
Masih lanjutan episode sebelumnya ya🤗.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca👌.
Kejailan Anggin dimulai, iapun meminta tangan Marsel dan menyuruhnya untuk menutup mata. Heran Marsel bertanya pada Anggin kejailan apa yang akan ia perbuat selanjutnya, lirih Anggin mengatakan kalau ia tidak akan melakukan apapun.
"Abang percaya nggak, kalau aku bisa bawa Abang ke taman hanya dalam hitungan detik."
"Hhaha, nggak mungkin lah. Orang lo aja larinya kayak siput gitu" ejek Marsel.
Datar Anggin dengan wajah bete, menyuruh Marsel untuk menutup matanya dulu dan jangan mengintip. Marsel menuruti Anggin namun tatap tidak percaya dengan ucapannya.
"Ini, jam 07:14" ucap Marsel lalu menutup mata.
Senyum Anggin memegang tangan Marsel dan langsung melesat, hanya butuh waktu 3 detik mereka pun sampai ditaman. Anggin lalu meminta Marsel untuk membuka matanya, kaget Marsel tertegun menelan ludah melihat jam tangan.
"07:17" lirih Marsel.
Tanya Marsel penuh keheranan bagaimana bisa hal itu terjadi dalam waktu 3 detik.
__ADS_1
"Lo aja bingung, apalagi gue bang" batin Anggin.
"Ya bisalah, heran kan?. Heran lah, masak enggak" lanjutnya dengan santai.
Dengan sikap hebohnya, Marsel meminta jawaban pada Anggin bagaimana ia bisa melakukan hal itu. Niat Anggin yang ingin membuat Marsel bingung malah membuatnya heboh, risih Anggin meminta Marsel untuk berpikir sendiri dan pergi untuk melanjutkan lari paginya.
Lirih Marsel menggaruk kepala berfikir, "Udah buntu otak gue, nggak bisa mikir lagi" polosnya.
Segera Marsel mengejar Anggin, berlari kecil mengiringi langkah Anggin dan kembali menanyakan hal yang sama.
"Sejak kapan lo bisa lari secepet itu. Bahkan bukan lari, tapi kayak melesat gitu. Langsung sat set sat set."
"Sejak Abang nggak tau. Udah ah nggak usah kepo gitu."
Mendadak Anggin menghentikan laju, Marsel yang tidak fokus dibelakangnya langsung menabrak.
"Duh.. main tabrak-tabrak aja deh."
"Ya lagian, lo ngapain berhenti mendadak. Dasar wanita" nyinyir Marsel.
__ADS_1
Sumringah Anggin mengatakan kalau ia sedang ada urusan dan menyuruh Marsel untuk lari sendiri. Teriak Marsel bertanya pada Anggin kemana ia akan pergi, melihat gelagat berjalan Anggin ternyata ingin menghampiri Riko yang juga ada ditaman itu.
"Hai beb, kamu di sini juga?. Yang namanya jodoh emang nggak kemana ya" sapa Anggin memegang tangan Riko.
"Dimana ada Anggin, disana ada Riko codet. Wah, jangan-jangan dia lagi mata-matain adek gue. Nggak bisa dibiarin," berjalan sok gagah menghampiri Riko.
Baru beberapa langkah, Marsel menabrak Cio yang sedang melesat. Tak sengaja bibir Marsel mencium pipinya, saling tertegun menatap kaget.
"Astaga, akhirnya setelah hari ini bibir gue jadi berharga" gugup Marsel yang begitu senang.
"Lo apa-apaan sih, ihhs (mengelap pipi jijik). Dasar manusia," kesal Cio meninggalkan Marsel.
Tahan Marsel menarik tangan Cio dan membuat Cio berbalik jatuh ke pelukan nya, sinis Cio mendorong lirih Marsel.
"Jauh-jauh dari gue" lirihnya.
Dengan PD Marsel mengatakan kalau mereka sudah ditakdirkan untuk bertemu dan bersama. Dingin Cio menjawab kalau manusia dan dirinya tidak akan pernah bisa bersatu lalu, berjalan pergi.
"Aku tau kalo kamu bukan manusia," teriak Marsel dengan serius.
__ADS_1
Terkejut Cio menghentikan langkah dan berbalik, menatap Marsel penuh kecemasan sambil menelan ludah. Bisiknya dalam hati bertanya apakah Marsel sudah mengetahui kalau dia adalah vampir.
Next👇.