REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Jurang


__ADS_3

Klukk..


Membuka pintu balkon dengan wajah menahan kesal dan menarik Riko ke sisi balkon. Tekan Anggin berbicara sambil melirik ke kanan dan kiri melihat sekitar.


"Lo mau ngapain sih kesini!. Kalau lo kesini punya niat buruk sama keluarga gue, gue nggak akan tinggal diam, dan nggak akan segan-segan buat..." ucap Anggin terhenti.


"Buat apa, buat habisin aku?. Ayo, habisi (mengarahkan tangan Anggin ke leher)."


Spontan Anggin sedikit kasar menarik tangannya dari leher Riko, "Gue tanya, lo mau ngapain kesini?. Gue nggak undang lo buat dateng ke rumah gue, dan lo nggak punya hak buat dateng kesini. Jadi sekarang, gue minta lo pergi, sebelum ada yang liat."


"Aku, nggak butuh hak itu buat dateng kesini. Karena aku, akan ngelakuain hal yang menurut aku bener."


"Tapi yang lo lakuin ini salah, Riko. Gue bilang, sekarang lo pergi dari sini, karena gue nggak mau ngelanjutin perdebatan konyol ini lagi, pergi sekarang!"


Cepat Riko berpindah ke posisi Anggin dan mengunci tubuh Anggin dengan tangannya, tertegun saling menatap lembut nan tajam.

__ADS_1


"Nggak ada yang salah. Seperti yang aku bilang sebelumnya, kalau semua, adil dalam perang, dan cinta" lirih Riko.


Sett..


Laga datang menatap dari jauh dengan tatapan datar, kedekatan Riko dan Anggin seolah membuat hatinya kacau tak menentu. Ia yang sebelumnya berniat menemui Anggin, lantas mengurungkan niatnya itu dan bergegas pergi.


"Konyol (mendorong keras tubuh Riko). Itu semua, cuma asumsi lo semata, nggak berlaku,


buat gue. Sekarang gue minta lo pergi!"


Senyum tipis Riko, "Kamu minta aku pergi?. Oke, aku akan pergi, tapi nggak sendiri" menggenggam tangan Anggin.


"Lo mau ngapain, mau lo bawa kemana gue?. Lepasin!"


Terdiam Riko langsung membawa Anggin pergi tanpa sepatah kata.

__ADS_1


...


Henti langkah mereka..


Bingung Anggin menatap sekeliling tempat yang begitu asing dipandangnya. Perlahan Anggin melangkahkan kaki, ia pun dibuat terkejut dengan sebuah jurang didepannya dengan lahar yang amat begitu panas seperti membakar tubuhnya saat mendekati jurang itu.


"Kamu pasti tau kan, tempat apa ini bagi bangsa vampir?" tanya Riko.


Terdiam Anggin dan sejenak ia teringat ucapan Bundanya (Astra) yang pernah mengatakan kalau salah satu tempat kematian bangsa vampir adalah jurang lahar. Yang mana panasnya jurang itu sangat teramat panas dan langsung membuat tubuh vampir atau makhluk apapun menjadi abu jika sampai masuk ke dalamnya.


"Ya, sama seperti yang kamu pikirin. Ini adalah jurang kematian untuk bangsa vampir penghianat. Dan kamu, adalah salah satu serigala yang bisa datang ke tempat ini," ucap Riko.


"Jadi maksud lo, lo mau bunuh gue disini. Heh, gue nggak nyangka, ternyata lo bener-bener selicik ini Riko" senyum palsu Anggin.


Geleng Riko dengan senyum tipisnya, "Nggak ada, sedikit aja niatan dalam hati aku, untuk nyakitin kamu. Aku nggak tau, aku nggak tau harus buktiin semuanya ke kamu kayak gimana lagi. Aku bisa aja binasa demi kamu, kalau dengan itu bisa buat kamu percaya lagi sama aku. Aku cinta sama kamu, aku nggak pengen ada jarak kayak gini lagi antara kamu sama aku" lembutnya memegang tangan dan wajah Anggin.

__ADS_1


Panjang hela nafas Anggin menyingkirkan tangan Riko bicara sambil membuang muka, "Tapi gue nggak cinta sama lo, akan lebih baik kalau kita pikirin hidup kita masing-masing dan berjalan sesuai alur kehidupan."


...


__ADS_2