REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Sudah diketahui


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya🤗.


"Maaf, tadi ada eskrim" ucap Riko sambil menunjuk kearah bibir Anggin.


"Lama juga nggak papa kok. Mmm, makasih ya" salah tingkah Anggin.


"Sama-sama" angguk lirih Riko.


Kembali Anggin mengucapkan terimakasih dan balasan yang sama dikeluarkan Riko. Sekali lagi Anggin berterimakasih.


"Kenapa makasih terus?" bingung Riko.


"Ya.. kan, biar sama-sama terus"


Geleng-geleng Riko yang salah tingkah, begitu juga dengan Anggin.


Tanya bunda Tara menemui Cio dan Kana tentang siapa manusia yang tadi datang kerumah mereka, sahut Kana kalau itu temannya yang tak sengaja lewat. Bunda Tara pun memperingatkan pada Cio dan Kana untuk tidak membawa manusia kerumah mereka.


Diperjalanan, Anggin terus menatap Riko sambil memegang tangan Riko dengan tatapan yang tidak fokus pada jalan.


"Emang kamu nggak capek ya ngeliatin aku terus?"


"Enggaklah, ngapain capek. Ngeliatin kamu itu adalah salah satu hal yang aku suka, nggak bikin capek apalagi bosen" goda Anggin.


Senyum tipis Riko mendengar ucapan Anggin. Tak sengaja kalung Anggin keluar dan terlihat oleh Riko, terkejut Riko melihat kalung dengan liontin bulan itu terpasang di lehernya.


"Kalung bulan" batin Riko dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Kerut alis Anggin ikut melihat kearah tatapan Riko, "Kenapa kamu heran gitu ngeliat kalung?"


"E-enggak, kalung kamu bagus aja."


"Cuma kalungnya aja?" kode Anggin.


"Maksudnya?" bingung Riko.


"Hehem" memainkan tenggorokan.


Paham Riko dengan maksud Anggin, "Kamu juga."


Pura-pura Anggin tak paham dan membalikkan perkataan Riko. Dengan kaku Riko memuji Anggin cantik, sumringah Anggin membuang muka senang. Batin Riko bertanya-tanya apakah Anggin lah gadis serigala dengan tanda belati itu. Demi melihat tanda dipunggung Anggin, sedikit kebohongan Riko mengatakan kalau ada serangga dipunggungnya dan mencoba membuangnya dengan maksud melihat tanda itu.


Dugaan Riko ternyata benar, Anggin lah gadis serigala yang selama ini dicarinya. Tertegun menatap tanda itu, tanya Anggin dengan kepala menunduk apakah serangga itu sudah hilang.


"Betah banget" rayu Anggin.


Terdiam Riko melamun, bingung Anggin dan bertanya padanya apa yang sedang ia pikirkan. Geleng Riko mengatakan kalau tidak ada apa-apa, kerut bibir Anggin mengangguk.


"Yey, udah sampek. Mampir dulu yuk?"


Tolak Riko mengatakan kalau ia sedang ada urusan dan harus segera pergi, henti Anggin memegang lembut tangan Riko. Spontan Anggin mencium telapak tangannya dan menempelkan pada pipi Riko, tertegun Riko menatap tak berkedip.


"Dah, sana pulang" ucap bahagia Anggin.


Gugup Riko mengatakan kalau ia akan pulang, lambai tangan Anggin saling menatap dengan senyum manis dan segera masuk. Berjalan begitu senang sambil bernyanyi lirih, saat membuka pintu Anggin dikagetkan dengan Marsel yang berdiri didepan pintu. Teriak Anggin menepuk pundak Marsel.

__ADS_1


"Ihh, Abang ngapain sih disini. Oh.. aku tau. Pasti Abang ngintip aku kan?"


"Pulang sama siapa tadi?" lirik Marsel mengintip keluar.


Jinjit Anggin menaikan alis dan kepalanya menghalangi wajah Marsel, kesal Marsel menekan kepala Anggin.


"Ihh, lepasin ah" berjalan pergi.


"Mih!.. adek ma-.." Cibir Marsel.


Belum sempat ia bicara, Anggin langsung menutup mulutnya dan menatap tajam.


"Heh.. mau ngapain ha?. Orang nggak ngapa-ngapain, juga. Dasar, tukang ngadu!"


"Yah, takut."


"Dih, siapa juga yang takut. Coba bilang aja sama Mami. Paling yang dimarahin Mami Abang, kan Mami sayang aku" ejek Anggin.


"Dah ah, mau mandi!" lanjut Anggin.


"Sayang aku, emang lo kira Mami nggak sayang gue!" cibir Marsel.


Kira-kira, gimana ya cara Riko mengambil belati pusaka itu kembali?.


Tungguin kelanjutan episode selanjutnya ya🤗.


***

__ADS_1


__ADS_2