
Langkah kaki Laga kembali terhenti di dalam hutan, kerut kening Anggin menghelakan nafas dengan wajah betenya.
"Nggak ada tempat lain apa sih, selain hutan. Setiap kali lo bawa gue pasti ke hutan lagi, ke hutan lagi. Kali-kali ke mall kek,u atau ke resto gitu. Mana banyak nyamuk lagi, udah ah gue mau pulang aja."
Henti Laga memegang tangan Anggin, ia mengatakan kalau ia akan mengajarinya cara berburu serigala.
"Udah gue bilang, gue nggak mau!. Maksa banget deh (membenarkan rambut)."
"Syutt.. jangan berisik. Lo itu serigala, dan serigala harus bisa berburu."
Saat Anggin akan berbicara, Laga langsung menutup mulutnya dan memintanya untuk diam sambil mengendus bau mangsa. Lirih Anggin menepuk-nepuk tangan Laga, paksa Anggin melepaskan tangan Laga dari mulutnya.
"Hiih, bauk tau tangan lo!"
Lirih Laga berjalan mengindip sambil mengendus. Saat ia merasa mangsanya sudah dekat, ia segera melesat ke balik semak-semak.
Saat keluar, ia membawa seekor kelinci di tangannya. Dengan senyum langsung menghampiri Anggin, lalu memintanya melakukan seperti apa yang ia lakukan.
Geleng Anggin menolak, senyumnya mengatakan kalau ia tidak mau. Kembali Laga meminta calon Ratu nya itu mencari mangsa sambil mengasah indra penciumannya itu.
"Gue pilek, jadi hidung gue masih bisa mencium dengan baik" santai Anggin.
Lirik kesal laga mengerutkan bibir, tanpa banyak berkata-kata lagi ia memangsa kelinci yang ada di tangannya itu. Anggin yang melihat langsung menghentikan Laga dan mengambil kelinci itu.
"Kenapa di ambil, gue laper. Bawak sini."
"Nggak!. Lo nggak akan makan kelinci ini, dan kelinci ini bakal gue rawat. Jadi sekarang, kelinci ini punya gue."
__ADS_1
"Nggak bisa gitu dong, itukan gue yang dapet. Artinya, itu kelinci gue" Laga mencoba mengambil kembali kelincinya.
Anggin menjauhkan kelinci itu dari tangan Laga, "Tadi, emang milik lo. Tapi sekarang, ini milik gue!"
Laga mencoba meraih kelinci itu, namun Anggin tetap menghalanginya.
"Siapa gue?" tanya Anggin pada Laga.
"Calon Ratu Serigala" bete laga mengalihkan pandangan.
"Nah itu tau. Artinya, apa yang jadi punya lo, punya gue juga."
"Kan masih calon."
Bawel Anggin meminta Laga untuk diam, recehnya mengatakan jika Laga tetap tidak mau diam maka ia akan mengeluarkannya dari daftar penduduk bangsa serigala.
Sipit mata Anggin memegang tangan Laga dan menyuruhnya untuk ikut dengannya, tanya Laga pada Anggin kemana ia akan membawanya.
"Lo mau cari makan kan?. Yaudah, sekarang kita cari makan" melesat pergi.
Anggin menghentikan langkah tepat di depan penjual sayur. Ia lalu meminta penjual sayur memberikannya wortel 1 kg. Segera Anggin membayar sayur yang ia beli dan membawa Laga kembali melesat pergi dari tempat itu.
Saat akan memberikan kembalian uang, penjual itu dibuat kaget melihat pembelinya sudah tidak ada.
"Kok-kok udah nggak ada. Jangan-jangan, tadi bukan manusia lagi!"
Anggin mengajak Laga untuk duduk di kursi, lirik saling menatap. Tanya Laga pada Anggin apakah ia akan memberi makan kelinci itu.
__ADS_1
Geleng Anggin, "Nggak. Tapi, lo yang makan."
"Hah, gue?" menunjuk diri sendiri.
"Iya, elo. Nih, makan sekarang. Kata lo tadi, lo laper kan?. Yaudah, sekarang lo makan wortel ini. Daripada lo makan kelinci imut ini, mending lo makan makanan kelinci. Udah, buruan makan!"
Tolak Laga mengatakan kalau ia serigala, dan ia juga tidak suka makan sayuran.
"Tapi sekarang, lo bakal jadi serigala vegetarian. Dan hanya makan sayur, buah, dan daging yang udah di olah. Lo paham kan!"
"Nggak" santai Laga menjawab.
"Lo makan, atau gue paksa" tekan Anggin sambil menodongkan wortel di depan wajah Laga.
Telan ludah Laga sedikit kesal dengan tingkah Anggin, terpaksa ia mengambil wortel dari tangan Anggin dan mengatakan kalau ia akan memakannya.
"Turun derajat gue jadi serigala" bisik Laga.
Dengan wajah yang terlihat tertekan ia mencoba menggigit ujung wortel, mengunyah dan ingin memuntahkan wortel dari mulutnya. Ancam Anggin meminta Laga untuk menelannya, lirik kesal Laga perlahan menelan wortel itu.
"Enak kan" receh Anggin.
"Nggak enak.."
"Lo belum terbiasa, makannya lo bilang nggak enak. Sekarang lo bawa wortel ini dan jangan di buang, gue mau pulang dulu dan bawa kelinci ini. Bai.. selamat menikmati" ejek Anggin.
Datar Laga menatap.
__ADS_1
***