REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Menjauh


__ADS_3

Hari berganti hari, dan waktu terus berjalan maju. Kedekatan Anggin dan Riko yang semakin jauh membuat mereka seakan canggung saat bertemu. Riko yang ingin kembali dekat dengan Anggin, justru di tepis Anggin yang terus menjauhinya. Namun, tidak dengan Marsel dan Cio, serta Kana dan Nesa yang justru semakin dekat.


"Eh Gin, gue liat-liat makin hari kayaknya lo makin jauh sama Riko. Kenapa, kalian ada masalah?. Cerita-cerita sama gue dong" lirih Nesa.


Datar Anggin menjawab kalau mereka biasa saja dan tidak ada masalah, kerut alis Nesa tak percaya. Ia pun mengatakan pada Anggin kalau dirinya tak seperti Anggin yang ia kenal, yang super heboh.


"Lo sekarang malah jadi pendiem. Lo kenapa sih Gin!"


"Gue, lagi banyak pikiran. Udah ah, jangan ganggu gue dengan pertanyaan konyol lo itu deh" pergi Anggin berjalan keluar kamar.


"Yee, malah pergi. Tu kan, dia tu makin hari makin aneh aneh aja deh (lirih Nesa)."


Berjalan Anggin menuju meja makan dan mengambil buah yang ada di atas meja, memakan buah sambil melamun. Dari belakang Marsel mengejutkan Anggin, toleh Anggin dengan kesal.


"Ihh!. Lo tu nggak bisa apasih, biarin gue tenang sehari aja. Ganggu aja deh!"

__ADS_1


Saat Marsel akan menjawab, dengan kesalnya Anggin memasukkan buah yang ada di tangannya ke dalam mulut Marsel lalu bergegas pergi. Nesa yang melihat Marsel segera menghampirinya, keponya bertanya pada Marsel apakah ia juga merasa kalau akhir-akhir ini Anggin terlihat begitu aneh.


Mengeluarkan buah dari mulutnya, "Nggak sih, karena dari dulu dia emang aneh. Lo bilang kayak gitu, karena lo baru berapa hari tinggal di rumah ini!"


Saling menatap datar.


...


Sore hari, terdengar suara auman serigala. Anggin yang paham dengan tanda auman itu langsung bergegas pergi meloncat dari balkon.


"Anggin.." wajah ketakutan Nesa mendengar suara serigala berjalan mengindip masuk ke dalam kamar.


"Baru juga gue tinggal sebentar, udah ngilang aja deh tu anak. Kemana sih lo Gin, mana pakek ada suara serigala lagi" ketakutan Nesa meloncat ke tempat tidur dan menutup seluruh badan dengan selimut.


"Jangan makan gue ya Sri, Gue belom nikah, belom sukses, belom enak juga daging gue kalo dimakan" gemetarnya.

__ADS_1


Terhenti Anggin menemui bangsa serigala dan bundanya. Tanya Anggin kenapa mereka memanggilnya, lirih Bunda Astra mengatakan kalau malam ini akan muncul gerhana bulan bulan merah.


"Itu artinya, malam ini kita akan berperang?" senyum tipis Anggin.


"Tidak."


"Lalu?"


Bunda Astra kembali mengatakan kalau malam ini tidak akan ada peperangan. Karena saat gerhana bulan merah kekuatan bangsa serigala dan vampir akan melemah, namun tidak dengan kekuatan serigala putih yang justru akan bertambah 2x lipat.


"Bunda minta sama kamu (Anggin), untuk bisa mengendalikan diri. Karena saat gerhana bulan merah muncul, kekuatan itu akan memberontak di dalam diri kamu. Jangan sampai kekuatan itu mencelakai orang-orang yang ada di sekitar kamu, terutama bangsa manusia yang tidak bersalah."


"Tapi, bagaimana jika aku gunain kekuatan ini untuk menyerang bangsa vampir?"


Sambung Laga menghampiri Anggin, "Pejuang, tidak menyerang musuh disaat mereka sedang lengah ataupun lemah. Kamu adalah calon Ratu, dan kita harap kamu tau hal itu."

__ADS_1


Angguk Anggin, "Aku paham maksud kalian."


***


__ADS_2