
Sekumpulan orang tengah berkumpul di satu tempat,tengah mendiskusikan sesuatu. Tentu di ruangan itu ada Raja Sean sebagai pemimpinnya.
Memang pemberontakan yang terjadi sama sekali tidak ada sangkut paut dengan kerjaan Emerald. Akan tetapi,tetapi saja dia turun tangan membantu. Kerajaan Emerald dan Kerajaan Asa bisa di katakan menjalin persahabatan,jadi.. Jika ada sesuatu yang terjadi di salah satu kerajaan mereka, kedua kerajaan itu akan saling bahu membahu. Mengingat kedua kerajaan itu sangat besar dalam jumlah persenjataan maupun prajurit kepercayaan mereka.
Tak cukup banyak orang yang berkumpul di ruangan itu. Hanya beberapa orang yang di beri kepercayaan oleh Raja Sean dan Raja Anggara.
Tentu saja jika menyangkut kerajaannya Pangeran Rey juga turut ambil alih. Walaupun usianya bisa di katakan masih muda,tapi dia sudah tersohor dan terkenal bahkan saat dirinya berumur 4 tahun.
Pangeran Rey masuk dalam pejuang hebat karena bisa menyelesaikan perperangan walupun di usia muda. Bagaimana tidak? Raja Anggara begitu melatih kekuatan fisik maupun mental Pangeran Rey agar bisa kelak menggantikan nya jika umurnya sudah tidak panjang lagi.
Pangeran Rey cukup di banggakan ayahnya Raja Anggara. Raja Anggara benar - benar jeli melihat anak seumuran alias sebaya dengan Pangeran Rey saat sibuk di kerajaan , berfoya - foya, bermain dengan anak seusianya,Pangeran Rey justru menghabiskan waktunya bertempur di medan perang dan melatih diri.
Sebenarnya istrinya sendiri Ratu Marissa tak memperbolehkan Pangeran Rey sewaktu lelaki itu muda untuk bertarung. Namun,bagaimanapun juga Pangeran Rey adalah seorang lelaki . Lelaki itu harus bisa membanggakan kedua orang tuanya. Tak luput dari itu,memang Pangeran Rey membanggakan Ratu Marissa. Tapi,Ratu Marissa tak bisa lupa kejadian Pangeran Rey hampir mati di medan perang. Resiko punya anak laki - laki.
“Jadi.. Kita harus mempersiapkan perspektif yang bagus agar bisa menghadapi pasukan pemberontak ini.”Rencana Raja Sean.
“Ayah,pasti mereka di bayar dan di suruh untuk memberontak karena seseorang pastinya.”Timpal Pangeran Rey.
Raja Anggara mengangguk pasti,karena aapa yang di katakan Pangeran Rey benar adanya“perkataan mu benar adanya Rey. Dan Sean,rencana mu bagus sekali,aku yakin-”Kata - kata Raja Anggara terpotong karena terdengar suara seorang gadis yang berteriak.
“TOLONGG!!! SIAPA PUN!”
Mata Raja Sean yang mendengar samar - samar teriakan yang begitu familiar di telinganya langsung terbelalak.
Tak hanya Raja Sean yang terkejut,seluruh orang yang ada di ruangan itu juga sama terkejutnya. Tak terkecuali Pangeran Rey yang wajahnya tengah berkeringat dingin.
Bisa di tebak siapa yang berteriak , Canaya. Semua orang yang ada di ruangan itu menatap satu sama lain lalu menatap Raja Sean.
Mengingat suara Canaya yang cukup besar,pastilah orang yang ada di luar ruangan itu juga bisa mendengar teriakan itu.
__ADS_1
Tanpa di abaikan lagi Raja Sean berlari menjauhi ruangan itu. Raja Anggara yang mengerti kondisi pun memerintah orang yang ada di sana.
“Raja.. Bagaimana dengan diskusi kita?”Tanya salah seorang yang ada di sana,dan yang lain hanya menganggguk setuju.
“Sekarang yang terpenting adalah Putri Canaya,kita bisa batalkan atau mundurkan diskusi kita. Ayo cepat lihat keadaan Canaya!”Titah Raja Anggara.
Bahkan,sebelum Raja Anggara menyelesaikan perkataannya Pangeran Rey sudah lari keluar ruangan itu.
Ooo
Sedangkan Canaya,
“Ku mohon lepaskan aku! Aku juga tidak tau mengapa ini bisa terjadi. Aku mohon,ini bukan kehendak ku. Ku mohon.”Pinta Canaya,entah sudah berapa kali dirinya mengucapkan kata 'maaf'
“Apa?! Bukan kehendak mu? Jadi siapa? Aku maksud mu! Jadi maksud kamu aku yang menukar tubuh kita!”Bentak Kira.
Arthur tak ikut campur urusan mereka. Bagaimana pun juga,dirinya juga tak mengerti persoalan ini. Sulit mengerti kondisi ini,lelaki itu berharap agar kejadian ini bisa segera cepat selesai sehingga dia bisa nuga membalas dendamnnya ke saudara kandungnya itu.
Brak...
Rencana ku salah,aku harusnya tak membiarkan gadis kecil itu membuka suara. Aku terlalu lengah.-batin Arthur.
“Tangkap dia!”Perintah Raja Sean.
“Cepat ayunkan senjata mu Nay! Mungkin saja cara ini berhasil jika kau melakukan ini.”Tukas Arthur.
“Ak- aku tak bisa melakukan ini.”Ucap Kira terbata - bata.
Mendengar ucapan Kira,lelaki itu kecewa dengan Kira. Bagaimana pun juga, mereka sejauh ini.
__ADS_1
“B-bagaimana aku bisa membunuh tubuh ku sendiri.”Gumam Kira yang hanya di dengar Canaya ,tangannya mulai bergetar hebat.
“Mengajak mu kerja sama ternyata adalah sebuah kesalahan!”Putus Arhur.
Lelaki itu pergi dari tempatnya. Saat ini dia berpikir Kira egois dan hanya ingin menjebaknya. Sudah susah keluar dari penjara,dan sekarang dia harus masuk ke jeruji besi lagi dia tidak mau itu terjadi.
Kira merasa bersalah melihat Arhur mulai meloncat pergi meninggalkan dirinya. Dia tau betul saat ini Arthur kecewa padanya. Tapi,bagaimana pun dia tidak bisa melakukan ini.
“Cepat tak usah berlama - lama lagi,tangkap perempuan yang berniat membunuh anak ku!”Titah Raja Sean.
Entah kenapa Putri Canaya secara tiba - tiba menggenggam serat tangan Kira yang membuat sang pemilik tangan itu sendiri terkejut.
“Ay-ayahanda.. D..dia tidak membunuh ku,bisa kah sayah melepaskannya?”Tanya ragu - ragu Putri Canaya.
Para penjaga yang baru ingin menangkap Kira terkejut. Apa yang di katakan Putri Canaya? Melepaskan? Melepaskan orang yang baru saja berniat membunuhnya.
Bahkan,Kira sendiri tekejut dengan sikap Canaya.
Dia sedang berusaha berpura - pura baik,atau memang dia bodoh-batin Kira.
“Apa yang kau katakan Canaya?! Kamu bilang melepaskan orang yang ingin membunuh Mu?”Tanya Sean tak percaya dengan kata - kata yang keluar dari mulut Canaya.
Canaya melepaskan tangannya,dan mengangguk ragu. Apa keputusannya salah? Mungkin menurut semua orang salah,tapi menurut Canaya ini adalah ganti rugi walupun dirinya sendiri bukan penyebab kejadian ini terjadi. Seharusnya dia mengatakan yang sejujurnya,akan tetapi malangnya semua orang pasti tak percaya dengannya sama seperti sewaktu pertama kali dia membuka mata di dunia ini. Dirinya di bilang amnesia waktu itu,nanti apa? Pemimpi? Mungkin membicarakan ini secara baik - baik dengan Kira akan memperbaiki keadaan.
“I-iya... Naya,naya butuh berbicara pribadi kepada nya. Mungkin lebih baik dari pada penjara.”Balas Canaya sembari menggaruk pipi nya yang tidak gatal.
Raja Sean menggelengkan kepalanya,Putri Canaya masih polos karena dia masih sangat lah kecil. Tak mengerti orang yang di sebelahnya bisa saja berubah pikiran dan langsung menerkam dan membunuh Canaya sendiri.
“Jadi kamu mau melepaskan dia dan membiarkan dia berkeliaran di luar ?”Tanya Raja Sean.
__ADS_1
Raja Sean berpikir Putri Canaya akan mengatakan iya,namun ternyata sebaliknya. Putri Canaya menggelengkan kepalanya.
“Aku mau berbicara baik - baik dengan nya.”Jelas Putri Canaya.