REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Mencoba


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya guys😉.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian setelah membaca👌.


Senang Anggin menggigit bibir bawah memainkan tangan dan menggoyangkan badan. Kaku Riko yang tak biasa begitu dekat dengan manusia, dinginnya dengan lucu mengajak Anggin untuk jalan-jalan keluar. Tak percaya Anggin bertanya pada Riko apakah dia benar-benar mengajaknya.


"I-iya, bener" kaku Riko.


"Kamu, kesini jalan kaki?"


Angguk Riko, "Iya, jalan."


"Aku, kayak gini aja nggak papa kan?" ucap Anggin menundukkan kepala menatap baju yang ia pakai.


"Nggak papa, tetep cantik kok" spontan Riko.


Senyum manis Anggin menatap Riko dengan wajah imutnya langsung menggandeng tangan Riko dan berteriak pada Maminya kalau dia akan keluar.


"Iya, hati-hati!" sahut Mami Sindi.


Seru Anggin bicara pada Riko dan segera mengajaknya untuk pergi, tertegun Riko dengan perasaan aneh saat Anggin menyentuhnya. Sipit mata Anggin menatap bingung melihat Riko yang tak merespon, ia lalu menyenggolnya sedikit keras dan membuat Riko berkedip terkejut.

__ADS_1


"Kamu ngapain sih, gitu banget natapnya. Kamu liatin apa?"


"Liatin kamu" lirihnya bicara lepas dan segera jalan bersama Anggin.


Dalam perjalanan, dengan erat Anggin terus memegang tangan Riko dan menatapnya lembut. Gugup Riko melihat Anggin yang terus menatap, iapun bertanya ada apa dengannya sampai tak berkedip lagi.


"Karena wajah kamu itu, kayak magnet. Yang terus narik aku untuk bisa lebih deket sama kamu" syair Anggin.


Senyum tipis Riko memalingkan pandangan salah tingkah, goda Anggin mengatakan pada Riko kalau senyum itu tidak perlu ditahan apalagi saat didepannya.


"Coba dong, aku pengen liat kamu senyum didepan aku" goda Anggin.


Malu Riko dengan kaku dan gugup kalau itu tidak perlu, sahut Anggin kalau itu sangat perlu untuknya.


Toleh datar Riko mencolek lembut pipi Anggin dengan memberi senyum kakunya, lirik Anggin tertawa geli melihat Riko. Bingung Riko mengerutkan kening bertanya pada Anggin kenapa ia tertawa.


"Kamu ngapain sih?, hahaha"


"Senyumlah. Tadi minta aku senyum, giliran aku senyum malah ketawa. Emang ada yang salah?"


"Haha, nggak salah sih. Ternyata kamu itu bukan nggak mau senyum, tapi emang nggak bisa senyum ya. Kalo mau senyum itu, mukanya santai aja. Rileks, jangan kaku kayak gini" lirih Anggin memegang pipi Riko bak mengajarinya cara tersenyum.

__ADS_1


Tatapan lembut Riko kembali merasakan getaran yang begitu aneh saat Anggin menyentuhnya. Ucap Anggin menyuruh Riko untuk coba tersenyum, iapun tersenyum bebas saat melihat senyum Anggin yang seolah menariknya.


"Astaga, kanapa manis banget sih senyum kamu!"


Beberapa saat, sedikit basa-basi Riko bertanya pada Anggin apakah ia pernah merasakan ada hal yang aneh pada tubuhnya. Bingung Anggin menjawab pertanyaan Riko, batinnya mengatakan bagaimana ia bisa tahu tentang hal itu.


"Aneh, aneh gimana maksudnya?" pura-pura Anggin tak paham.


"Ya, aneh aja. Atau badan kamu nggak seperti biasanya?"


"Mmm, iya sih. Emang beberapa hari ini, badan aku kayak sakit gitu. Tapi ya mungkin, cuma kecapean aja. Emang kenapa, kok kamu tanya kayak gitu?"


"Ya-ya, nggak papa. Soalnya wajah kamu kayak sedikit pucat aja, makannya aku tanya kayak gitu."


Batin Riko, "Atau mungkin, Anggin memang belum tau tentang jati dirinya. Kalau iya, sepertinya ini kesempatan aku untuk mengambil belati itu."


Hela nafas Anggin kembali melihat Riko melamun, memetik jari tangan dan bertanya apa yang sebenarnya ia pikirkan.


"Nggak kok, nggak ada."


Kira-kira, apakah kali ini Riko bisa mengambil belati milik keluarganya?.

__ADS_1


Jawabannya ada diepisode selanjutnya yah👇.


__ADS_2