Bahkan penyihir besar?”Tanya ibu Kannya tak yakin.


Kirana mengangguk mantap melihat wanita yang ada di hadapan nya. Tentu saja melihat Kirana yang begitu kukuh ingin menjadi penyihir pun mengabulkan keinginan nya.


“Nama kamu siapa anak muda?”Tanya Calista.


“'Ca- Ehem.. maaf nama saya Kirana Austcia Malika, biasa di panggil orang Kira.”Kirana memperkenalkan diri nya.


Calista menganggukan kepala nya,seraya mengusap dagu nya sendiri ,dengan ibu jari dan telunjuk nya. Dia bukan penyihir tingkat tinggi yang bodoh,tak tau orang yang di depan nya tengah berbohong.


“Kannya,kamu bisa pergi.. Tenang saja,ibu akan memulangkan nya dengan suatu cara.”Pinta ibu nya Calista.


Kannya menatap ibu nya dengan tatapan kecewa,bukan karena harus turun dari tangga,walau ibu nya bisa membuat nya teleportasi,nanti waktu Ia muncul di kira spesies apa nanti nya. Kannya menatap kecewa tak bisa melihat ketakutan di wajah Kirana nanti nya.

__ADS_1


Dengan langkah tergontai - gontai,Ia menurut pada ibu nya.


Setelah memastikan,putri nya Kannya sudah menjauh,Calista mulai berbicara serius dengan Kirana.


“Haha..”Calista tertawa sinis. “Guru tidak bisa di bohongi murid nya. Aku tau kamu menyimpan sesuatu.”


Kirana tampak menggaruk pelan pipi nya,ragu untuk menjelaskan nya. “Tentang kenapa aku menyukai sihir?”


Calista menggeleng kan kepala nya. “Aku tau ada yang besar dari pada itu. Ceritakan semuanya pada tante,bahkan mulai sekarang kamu bisa memanggil ku Calista.”


Kirana menunduk,mungkin orang yang di depan nya bisa menyelesaikan masalah nya dengan Fifi.


“Aku bukan Kirana,ak- aku Putri Canaya..”Lirih Kirana.


Calista yang mendengar itu terkejut, sembari mengerutkan kening nya.


Kirana mulai menjelaskan serpihan,satu persatu ,membentuk rangkaian cerita , yang belum utuh.


“Bisakah Calista mengembalikan aku ke tubuh ku? Ak- aku ingin kembali ke tubuh ku,ku mohon..”Pinta Canaya.


Calista perlahan berjalan menjauh dari Kirana,lebih tepat nya menatap jendela yang menampilkan langit - langit yang mulai bewarna senja.


“Mendengar cerita mu,aku akan mencari cara,agar bisa mengembalikan kamu ke tubuh kamu,seperti yang memang kamu ingini. Tapi,ada satu hal yang ingin ku tanyakan pada mu wahai gadis muda.”


Kirana yang menunduk segera medongak ,berdiri menatap bingung,dan penasaran dengan orang yang di depan nya itu.


“Kamu sendiri tau,kehidupan bangsawan,sampai kerajaan termegah,tak pernah suka dengan ilmu sihir kerajaan semacam nya. Dari penjelasan mu,aku mendapat sedikit gambaran seseorang. Namun,belum bisa aku jelaskan karena aku sendiri belum melengkapi puzzle nya.”Jelas Calista. “Maka dari itu,aku bertanya pada mu... Mana yang kamu pilih,kehidupan kerajaan,atau ingin menjadi penyihir besar. Kalau kau memilih kehidupan kerajaan, impian ingin menjadi penyihir,hanya akan menjadi mimpi seorang.”


Mendengar pilihan yang terlontar dari Calista untuk nya,Kirana tampak tengah berpikir sebentar. Suara Fifi,kembali muncul pada ingatan nya. Suara yang meminta agar diri nya,menghentikan rencana ini. Harus kah? Harus kah dia melenyapkan mimpi nya? Atau harus menggapai mimpi nya.


Mungkin,dia harus menggapai mimpi nya. Harus Ia lupakan mulai dari sekarang bagaimana enak nya kehidupan putri,toh dia masih bisa bertemu dengan Bunda dan Ayahanda nya. Mungkin jikalau , mereka kembali ke tubuh masing - masing, Kirana tak bisa melihat Fifi lagi.


Mungkin,ini lah jalan satu - satu nya. “Aku pilih... Menggapai impian ku.”

__ADS_1


Calista tersenyum puas,bahkan diri nya sedikit tertegun dengan semangat Kirana yang ingin menggapai impian menjadi penyihir.


__ADS_2