
Masih lanjutan episode sebelumnya ya guys🤗.
Tak berselang lama, Marsel sadar dengan sayu membuka mata.
"Nah bangun" lirih Anggin.
Belum sempat membuka mata dengan lebar, Marsel kembali pingsan saat melihat wajah Anggin.
"Se-seri-.." ujar Marsel terhenti.
"Yah, pingsan lagi!. Perasaan gue belum ngapa-ngapain deh. Duh Bang, bangun dong" lelah wajah Anggin.
Terus Anggin menunggu sembari menatap cemberut Marsel yang tak juga kunjung bangun. Liriknya melihat jam yang mana jam sudah menunjukkan pukul 03:45 WIB.
"Ni orang pingsan, apa emang sengaja tidur sih!. Bang, bangun dong, gue juga mau tidur kali" manyunnya.
Tak lama, karena sudah begitu mengantuk, Anggin pun tertidur dengan menyandarkan badannya di badan kasur.
Pagi pun tiba, lirik Marsel membuka mata langsung berteriak kaget sekaligus ketakutan saat melihat Anggin disampingnya.
"Serigala!" pekik Marsel.
Kaget Anggin langsung terbangun menutup rapat mulut Marsel sembari meminta Abangnya untuk tidak berteriak.
"Syuttt, jangan berisik deh bang."
Lirih Marsel menepuk-nepuk tangan Anggin seolah memberi isyarat untuk melepaskan pegangan tangan dari mulutnya.
"Tapi janji, jangan teriak" ujar Anggin.
Angguk Marsel dengan raut wajah ketakutannya, "E-elu, gigi lu, tangan lu?. Gu-gue lagi mimpi nggak sih semalem?"
__ADS_1
"Lu nggak mimpi."
"Hah!" kembali Marsel berteriak.
Dan sekali lagi Anggin menutup mulut abangnya, "Udah gue bilang jangan teriak juga. Kalo lu teriak, gue gigit juga lu" kata Anggin dengan candaan.
"Ta-tapi, kok lu bisa jadi serigala jadi-jadian sih. Lu pasti bukan adek gue. Lu siapa, dan mana adek gue?" polos Marsel memegang wajah Anggin.
Risih Anggin dengan kesal menampar lirih wajah Marsel, "Ihh, sakit tau!"
Paham Marsel dengan tamparan Anggin, "Ini sih tamparan Anggin, tapi kok-.."
"Kok kok kok, kok apa?. Udah gue bilang, gue Anggin bang. Anggin adek lo!" memegang wajah Marsel dengan gemasnya.
Tak berselang lama Mami Sindi masuk ke kamar Anggin dengan tiba-tiba karena mendengar teriakan Marsel.
"Marsel, kenapa kamu teriak-teriak?. Dan kamu ngapain pagi-pagi dikamar Anggin, kamu gangguin adek kamu lagi ya!"
"Ng-nggak Mih, ta-tapi anggin-.." terhenti.
"Maksud Abang, dia kesini karena mau bangunin aku Mih. Baik banget kan Abang, iya kan bang?" merangkul lembut pundak Marsel sambil mencoleknya tipis.
"Hehe, i-iya Mih" tertekan Marsel.
Kerut bibir Mami Sindi, "Tumben akur (gumamnya). Yaudah, kalian buruan mandi gih, terus berangkat sekolah."
Keluar Mami Sindi dengan raut wajah tak percaya. Sejenak Marsel melirik Anggin, senyum Anggin memainkan alis dan membuat Marsel ketakutan.
"Udah, nggak usah takut gitu kali Bang. Nggak gue gigit nggak."
"Seriusan ya, lu jangan gigit gue sama Mami. Gue nggak bakal jailin lu lagi, serius."
__ADS_1
"Emang selama ini gue gigit kalian, nggak kan?. Justru gue itu bakal jagain elu sama Mami."
"Ta-tapi, gimana bisa lu jadi serigala?"
Hela nafas Anggin singkatnya menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Berati, lu bukan adek kandung gue dong?"
Angguk Anggin memainkan alis.
"Pantesan, bentuk muka lu agak beda ya" polos Marsel.
"Kenapa, cantik ya" PD Anggin.
"Nggak, agak horor gitu."
Bete Anggin menepuk lirih pundak Marsel. Pinta Anggin pada Marsel untuk tidak memberitahu pada sang Mami siapa dia sebenarnya dan tetap menjaga rahasia jati dirinya sebagai serigala.
"Bisa-bisa, Mami ayok lagi kalau tau."
"Iya, kalo gue nggak keceplosan. Tapi, itu artinya lo nggak sendiri dong?"
"Emangnya, didunia ini serigala cuma ada satu. Nggak kan?"
"Waduh!"
"Udah tenang aja. Gue bakal jagain lu sama Mami dari bangsa serigala dan vampir yang punya niat buruk."
"Apa!. Ada vampir juga?. Udah kayak sinetron-sinetron aja."
"Udah, nggak usah banyak cerita. Sekarang buruan keluar dari kamar gue, gue mau mandi. Mana pingsan dikamar gue sampek pagi lagi," gumam kesal Anggin.
__ADS_1
"Iya Mbak Sri" cibir Marsel.
...