REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Pertolongan tepat


__ADS_3

Masih di sambungan episode sebelumnya ya guys👌.


Ucap Nesa kalau ia tidak melihat apapun lalu menoleh kaget pada Cio yang sudah tidak ada di depannya.


"Cepet banget sih tu orang ilangnya. Kayak bukan manusia aja deh."


Penasaran Nesa saat Cio membawa obat untuk Kana, karena ia mencium bau yang begitu amis dari obat itu.


"Kenapa amis banget sih. Kayak bukan obat, tapi darah."


Pak Rama yang melihat Nesa di kelas IPS segera menghampirinya, terkejut Nesa dan berbalik badan.


"Astaga bapak, ngagetin aja."


"Ngagetin ngagetin. Kamu ngapain disini, ini kan bukan kelas kamu!. Udah sana, keluar"


"Iya iya Pak, nggak di suruh keluar ini juga mau keluar."


Bete Nesa berjalan keluar dan tak sengaja menginjak kaki Pak Rama, teriak heboh Pak Rama dengan kaki yang sedikit sakit. Terkejut Nesa dan segera mengangkat kakinya sambil meminta maaf, ia segera berlari kabur meninggalkan gurunya.

__ADS_1


"Heh, dasar tu anak ya!"


Tak sengaja Nesa menabrak Anggin yang sedang bersama Riko dan membuat Nesa terjatuh. Rengeknya kesakitan memegang pinggang.


"Duhh, Anggin!. Sakit tau, main nabrak-nabrak aja!"


"Lah, orang lo sendiri yang nabrak gue. Lagian lo tu ngapain sih lari-lari gitu!. Kalo mau lari tu di lapangan, bukan di sini."


"Ah udah deh, bantuin gue!"


Kerut bibir Anggin menjabat tangan Nesa, sambung Nesa bertanya pada mereka apakah melihat Kana. Kerut alis Riko membalikkan pertanyaan Nesa kenapa ia mencari Kana, Nesa pun menjawab kalau dia khawatir dengan Kana.


"Khawatir kenapa?" tanya Riko.


"Tadi, kita habis makan. Tapi nggak tau kenapa, dia malah teriak-teriak kesakitan."


Terkejut Riko saat mendengar hal itu, toleh Anggin menatap reaksi Riko. Tanya Nesa pada Riko apa sebenarnya penyakit Kana, Riko tak menjawab dan segera pergi. Teriak Nesa memanggil Riko dan mencoba mengikutinya, henti Anggin memegang tangan Nesa dan mengajaknya masuk ke kelas.


"Ihh Gin, gue kan mau ikut Riko."

__ADS_1


"Ahh, udah deh. Mereka bisa ngurus itu sendiri" ucap Anggin.


Angguk Nesa mengerutkan bibir, ia lalu menceritakan mengenai seb otol obat yang di bawa Cio. Santai Anggin meminta Nesa untuk tidak terlalu kepo dengan urusan mereka.


"Tapi Gin.. (terhenti)"


"Syutt. Udah ya Nes, mending kita masuk ke kelas."


Terhenti Riko, mencoba mengendus keberadaan saudaranya itu. Saat mendapat petunjuk, iapun segera melesat pergi. Terkejut Riko melihat kondisi Kana dan segera menghampirinya. Hela nafas Kana sedikit tenang karena ramuan itu perlahan mulai bereaksi.


"Gue tadi udah kasih beberapa darah hewan segar sama dia" sambung Cio.


Geleng Kana dengan nada lemas dan kekuatan yang belum pulih kalau dia tidak kenapa-napa. Kesal Cio menyalahkan Nesa atas kejadian ini, ia berusaha pergi untuk memberi pelajaran pada Nesa. Tahan Kana mengatakan pada Nesa kalau dia sudah baik-baik saja.


"Sekarang lo selamat karena gue dateng tepat waktu. Kalau tadi gue telat sebentar aja, lo tau kan apa akibatnya!"


"Gue makasih banget, karena lo udah nolongin gue. Tapi tolong jangan apa-apain Nesa, dia ngelakuin itu karena dia nggak tau siapa kita. Lain kali gue akan lebih hati-hati, jadi biarin dia."


Geram tangan Cio dengan kesal bertanya pada Kana kenapa dia selalu saja membela para manusia tak berguna itu, lalu melesat pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2