REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Hidupku ada ditanganmu


__ADS_3

Peperangan pun kembali tiba, yang mana malam ini bangsa serigala dan bangsa vampir sama-sama menginginkan kebinasaan musuh.


"Malam yang ditunggu, akhirnya kembali tiba. Di malam ini, akan kita akhiri semuanya dan kita selesaikan balas dendam itu. Malam ini hanya ada kemenangan dan kebinasaan, tidak ada yang namanya pengampunan!" ucap Anggin dengan emosi yang sudah membara.


"Ta-tapi" ucap Dita terpotong.


"Tapi apa?. Jika kamu tidak setuju, kamu boleh kembali pada bangsamu Dit. Karena peperangan ini juga tidak akan baik buat kamu, jika kamu berada dalam pihak bangsa serigala" lanjut Anggin.


"Entah menang atau binasa, aku akan berada di pihak bangsa serigala. Kalian tak perlu khawatir, aku tidak akan mengecewakan ataupun menghianati kalian" sambung Dita.


"Kamu yakin akan berada di pihak bangsa serigala?. Ini salah, dan resikonya pun besar untuk kamu" kata Laga dengan khawatir memegang pundak Dita.


"Jika aku sudah memutuskan, itu artinya aku sudah siap dengan resiko yang akan aku hadapi. Kamu nggak perlu khawatir, apapun yang terjadi itu sudah keputusan aku. Dan aku minta, tolong kamu hargai ini" ucap Dita mencoba meyakinkan.


...


Malam pun tiba, yang mana bangsa serigala dan vampir telah bersiap menunggu mulainya peperangan.


Toleh-toleh Anggin melihat sekeliling yang mana ia tak melihat Dita saat peperangan sudah hampir dimulai.


"Kenapa?" tanya Laga.

__ADS_1


"Dimana Dita?"


Ikut Laga melihat sekeliling mencari Dita, lirik Anggin menatap tajam Laga dengan mata yang menyala.


"Semoga dia bisa kita percaya" lanjut Anggin.


"Tenang saja, dia tidak akan menghianati kita."


Beberapa saat, peperangan pun dimulai dengan saling memberikan serangan panasnya dan beberapa bangsa serigala dan vampir pun gugur satu persatu.


Salah seorang vampir mencoba menyerang Laga dari arah belakang, namun serangan itu langsung dihalau oleh seseorang yang memakai pakaian menutup badan serta penutup wajah. Toleh spontan Laga berbalik sejenak menatap dengan herannya


"Jangan liatin gue kayak gitu."


"Dita?"


Kembali seorang vampir menyerang Laga dan sekejap saja Dita langsung menghabisi vampir itu.


"Jangan banyak berfikir, karena itu nggak akan menyelamatkan lo dari serangan" ucap Dita menghabisi satu persatu vampir yang menghalangi jalannya.


"Gue nggak nyangka lo bakal senekat ini" ucap tak percaya Laga.

__ADS_1


isyarat Dita memainkan alis dan melesat sedikit menjauh. Sementara dari kejauhan, Seli terus memantau penasaran mengenai siapa sosok penyerang misterius itu.


"Siapa dia?"


Disisi lain, Anggin juga terus menghabisi vampir-vampir yang menghalangi jalannya untuk bisa mendapatkan kesempatan bisa berhadapan kembali dengan Riko.


"Malam ini, gue nggak akan lepasin lo ataupun keluarga lo Riko. Akan gue balas satu persatu sakit yang udah lo kasih ke gue dan bangsa gue. Malam ini, semua akan berakhir" emosi Anggin yang membara.


Setelah melewati beberapa vampir, Anggin pun berhasil mencapai Riko. Lembut Riko menatap Anggin dengan raut wajah yang penuh kekecewaan padanya.


"Anggin?"


"Malam ini, akan jadi malam terakhir lo bisa melihat gue" ujar Anggin.


Riko yang paham dengan apa yang Anggin ucapkan pun segera melesat menjauh, susul Anggin terus membuntuti Riko. Henti mereka sedikit menjauhi tempat peperangan.


"Kenapa lo pergi, lo takut?"


Geleng Riko dengan senyumnya menjawab kalau ia sama sekali tidak takut jika harus gugur malam ini, dan ia pun menginginkan kematiannya ini di tangan orang yang ia cintai.


"Malam ini, gue kasih hidup gue sama lo. Setiap serangan yang lo kasih ke gue, nggak akan gue bales sekalipun. Jika malam ini gue harus gugur di tangan lo, gue akan pergi dengan sangat bahagia. Sekarang, balas semua dendam dan kekecewaan itu" ucap pasrah Riko dengan senyum.

__ADS_1


...


__ADS_2