Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 24


__ADS_3

“Awh..”Ringis Kira.


Kira melepas sandalnya,dan menatap jenuh para penjaga yang berjalan mondar - mandir,di depan istana.


Dengan langkah tertatih,Kira berjalan ke pintu rahasia,tempat Ia sebelumnya masuk. Seketika,Kira bernapas lega,ketika mengetahui dia sudah lolos dari pengawasan penjaga. Ia sangat malas di tumpahkan pertanyaan. Lebih baik,dia langsung ke kamar,dan merebahkan di tempat tidur.


Langkah nya terhenti ketika melihat,anak perempuan,yang menatap tajam dirinya. Tampak raut kesal di wajah nya. Dengan tangan bersedekap,seperti menuntut jawaban.


“Hai F-Fifi..”Basa basi Kira agak terbata - bata.


“Nay.. Kamu dari mana sih?!”Tanya Canaya pada inti nya. “Kata Kannya kamu tadi ke sekolah.”


“Itu.. Em,aku ke sekolah cuman buat urus berkas perpindahan sekolah aja kok.”Jawab Kira berbohong.


“Berarti bener ,perkataan Kannya. Terus kenapa kamu pindah sekolah? Kemana pindah nya? Apa aku boleh ikut pindah sama kamu Nay?”Sudah tumpah pertanyaan Canaya meleber kemana - mana.


“Bisa ga sih? Ga usah banyak tanya! Urusi urusan mu sendiri.”Kukuh Kira sembari melewati Canaya dengan dingin,kaki nya terhenti saat tubuh nya membelakangi tubuh Canaya. “Dan.. Aku siap menjadi pelayan mu. Putri. Fifi. Kau bisa sekarang menjadi putri seutuh nya.”Canaya membulatkan mata nya.


Canaya membalikan badan nya,menatap lamat - lamat tubuh Kira yang secara perlahan pergi menjauh dari hadapan nya. Terlintas pertanyaan di benak nya. Apakah Sahabat nya itu,sudah merelakan posisi nya ke pada nya?


Ooo


Canaya dengan ragu - ragu, menoel noel lengan Kira,yang tengah berbaring pulas di tempat tidur nya. Hari ini sekolah kerajaan Kalesta,tengah rapat menjamu tamu dari kerajaan sebelah. Maka dari itu,Canaya beserta murid Sekolah tersebut di libur kan.

__ADS_1


Tampak di wajah Kira,sangat letih. Dalam benak nya bertanya - tanya,penyebab Kira kelelahan seperti ini.


“Putri...”Panggil seorang pelayan,Canaya menoleh ke arah Pelayan tersebut. “Putri di panggil ratu,ke bawah. Putri tidak lupa kan? Hari ini,putri harus menghadiri rapat jamuan tamu.”


Canaya mengangguk lesu,sembari melangkah ke arah pintu. Sekilas,mata nya menatap tubuh Kira yang berbaring di tempat tidur,dengan wajah yang tenang. Lalu,segera Ia menutup pintu,dengan pelan.


Ooo


Kira keluar dari kamar nya,entah kenapa tubuh nya saat ini sangat letih. Mungkin karena,Ia terlalu bersemangat berlatih sihir.


Tak ada tanda - tanda kehadiran Canaya. Baru kali ini,Canaya lupa membangunkan diri nya. Atau,dia tidak mendengar Canaya?


Kira menatap sekelilingnya,bosan hadir saat itu. Di istana,tidak ada satu anak pun yang boleh di bawa ke istana. Hanya Fifi lah,yang bisa membantu nya saat ini.


Saat mencari angin segar,tak sengaja mata Kira menangkap sebuah pemandangan yang begitu mengejutkan. Ia melihat Canaya tengah duduk bersama dengan seorang lelaki yang tidak Ia kenal. Tampak wajah Canaya tidak nyaman berada di dekat lelaki itu. Sebenarnya Kira orang yang tidak memperdulikan sekeliling,tidak perduli orang sedih,terluka sedikit pun. Tapi,mengingat Fifi adalah sahabat karib nya. Tentu saja,ia harus menempatkan Fifi di tempat yang nyaman.


Lelaki itu tersenyum sinis,ke arah Kira. “Kau siapa hem? Kenapa aku harus,menuruti perintah mu? Aku adalah seorang pengeran! Kalau kau tidak tau!”


Tangan Kira mulai menarik kerah baju Lelaki itu,dengan tatapan marah. Andai saja,lelaki itu tau posisi mereka itu sederajat. Mungkin saja lelaki itu tengah menahan malu kepada nya.


Plank..


Mata Kira terbelalak,melihat sebuah pisau jatuh ke rerumputan hijau. Canaya hanya menatap mereka berdua dengan ketakutan. Seharusnya Ia mengingat alur cerita itu. Dan menghentikan nya. Ia tau Lelaki itu hendak membunuh nya,namun tak bisa melakukan apapun karena lemah.

__ADS_1


“Kau..”Kira tak dapat berkata - kata setelah melihat pisau terpampang di rerumputan itu.


“BERANI SEKALI KAU INGIN MENYAKITI PUTRI KAMI!”Teriak Raja Sean.


Raja Sean,bersama dengan para prajurit nya mendekati ketiga orang itu. Lelaki yang sering di sebut pangeran Azka,pun merinding ketakutan. Bisa di lihat dari postur tubuh lelaki di depan nya,terpaut jauh dari nya. Antara 18 tahun,ataupun 19 tahun.


Dengan segera para prajurit mengkekang tangan Pangeran Azka,yang sedari tadi meronta - ronta. Ia bisa melihat kedua orangtua nya juga,ikut di tangkap. Semua rencana mereka bertiga untuk menghancurkan keluarga Emerald berantakan.


“Masukan mereka ke sel khusus! Heh,musuh tetap lah musuh! Niat untuk berbaikan,justru kalian berbanding terbalik dari ku.”Tutur Raja Sean,dengan wajah tidak kecewa sedikit pun. “Untung saja mata - mata ku menyadari keburukan kalian! Hingga aku tak harus,terlibat dengan penjahat kerajaan!”


“Haha,kau juga sama Sean! Kau mencari mata - mata,berarti kau tidak percaya kepada kami! Lihat saja! Lihat,dan camkan baik - baik! Kerajaan ini akan hancur lebur!”Ancam Raja Aska.


Dari melihat wajah Raja Sean,terpampang wajah angkuh. Mereka berdua,seperti saling mengkhianati.


Canaya dan Kira yang menatap kejadian itu,saling bergandengan tangan. Gadis di sebelah Kira tak terlalu takut dengan pisau selain,sudah terbiasa melihat pisau di dapur,apalagi dia sudah melihat bagaimana lekuk benda bernama Pedang.


Prajurit yang ada di sana,langsung membawa ketiga orang itu ke penjara khusus.


Ratu Miranda merentangkan tangan nya,berharap Canaya berjalan ke arah nya,dan memeluk nya. Dengan ragu - ragu Canaya berjalan ke arah Ratu Miranda,sekilas Ia mengintip wajah Kira. Reaksi yang tak terbayang,justru Kira tersenyum kepada nya. Lebih tepat nya tersenyum pedih.


“Kamu tidak apa apa kan? Kenapa banyak orang yang berniat untuk membunuh mu?”Tanya Ratu Miranda,sedikit menyindir Kiria yang ada di tempa itu.


Canaya melepaskan pelukan nya,mendongakan kepala nya Menatap bunda nya. “Bunda... Jangan marah ke Kira lagi ya.. Kira kan udah menyelamatkan Naya dari pisau tadi.”Pinta nya.

__ADS_1


“Bagaimana kalau-”Pertanyaan Ratu Miranda terhenti ketika melihat,Canaya sudah memasang wajah memelas nya. “Baik,bunda akan menganggap itu adalah ganti rugi.”Lekas Kedua orangtua nya pergi dari tempat itu juga,bersama dengan sisa pengawalnya.


“Hhhh... Apa bunda tak ingin menganggap mu seperti anak nya sendiri? Aku jadi tidak enak.”


__ADS_2