REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Semakin terlihat


__ADS_3

"Oh iya, lo semalem kenapa pulang nggak bilang-bilang. Tiba-tiba waktu gue turun, lo nya udah nggak ada" ucap Anggin berjalan mengiringi Riko.


Bicara dengan dingin meminta maaf, mengatakan kalau ia ada urusan mendadak.


"Gue buru-buru, makannya gue nggak sempet bilang sama lo."


Angguk Anggin mengerutkan bibir, terhenti dengan bulu kuduk merinding memegang punggung menatap bingung. Perlahan berjalan mundur dan berlari, tapi tanpa ia sadar karena gen serigala dalam tubuhnya membuatnya melesat cepat. Tersadar Riko menoleh pada Anggin yang ternyata sudah tidak ada disampingnya.


"Kemana dia?"


Marsel yang sedang menggoda Cio tetiba merasakan Angin yang begitu kencang dan membuat tubuhnya berputar terjatuh dipelukan Cio, tatapan Marsel begitu senang semakin menggoda.


Dingin Cio tersadar langsung melepaskan Marsel dan membuatnya terjatuh, teriak kesakitan Marsel memegang pinggang dengan nada manja.


"Aduh.. tega banget sih beb. Tolongin Abang dong" mengulurkan tangan meminta bantuan Cio dengan raut wajah penuh drama.


Terdiam Cio menatap dan menyuruh Marsel untuk berdiri sendiri, sejenak Cio berfikir apakah yang melesat tadi adalah saudaranya.


"Tapi, kalau tadi bener mereka. Kenapa aku tidak bisa mencium bau mereka. Atau jangan-jangan, Serigala?" batin Cio mengendus lalu melesat mencari serigala itu.


Marsel segera bangkit sambil membersihkan tangan dengan pandangan merunduk, tanpa melihat lagi Marsel berniat merangkul Cio. Tolehnya kaget, ternyata yang dirangkulnya bukan Cio melainkan teman perempuannya.

__ADS_1


Kaget temannya itu langsung menampar lirih Marsel.


"Main rangkul-rangkul!" risih temannya segera pergi.


"Aduh" sakit Marsel memegang pipi dengan mulut menganga.


"Sial dua kali gue (merengek). Lagian kemana bebeb Cio, cepet banget ngilangnya" bingung Marsel menoleh-noleh.


Terhenti Anggin didepan ruangan, dengan bingung bertanya pada diri sendiri bagaimana ia bisa sampai ditempat itu dengan begitu cepat. Penasaran Anggin kembali mencoba apakah itu hanya perasaannya saja atau memang benar-benar terjadi.


Cio mencoba mengendus, namun kekuatan tak menjangkau.


"Ternyata itu bukan perasaan gue. Tapi, gimana bisa gue lari secepet itu?" ucap Anggin berjalan menuju toilet sambil berfikir.


Tibanya ditoilet, Anggin kembali dipertemukan dengan Nio.


"Kenapa ketemu sama makhluk ini lagi sih" bete Anggin


"Itu artinya, kita jodoh" girang Nio.


"Mau lo cuman satu-satunya cowok didunia ini, gue nggak bakal mau!. Awas lo ya ngintip gue" ancam Anggin membuka pintu.

__ADS_1


Saat pintu dibuka, kekuatan serigala Anggin bereaksi dan membuat pintu itu ambruk. Kaget mereka tertegun dengan mulut menganga, tanya Nio begitu keheranan bertanya bagaimana bisa pintu yang sebelumnya baik-baik saja tiba-tiba ambruk saat dipegang.


Telan ludah Anggin menjawab kalau dia juga tidak tahu, sesaat Marsel bersama Pak Rama yang akan masuk ke toilet ikut terkejut.


"Aduh duh.. kenapa bisa ini pintu ambruk gini?" heboh Pak Rama.


Anggin dengan wajah lucunya hanya meringis kebingungan, perlahan Marsel mendekati Anggin menatap heran.


"Lo apain ni pintu gin?"


"Gue juga nggak tau, orang gue cuma mau buka ni pintu. Eh, malah ambruk. Mungkin efek pintu tua kali" alih Anggin.


Anggin berjalan masuk kelas sambil berfikir apa yang sebenarnya terjadi dengannya, "Kenapa bisa gue jadi sekuat ini, dan kenapa gue jadi bisa melesat. Duh, sebenernya apa yang terjadi sama gue sih. Masak iya, gue mendadak jadi manusia super" lirih Anggin mengelap kedua wajah serba salah dan terduduk.


Heran Nesa menatap Anggin, "Lo lagi mikirin apa gin, ruwet banget tu muka."


Saat Anggin ingin bercerita, tiba-tiba guru masuk ke kelasnya dan siap memulai pelajaran. Anggin mengurungkan niatnya dan hanya menggelengkan kepala.


"Nggak papa."


Tungguin keseruan-keseruan episode selanjutnya ya👇😉.

__ADS_1


__ADS_2