Reinkarnasi Menjadi Putri

Reinkarnasi Menjadi Putri
Chapter 22


__ADS_3

“Kau... berutang budi kepadaku!”


Keringat bercucuran di kening Kirana. Seharusnya Ia tak mengharapkan bantuan Arthur,kalau saja Ia tau kalau Arthur akan meminta upah semua itu. Andai dia bisa bela diri maupun ahli pedang,atau memiliki kekuatan sihir,pastilah dia bisa menjaga dirinya sendiri.


Gadis itu mulai membanding bandingkan Arthur dan Rey yang sifat mereka bertolak belakang,namun dalam hati.. Melihat cara Arthur memanah,Ia tau Ia bisa menghembuskan nafas terakhirnya detik ini juga.


“J-jadi?”Balas Canaya.


Arthur memutar *** matanya 90 derajat,Ia tau gadis di depan nya paham,akan ucapan nya. Dengan berat hati lelaki itu akan menjelaskan nya. “Karena kamu berutang budi pada ku.. Kau harus memenuhi permintaan ku!”


Sudah Ia duga! Pasti ujung dari pertolongan Arthur pasti akan seperti ini. Ia tau,setiap pertolongan seharusnya di balas. Namun,tidak dengan mengatakan secara langsung. Takdir sendiri akan menentukan pertolongan itu.


Dengan tangan bersedekap Kirana bertanya,“apa maumu hem?”


Lelaki itu tersenyum sinis. Sudah terlihat,pasti permintaan yang di berikan Arthur pasti akan menyusahkan dirinya. “Mudah saja... Kau tinggalkan Emerald,dan pergi bersama ku.”jelas nya dengan santai.


“Cuih,aku? Dan kamu? Pergi. Bersama? Aku pasti gila sudah menuruti permintaan mu itu.”Angkuh Kira.


“Canaya Seania Emerald,aku tau kau masih punya hutang pada ku!”


“Hutang? Aku punya hutang pada mu? Hahaha,mana mungkin! Kejadian waktu itu,aku tidak membunuh nya! Dan kau juga tidak masuk penjara! Jadi... Kau tidak untung juga tidak rugi.”Kukuh Kirana.


Arthur mengepalkan tangan nya,bertanya kepada dirinya sendiri,karena Kirana begitu keras kepala. “Hei! Kau tau? Aku rugi! Aku dengan sia - sia berpikir rencana,dan dengan mudah sekali kau menggagalkan nya!”

__ADS_1


Kirana malah justru tertawa,“Rugi? Rugi otak? Jadi otak mu mudah kosong maksudnya? Hahaaha... Kasihan sekali aku pada mu.”


Tunggu... Ada sesuatu yang berbeda dari diri Kirana saat ini... Dia tertawa? Sepanjang waktu di penjara,Ia bisa lihat Kira suka sekali menyendiri,tersenyum? Itu pun tersenyum mengerikan. Suatu keajaiban saat ini gadis keras kepala bagaikan iblis tertawa bagaikan malaikat.


Arthur termenung... Tak sadar Kirana sudah secepatnya pergi dari hadapan lelaki itu.


“Hei! Tunggu!”Niat menghentikan Kira,justru membuat Kira berjalan jauh. “Hidup sendiri lagi...”


Bagaimana dia bisa tau nama lengkap ku? Apakah aku pernah mengatakan nya? Astaga aku sekarang mudah lupa-batin Kira.


Ooo


Suara riuh begitu terdengar di sekeliling nya. Murid - murid berpencar ke segala arah,bermain,membaca buku,dan melakukan banyak tindakan lain nya saat istirahat.


Namun,tak ada titik terang keberadaan nya. Bertanya? Tidak,tidak mungkin Kira melakukan itu,Ia hanya mengundang banyak orang. Karena hampir sekolah Kalesta tau,Canaya berteman baik dengan nya.


Bibir nya tertarik ke atas,mendapat Kannya tengah berjalan sendirian,menuju kantin. Mungkin ini lah saat yang tepat untuk memanggil nya. Namun,Kannya semakin jauh dari nya. Bagaimana caranya dia menghampiri Kannya yang terpaut belasan meter dari nya?


Mata Kirana menyapu bersih sekolah itu,berharap ada seseorang yang bisa membantu nya memanggil kan Kannya. Sayang nya,Ia tak punya kekuatan sihir yang bisa berbicara batin,maupun teman baik di sekolah nya.


Tunggu...


Kira ingat Ia masih punya Canaya,yang bisa membantu nya. Mungkin saja Ia bisa membantu nya.

__ADS_1


Tapi,tak ada tanda - tanda yang menunjukan kehadiran Canaya sekalipun. Kira menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal,sebenarnya dia sudah menunggu lama kesempatan ini. Salah nya tidak menghafalkan jalan waktu itu. Ia habya ingat beberapa jalan. Jika Ia paksakan mungkin Ia akan tersesat. Ini salah satu yang Ia tidak suka,bergantung pada orang lain.


Kira membalikan badan nya,menatap kosong pohon yang rindang. Semilir angin mengurai rambut nya,hingga Ia memejamkan mata nya.


Puk..


Tangan seseorang menepuk bahu nya,sontak saja Kira membuka kelopak tangan nya,dan menoleh ke sebelah. Ia mendapati seorang gadis,yang Ia kenal sengan kata 'sahabat'.


“Eh.. Kira. Kamu ga sekolah?”Tanya seorang gadis pada nya.


Akhirnya... Setelah Ia menunggu cukup lama,Kannya menghampiri nya. “K-kamu tau dari mana aku ada di sini?”


“Heum,aku merasakan ada orang yang menatap aku. Tapi,pas aku cari ga tada. Tau tau nya kamu ya Kira.”Ia menjeda penjelasan nya. “Tunggu! Kamu tidak sekolah? Kenapa? Pantas saja Naya tadi ga berangkat sekolah bareng kamu.”


Kirana menghembuskan nafas kasar,“Hmn,kayaknya aku berhenti sekolah deh..”Kannya memasang wajah terkejut. “M-maksud aku... Mungkin aku bakal ganti sekolah.”


“Sekolah di mana?”Rasa ingin tahu Kannya seperti nya sudah mencapai 85 persen,hampir menyaingi Fifi.


Kirana siap membuka bibir nya,namun terhenti oleh suara bell yang berbunyi,pertanda istirahat telah usai. Kannya masih siap menunggu Kirana menjawab pertanyaan nya.


“Kannya.. Kamu sedang berbicara dengan siapa?”Tanya salah seorang guru yang ada di sana.


Kannya menoleh sekilas ke arah guru itu,saat menoleh kembali,Kira sudah pergi dari hadapan nya.

__ADS_1


Gadis itu mendengus,Kira suka sekali dengan rahasia-batin nya.


__ADS_2